Uncategorized

BEI: Tak ada indikasi aksi goreng saham BEKS

BEI memberikan teguran tertulis kepada RHB OSK Securities | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Medan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menegur RHB OSK Securities. Teguran tersebut dilayangkan seiring munculnya antrean jual sebesar 2,1 miliar lot saham PT Bank Pundi Tbk. BEI menegaskan bahwa tidak ada indikasi saham goreng pada aktivitas tersebut.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, hal ini murni kerusakan sistem karena ordernya hampir 2,1 miliar lot saham, sementara jumlah saham beredarnya tidak sebesar itu.

Atas teguran tertulis tersebut, Hamdi mengatakan bahwa RHB OSK Securities telah merespon dengan menyatakan bahwa ada kesalahan pada sistem sekuritas.

“Jadi di sisi mereka itu ada error sehingga jual oleh nasabah itu bisa berulang kali dalam jumlah yang besar,” katanya. BEI telah meminta RHB OSK Securities untuk mengaudit dan memperbaiki sistem tersebut.

“Hasilnya nanti dilaporkan ke bursa. Namun memang belum dilaporkan lagi, karena mereka harus periksa lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, BEI memberikan teguran tertulis kepada RHB OSK Securities, Kamis (15/9) kemarin. Dalam teguran tersebut, BEI mengatakan bahwa sistem error pada online trading RHB mengakibatkan order berulang dan berdampak buruk pada sistem perusahaan dan sistem di bursa secara keseluruhan.

“Baru teguran tertulis karena mereka harus memeriksa sistemnya dan melakukan perbaikan kalau ada error yang terjadi,” kata Hamdi.

“Jumlah saham beredarnya tidak sebesar itu, jadi tidak mungkin. Itu murni kesalahan sistem mereka,” kata Hamdi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/9).

Asal tahu saja, pada Jumat (9/9), sempat muncul posisi volume jual (offer) atas 2,1 miliar lot saham BEKS pada level harga Rp 53 per saham. Total offer tersebut mencapai Rp 11,1 triliun. Volume ini setara dengan 210 miliar saham. Padahal, saham beredar BEKS hanya 46,17 miliar saham. Atas kejadian ini, sempat muncul dugaan jual beli palsu atawa fake demand and supply.

Transaksi Saham Bank Banten Kacau, BEI Tegur RHB Securities | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Medan

Untuk diketahui, pada Jumat pekan lalu posisi volume jual sebesar 2,1 miliar lot saham BEKS dengan harga Rp53 per lembar. Jika dihitung, jumlah tersebut sama dengan 210 miliar saham dengan total nilai Rp11,13 triliun. Jumlah tersebut melebihi saham beredar BEKS yang hanya 46,17 miliar saham.

Lebih lanjut, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) adalah nama baru dari PT Bank Pundi Indonesia Tbk. Perubahan nama itu tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/KDK.03/2016 tertanggal 29 Juli 2016 tentang Penetapan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama Bank Pundi menjadi Bank Banten.

Bank Pembangunan Daerah Banten terbentuk usai Banten Global Development yang merupakan BUMD milik pemprov Banten mengakuisisi PT Bank Pundi Indonesia

Hamdi memastikan tidak ada indikasi short selling dalam hal ini, padahal jumlah transaksi melebihi dari total jumlah saham yang yang ada pada BEKS.

“Enggak itu murni sistem error saja, makanya kami minta mereka untuk audit dan nanti mereka perbaiki dan laporkan ke bursa nanti hasilnya. Jadi belum dilaporkan lagi, karena mereka harus periksa lagi,” papar Hamdi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi berupa teguran tertulis terhadap PT RHB Securities Indonesia atas terjadinya system error pada online trading.

Pasalnya, kejadian tersebut membuat transaksi berulang pada saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) berkode BEKS, sehingga volume jual saham mencapai 2,1 miliar lot pada Jumat pekan lalu (9/9).

Lebih lanjut Hamdi menjelaskan, RHB Securities perlu memeriksa sistem pada online trading dan melakukan perbaikan untuk nantinya dilaporkan kembali ke BEI atas kejadian tersebut. Namun, karena teguran tersebut baru dikeluarkan kemarin, maka belum ada respon lebih lanjut dari RHB Securities.

“Kan baru dikeluarkan tegurannya, responnya itu ada kesalahan di sistem mereka,” imbuh Hamdi.

“Ada error dari sisi mereka (RHB Securities), jadi karena ada error itu yang jual oleh nasabah itu bisa berulang kali dalam jumlah yang besar,” ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini, Jumat (16/9).

Akhir Tahun Ini, BEI dan Bursa Malaysia Bisa Saling Transaksi Saham | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat Cabang Medan

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyepakati perjanjian kerja sama dengan Bursa Malaysia untuk dapat melakukan transaksi efek lintas negara atau cross border offering. Lewat cara ini, investor dari Indonesia bisa langsung membeli efek emiten Malaysia lewat broker Indonesia tanpa harus ke negara asalnya langsung, begitu juga sebaliknya.

Kesepakatan transaksi efek lintas negara atau cross border offering diharapkan dapat direalisasikan akhir tahun ini.

“Ini inisiatif bursanya setelah itu tawarkan ke perusahaannya. Diregisterkan emitennya lalu beli saham Malaysia dari broker sini kemudian dieksekusi oleh broker Malaysia. Mudah-mudahan kecapaian ya di tahun ini,” tutur Samsul.

Samsul juga menambahkan, dengan masuknya investor Malaysia ke pasar modal Indonesia dapat meningkatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia juga bisa bertambah.

“Kalau jumlah likuiditas naik kan impact ke valuasi. Kalau valuasi naik, market capital naik,” tutur Samsul.

Skema transaksi efek lintas negara antara Indonesia dan Malaysia tetap melalui perantara pedagang efek atau broker di masing-masing negara. Selanjutnya, broker akan menghubungi broker negara tujuan untuk menyetujui transaksi yang sudah dipilih.

BEI tengah menunggu persetujuan untuk dapat melakukan transaksi efek lintas negara dengan Malaysia yang nantinya juga diharapkan emiten Indonesia bisa dicatatkan (register) di Bursa Malaysia.

Emiten Malaysia yang ingin diperdagangkan efeknya di Indonesia juga bisa mendaftarkan namanya di BEI untuk menjaring lebih banyak investor Indonesia.

“Kalau disetujui nantinya kami akan ada emiten kita sebagian yang bisa diakses datanya di bursa sana dan sebagian dari saham-saham Malaysia bisa dijual di sini,” terang Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s