Uncategorized

Pemerintah Perlebar Ruang Investasi Bagi Pemodal AS

Darmin optmistis 13 paket kebijakan deregulasi dapat meningkatkan daya tarik investasi  | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Solo

Pemerintah memperlebar ruang investasi bagi pemodal asal Amerika Serikat seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Komitmen tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika menerima kunjungan delegasi Kamar Dagang Amerika Serikat (United State Chamber of Commerce) di kantornya, Kamis (15/9).

Terkait hal ini, Darmin optmistis 13 paket kebijakan deregulasi yang telah dirilis dapat meningkatkan daya tarik investasi dan merangsang pemodal asing masuk ke Indonesia. Pasalnya, berkat 13 paket kebijakan tersebut perizinan usaha menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

Myron Billiant, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala International U.S Chamber of Commerce menilai Indonesia punya potensi ekonomi yang besar serta pasar yang luas untuk dikembangkan. Hal ini membuat Indonesia memiliki daya tarik dan menjadi incaran para pemodal asing, tak terkecuali investor asal AS.

Terlabih, kata Myron, Indonesia dan AS memiliki hubungan dan kerjasama yang cukup baik di bidang investasi.

“Pada 2014, kerja sama ekonomi Amerika Serikat-Indonesia lebih dari US$90,1 miliar per tahun dan 2019 mendatang nilai kerja sama dapat meningkat sebesar 46,2 persen atau sebesar US$131,7 miliar,” ungkap Billiant pada kesempatan yang sama.

Menurut Darmin, investasi menjadi hal krusial bagi perekonomian Indonesia guna mengompensasi sumbangan ekspor yang menurun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai tahun 2015 mengalami penurunan mencapai US$23,8 miliar karena terpukul harga komoditas dunia yang membuat ekspor menurun dan menekan rupiah,” ungkap Darmin di Jakarta, Kamis (15/9).

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menggenjot investasi. Terutama mendorong penanaman modal asing guna mendorong terjadinya industrialisasi.

“Kami genjot peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tingkatkan investasi untuk pengembangan industrialisasi dan peningkatan daya saing usaha,” jelas Darmin.

Terkait hal ini, Darmin optmistis 13 paket kebijakan deregulasi yang telah dirilis dapat meningkatkan daya tarik investasi dan merangsang pemodal asing masuk ke Indonesia. Pasalnya, berkat 13 paket kebijakan tersebut perizinan usaha menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

Myron Billiant, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala International U.S Chamber of Commerce menilai Indonesia punya potensi ekonomi yang besar serta pasar yang luas untuk dikembangkan. Hal ini membuat Indonesia memiliki daya tarik dan menjadi incaran para pemodal asing, tak terkecuali investor asal AS.

Terlabih, kata Myron, Indonesia dan AS memiliki hubungan dan kerjasama yang cukup baik di bidang investasi.

Pemerintah memperlebar ruang investasi bagi pemodal asal Amerika Serikat seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Komitmen tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika menerima kunjungan delegasi Kamar Dagang Amerika Serikat (United State Chamber of Commerce) di kantornya, Kamis (15/9).

Menurut Darmin, investasi menjadi hal krusial bagi perekonomian Indonesia guna mengompensasi sumbangan ekspor yang menurun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai tahun 2015 mengalami penurunan mencapai US$23,8 miliar karena terpukul harga komoditas dunia yang membuat ekspor menurun dan menekan rupiah,” ungkap Darmin di Jakarta, Kamis (15/9).

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menggenjot investasi. Terutama mendorong penanaman modal asing guna mendorong terjadinya industrialisasi.

“Kami genjot peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tingkatkan investasi untuk pengembangan industrialisasi dan peningkatan daya saing usaha,” jelas Darmin.

Pada kesempatan yang sama, Presiden AmCham Indonesia Brian Arnold menuturkan bila kerja sama Amerika Serikat-Indonesia terus berkembang, Indonesia dapat memacu ekonomi untuk tumbuh sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah, sekitar 5 persen.

“Kemitraan ini memberikan ruang bagi pemerintah dan badan usaha untuk berdiskusi tentang kebijakan pertumbuhan ekonomi. Terlebih dengan dukungan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo),” ujar Arnold.

Selanjutnya, ia juga meminta pemerintah Indonesia dapat meningkatkan kolaborasi dan komunikasi, melakukan inovasi, dan mengembangkan birokrasi dan reformasi kebijakan.

“Contoh spesifik adalah penghapusan Daftar Negatif Investasi (DNI), rasionalisasi proses izin kerja, penyederhaan izin, reformasi, dan penyesuaian insentifikasi pelayanan publik dan pengadilan,” jelasnya.

Namun, Kamar Dagang AS menekankan pentingnya sejumlah amunisi yang harus disiapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk mencapai sasaran investasi. Pertama ialah jaminan kepastian hukum.

“Kepastian hukum menjadi landasan bagi kepercayaan dan perkembangan bisnis untuk investasi, tumbuh, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini dikejar dengan kepastian kontrak, pelaksanaan hukum, dan pengadilan yang berimbang,” kata Billiant.

Investor AS Minati Investasi Sektor Kelistrikan di Indonesia | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Solo

Banyaknya investor asal Amerika Serikat (AS) yang bekerja sama dengan Indonesia menunjukkan hubungan bilateral AS-Indonesia sangat kuat.

Ia juga berpendapat, pertemuan antara para investor AS dan pemerintah juga pelaku bisnis dari Indonesia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke AS pada tahun lalu.

“Di situ kan ada bussiness forum juga,” pungkasnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Thomas Lembong mengatakan, dari banyak kerja sama itu, sektor listrik merupakan yang paling diminati para investor dan pelaku bisnis asal negeri Paman Sam tersebut.

Mantan menteri perdagangan ini menambahkan beberapa sektor juga menjadi incaran para investor asal AS.

“Ada beberapa lainnya juga seperti alat berat, energi, otomotif,” imbuhnya.

Ia juga berpendapat, pertemuan antara para investor AS dan pemerintah juga pelaku bisnis dari Indonesia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke AS pada tahun lalu.

“Di situ kan ada bussiness forum juga,” pungkasnya.

Dia yakin kualitas dan kuantitas juga faktor yang penting dalam kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan AS.

“Pastinya akan ada era baru di investasi setelah ini, seperti di lifestyle, e-commerce dan entertainment,” tuturnya lagi.

Menko Darmin: Ekonomi Kita Pernah Melambat, Tapi Kini Sudah Bangkit | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Solo

Krisis ekonomi global yang tejadi pada tahun 2008 dan 2015 memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini pun diakui oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution di hadapan investor asal Amerika Serikat (AS).

Untuk itu, Darmin berharap agar Indonesia dan Amerika Serikat dapat terus menjalin kerjasama. Utamanya adalah kerjasama pada bidang ekonomi melalui investasi.

“Sejak ada hubungan diplomatik lebih dari 60 tahun yang lalu, telah banyak berkembang hubungan ekonomi, politik, dan lainnya. Salah satu yang penting adalah perkembangan dalam perdagangan di 2015 lalu yang cukup tinggi meskipun juga tertekan karena harga komoditas global,” jelas Darmin.

“Kita juga lihat kita punya potens besar untuk ritel. Ini juga bisa dikembangkan besama,” tutupnya.

“Indonesia memang tumbuh lambat karena krisis ekonomi global. Lalu juga karena harga penurunan komoditas yang berdampak pada ekspor. Lalu juga karena ketidakpastian Federal Reserve. Kita juga tertekan dengan nilai ekspor dan Rupiah juga terdepresiasi,” kata Darmin di Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Namun, saat ini investor tak perlu khawatir dengan keadaan ekonomi Indonesia. Pasalnya, dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan, Indonesia secara perlahan dapat keluar dari krisis ekonomi.

“Indonesia telah memberikan stimulus bagi ekonomi. Kita lakukan deindustrialisasi dan kebijakan fiskal lainnya untuk menumbuhkan kompetisi di Indonesia,” imbuhnya.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s