Uncategorized

Axiata Ingin Lepas 11 Persen Saham di XL, Ada Apa?

Mengapa Axiata ingin menjual sahamnya di XL? | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Bandung

Pada 14 September lalu, saham XL turun 4,9 persen dan merupakan level terendah sejak Oktober 2016. Pada saat itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tertekan 1,6 persen.

Mengapa Axiata ingin menjual sahamnya di XL? Dikutip dari Bloomberg, Axiata yang merupakan operator mobile-phone terbesar di Malaysia memang berencana merampingkan saham-sahamnya di luar Malaysia.

Induk PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Group Berhad, berencana melepas 11 persen sahamnya di perusahaan operator tersebut. Akibatnya, saham XL pada 14 September 2016 melorot tajam di level terendah sejak Oktober 2015.

Menurut sumber, Axiata yang bermarkas di Kuala Lumpur ini membutuhkan dana segar untuk menalangi utangnya. Kompilasi data Bloomberg menyebutkan utang Axiata naik 55 persen sejak akhir 2014, dan mencapai 5,2 miliar dollar AS, hingga akhir Juni 2016.

Berdasarkan pernyataan tertulis Axiata, perusahaan memang meninjau ulang sejumlah opsi strategis untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Sejak pertengahan tahun lalu, Axiata sudah mempertimbangkan opsi menyeimbangkan portofolionya di semua anak usaha.

Menurut nara sumber terkait, dengan cara tersebut maka Axiata bisa mendapatkan dana segar hingga 700 juta dollar AS.

Selain ingin menjual 11 persen saham XL, Axiata juga berencana menjual 30 persen sahamnya di Dialog Axiata Plc, operator layanan seluler di Sri Lanka, serta di Smart Axiata Co di Kamboja.

Axiata mengantongi 66,4 persen sahamnya di XL, 95,3 persen di Kamboja dan 83,3 persen di Sri Lanka.

Perusahaan analis PT Bahana Sekuritas sebelumnya mengkalkulasi jika XL melepas 2.500 menara dengan nilai sekitar Rp 1,6 miliar akan ada dana segar masuk sekitar Rp 4 triliun.

“Ini akan signifikan membantu fundamental keuangan perseroan tetapi ada risiko penurunan pendapatan di sewa menara serta naiknya biaya jaringan,” kata analis Bahana, Leonardo Henry Gavaza, beberapa waktu lalu.

Bahana memperkirakan pada 2016 ini XL Axiata akan memiliki pendapatan sekitar Rp 24,2 triliun dengan keuntungan Rp 449 miliar.

Sepanjang 2015 lalu, XL mengalami tekanan kinerja. Pendapatan XL di 2015 sebesar Rp 22,96 triliun atau turun tiga persen dibandingkan periode 2014 sebesar Rp 23,56 triliun.

Di 2016, ingin menekan jumlah utang hingga sebesar Rp 13,29 triliun. Utang tersebut terdiri atas utang jatuh tempo senilai Rp 3,93 triliun dan percepatan pelunasan utang yang mencapai Rp 10,8 triliun. Rencananya, seluruh utang jatuh tempo tahun ini akan dibayar dengan kas internal.

Sumber dana untuk percepatan pelunasan utang berasal dari rights issue dan penjualan menara.

Pada Juni lalu sukses menggelar penawaran umum terbatas II (rights issue) senilai 500 juta dollar AS yang didukung penuh oleh pemegang saham mengalami kelebihan pemesanan (oversubscription) saham tambahan yang diajukan sebelum penjatahan terakhir.

XL Axiata juga melepas sekitar 2.500 menaranya ke anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) senilai 3,568 triliun. Perusahaan ini terafiliasi dengan Grup Djarum.

Hans merekomendasikan investor untuk mengkoleksi saham Telkom. “Sebaiknya ‘buy’ saham TLKM, dibandingkan emiten lain dengan target Rp 4.450 per saham,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Pada jeda siang perdagangan saham Kamis (15/9/2016) saham XL naik 3,52 persen ke level 2.650 sedangkan saham Telkom naik 3,27 persen ke level 4.100. Saham indosat naik 1,76 persen ke level 5.775.

Berdasarkan kompilasi data Bloomberg, jika dibandingkan antara saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom dan PT Indosat Tbk (ISAT), maka return tahunan XL merupakan yang paling mini, hanya 11,29 persen. Sedangkan Telkom mencapai 56,58 persen dan Indosat 63,60 persen.

Kapitalisasi pasar XL juga yang paling kecil, yakni Rp 28 triliun. Sedangkan Telkom Rp 411,26 triliun dan Indosat Rp 31,24 triliun.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee melihat batalnya penurunan tarif interkoneksi menguntungkan emiten yang memiliki basis pelanggan lebih besar, yaitu Telkom. Sementara emiten yang basis penggunanya kecil seperti XL akan dirugikan.

Saham XL Axiata Rontok Diterpa Isu Lepas Saham Induk Usaha | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Bandung

Saham PT XL Axiata Tbk (XL) turun drastis, pasca beredarnya kabar induk usahanya asal Malaysia yaitu Axiata Group Bhd akan melepas sebagian sahamnya di perusahaan tersebut.

Dikutip dari Bloomberg per 14 September 2016 kemarin, saham XL Axiata turun 3,4 persen ke level Rp2.560 per saham. Sekaligus menjadi penurunan saham terendah yang dialami perusahaan sejak Oktober 2015.

Tidak hanya melepas 11 persen saham pada unit bisnisnya di Indonesia, aksi Axiata Group Bhd menjual saham anak usaha juga akan dilakukan di Sri Lanka dan Kamboja.

Sampai saat ini, Axiata Group Bhd memiliki 66,4 persen saham di XL Axiata, 83,3 persen saham di Dialog Axiata Sri Lanka, dan 95,3 persen di Smart Axiata Kamboja.

Analis Korindo Sekuritas Reza Priyambada mengaku sudah mendegar isu tentang akan dilepasnya sebagian saham XL Axiata oleh induk usahanya.

“Isu ini sudah beredar lama di bursa saham. Nah, sekarang pertanyaannya saham XL ini sekarang turun karena isu itu atau ada skenario membuat turun, itu saya belum tahu,” kata Reza, Kamis (15/9).

Menurut analisanya, jika murni saham turun dikaitkan dengan rencana divestasi, artinya investor tak senang dengan aksi korporasi itu.

“Itu artinya investor merespons negatif karena perolehan pendapatannya dari XL berkurang. Tetapi kalau saya lihat ini karena belum jelas semua, jadi wait and see,” katanya.

Namun, pada hari ini saham operator telekomunikasi tersebut pulih ke level Rp2.640 per saham dengan 12,22 juta saham diperdagangkan sampai penutupan siang ini.

Bloomberg melaporkan, Axiata Group Bhd tengah mencari dana segar US$700 juta guna memangkas jumlah utangnya yang terus naik sejak 2014 menjadi US$5,2 miliar per Juni 2016.

Ditambahkannya, kemungkinan Grup Djarum masuk ke XL Axiata terbuka besar karena sudah bermain di perbankan dan infrastruktur telekomunikasi.

“Masuk ke XL makin lengkap kan portfolionya di telekomunikasi. Bisa jadi itu alasan mereka (Grup Djarum) masuk. Tetapi ini kan semua masih isu, lihat saja kebenarannya,” pungkasnya.

Rights issue tersebut mengalami kelebihan pemesanan (oversubscription) saham tambahan yang diajukan sebelum penjatahan terakhir.

XL Axiata juga telah melego sekitar 2.500 menaranya ke anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan mahar Rp3,56 triliun. Perusahaan ini terafiliasi dengan Grup Djarum.

Semua aksi korporasi dilakukan manajemen XL demi menyehatkan kembali struktur pemodalan pasca mengakuisisi Axis

Saham XL Axiata memang menunjukkan tren penurunan sejak 9 September 2016. Pada perdagangan Kamis (15/9), saham XL Axiata sempat dibuka di level Rp 2.560 dan masih bertahan di level Rp 2.600-an per saham sampai siang ini. Jika dihitung, saham XL sudah turun 26 persen sepanjang tahun ini.

Pada Juni lalu, XL Axiata sukses menggelar penawaran umum terbatas II (rights issue) senilai US$500 juta yang didukung penuh oleh pemegang saham.

Axiata Dikabarkan Jual EXCL untuk Bayar Utang | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Bandung

Axiata akan menggunakan sebagian dana divestasi anak usahanya untuk memangkas nilai utang mereka.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, total utang Axiata membengkak 55 persen sejak akhir 2014 mencapai 21,5 miliar ringgit (5,2 miliar dollar AS) pada akhir Juni lalu.

Dalam pernyataannya melalui email, Axiata menegaskan pihaknya terus mereview sejumlah strategi untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya. Sejak pertengahan tahun lalu,

Axiata sudah mengeksplorasi sejumlah opsi, termasuk menyeimbangkan kembali portofolio mereka dan mereview kepemilikan saham di sejumlah anak usaha.

Perusahaan asal Malaysia ini memiliki 83,3 persen saham Dialog Axiata di Sri Lanka dan 95,3 persen saham Smart Axiata di Kamboja. Axiata juga mengempit 66,4 persen saham XL Axiata di Indonesia.

Disebutkan pula, Axiata kini tengah mencari pembeli 11 persen saham XL Axiata. Selain XL, Axiata juga berniat menjual masing-masing 30 persen saham dari Dialog Axiata Plc yang berbasis di Sri Lanka dan Smart Axiata Co di Kamboja.

Induk usaha PT XL Axiata yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, dikabarkan ingin menjual kepemilikan saham mereka di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Menurut sumber Bloomberg yang enggan disebutkan namanya, Axiata Group Bhd -operator terbesar Malaysia- berupaya menjual sebagian unit usahanya di luar negeri demi menghimpun dana senilai 700 juta dollar AS.

Menurut analisisnya, jika murni saham turun dikaitkan dengan rencana divestasi, artinya investor tak happy dengan aksi korporasi itu.

“Itu artinya investor merespons negatif karena perolehan pendapatannya dari XL berkurang. Tetapi kalau saya lihat ini karena belum jelas semua, jadi wait and see,” katanya

Axiata juga memiliki anak usaha di Bangladesh dan Pakistan dan memiliki saham minoritas di M1 Ltd Singapura.

Kemarin, pasca rumor ini berembus, saham EXCL ditutup dengan penurunan 4,15 persen di sesi I menjadi Rp 2.530. Sebelumnya, Ini merupakan level terendah sejak Oktober 2015.

Analis dari Korindo Sekuritas Reza Priyambada mengaku sudah mendegar isu tentang akan dilepasnya sebagian saham XL oleh Axiata.

“Isu ini sudah beredar lama di bursa saham. Nah, sekarang pertanyaannya saham XL ini sekarang turun karena isu itu atau ada skenario membuat turun, itu saya belum tahu,” katanya.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s