Uncategorized

Kawasaki dan Wika Garap Pabrik Feronikel Antam Rp 3,42 T

Antam menunjuk Kawasaki dan WIKA untuk proyek pembangunan pabrik feronikel | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) menunjuk konsorsium unicorporated Kawasaki Heavy Industries Ltd (KHI) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai engineering, procurement, and construction (EPC) turnkey proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (P3FH) tahap I. Nilai kontrak sebesar Rp 3,42 triliun.

Sesuai rencana, P3FH akan ditunjang dengan fasilitas produksi utama yakni rotary dryer berkapasitas 170 ton per jam, rotary kiln berkapasitas 165 ton per jam, electric smelting furnace berkapasitas 60 megawatt (MW), serta peralatan penunjang lainnya.

Direktur Pengembangan Antam Johan NB Nababan mengatakan, pengumuman pemenang tender EPC P3FH menandai komitmen perseroan dalam penyelesaian proyek pabrik feronikel di Halmahera Timur secara tepat waktu. Pabrik ini akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel perusahaan dari 27-30 ribu ton nikel (Tni) per tahun menjadi 40.500-43.500 per tahun.

Johan menambahkan, proyek P3FH merupakan salah satu proyek strategis Antam yang bertujuan meningkatkan nilai tambah potensi bijih nikel perusahaan. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan pengolahan bijih nikel menjadi feronikel. Proyek P3FH tahap I line I akan memiliki kapasitas 13.500 Tni dalam feronikel.

“Proyek P3FH juga turut mendukung program pembangunan industri dasar logam stainless steel. Direncanakan proyek ini dapat melaksanakan komisioning pada akhir 2018,” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (15/9).

“Terkait dengan penyediaan tenaga listrik pabrik feronikel Haltim, pada Januari 2016, telah ditandatangani MoU pembangunan pembangkit listrik antara Antam dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang akan membangun PLTU berkapasitas 80 MW,” jelas Johan.

Sebelumnya, Antam dikabarkan berniat menawarkan sebagian kepemilikan saham PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) kepada mitra usaha asal Jepang Showa Denko K.K. Entitas usaha tersebut merupakan pemilik pabrik pengolahan bijih baukesit menjadi Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, Antam berniat melepas sebagian saham anak usahanya kepada investor strategis guna meningkatkan kinerja perseroan tahun ini. Perseroan akan menawarkan saham anak usaha yang memiliki proyek dengan keuntungan menjanjikan.

Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman mengatakan, selain CGA Tayan, perseroan juga mengevaluasi anak usaha lain yang dapat menarik minat investor strategis. Anak usaha yang bakal dipilih diprioritaskan memiliki pabrik yang telah berproduksi.

“Kalau kami tawarkan anak usaha yang memiliki nilai kecil, kemungkinan jarang investor yang beminat. Tapi, jika kami tawarkan yang punya nilai tinggi, bisa banyak investor meliriknya,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Adapun pelemahan harga komoditas memukul kinerja Antam pada tahun lalu sehingga, perseroan mengalami rugi bersih Rp 1,4 triliun. Perseroan pun melakukan revaluasi aset guna mengurangi tekanan pada kinerja keuangan.

“Tapi tahun ini, revaluasi aset sudah tidak ada lagi, jadi strategi lain yang kami pertimbangkan adalah pelepasan sebagian saham anak usaha. Sehingga ada mitra strategis yang bisa diajak kerja sama,” ujar Tedy.

Namun, Tedy belum dapat menyebut secara rinci anak usaha mana yang prospektif untuk dilepas sebagian sahamnya. Rencananya, skema pelepasan saham dilakukan dapat kurun waktu periode tertentu, atau suatu saat perseroan dapat membeli kembali saham anak usaha tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, Antam memiliki tujuh anak usaha yang telah beroperasi komersial, yakni Asia Pasific Nickel Pty Ltd, PT Indonesia Coal Resources, PT Antam Resourcindo, PT Cibalung Sumberdaya, PT International Mineral Capital, PT Citra Tobindo Sukses Perkasa, dan PT Nusa Karya Apindo.

Saat ini, Antam memiliki 80% saham pada ICA, dan sisa 20% dikuasai Showa Denko. Pekerjaan pabrik CGA di Tayan telah selesai tahun lalu, dan sudah melewati proses uji coba. Tahun ini, utilisasi pabrik akan ditingkatkan secara bertahap (ramp up).

Antam Gandeng Konsorsium Kawasaki-Wika | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

“Penunjukan pemenang tender EPC turnkey proyek P3FH menandai komitmen Antam untuk menyelesaikan proyek pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur, tepat waktu dan tepat anggaran,” kata Direktur Pengembangan Antam, Johan N.B Nababan, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Proyek P3FH merupakan salah satu proyek strategis Antam yang bertujuan meningkatkan nilai tambah potensi bijih nikel perusahaan melalui kegiatan pengolahan bijih nikel menjadi feronikel, dimana tahap1 Line 1 memiliki kapasitas produksi 13.500 TNi dalam feronikel.
Nantinya P3FH ini akan ditunjang fasilitas produksi utama yaitu rotary dryer berkapasitas 170 ton per jam, rotary kiln kapasitas 165 ton per jam, electric smelting furnace berkapasitas 60 MW serta peralatan penunjang lainnya.
Ada pun penyediaan tenaga listrik, pada Januari 2016 telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Antam dengan PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang akan membangun PLTU berkapasitas 80 MW.

PT Antam (Persero) Tbk menetapkan konsorsium Kawasaki Heavy Industries Ltd dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai pemenang tender kontrak EPC (Engineering, Procurement and Construction) proyek pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) tahap 1 Line 1, dengan nilai kontrak Rp3,42 triliun.

Menurut Johan, pabrik feronikel Haltim akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel Antam menjadi 40.000-43.500 ton nikel (TNi) per tahun dari sebelumnya sekitar 27.000-30.000 TNi per tahun.
Pabrik yang ditargetkan memasuki tahap komisioning pada akhir 2016 ini juga turut mendukung program pembangunan industri dasar logam stainless steel.

Antam (ANTM) Tunjuk Pemenang Lelang Proyek Feronikel Halmahera | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

Terkait dengan penyediaan tenaga listrik pabrik tersebut, Antam telah menandatangani nota kesepahaman pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 80 MW dengan PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Korporasi tambang milik negara, PT Antam (Persero) Tbk., menyatakan telah melakukan penunjukan pemenang lelang kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) turnkey proyek pembangunan Pabrik Feronikel di Halmahera Timur (P3FH) tahap I line 1.

Menurutnya, proyek P3FH itu dapat melaksanakan komisioning pada akhir 2018. Proyek itu sendiri dianggap merupakan salah satu proyek strategis Antam yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah potensi bijih nikel melalui kegiatan pengolahan bijih nikel menjadi feronikel.

Proyek P3FH tahap I line 1 itu akan memiliki kapasitas produksi 13.500 TNi dalam feronikel. Pabrik itu akan ditunjang dengan fasilitas produksi utama yaitu rotary dryer berkapasitas 170 ton per jam, rotary klin kapasitas 165 ton per jam, electric smelting furnace kapasitas 60 MW serta peralatan penunjang lainnya.

Pemenang lelang itu adalah konsorsium Kawasaki Heavy Industries Ltd. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dengan nilai kontrak Rp3,42 triliun. Direktur Pengembangan Antam Johan N.B Nababan mengatakan penunjukan pemenang lelang itu menandai komitmen perseroan dalam penyelesaian proyek tersebut secara tepat waktu dan tepat anggaran.

“Pabrik feronikel Haltim akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel perusahaan dari 27.000-30.000 Ton Nikrl (TNi) per tahun menjadi 40.500-43.500 TNi per tahun, serta turut mendukung program pembangunan industri dasar logam stainless steel,” paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/9/2016).

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s