Uncategorized

Wall Street Datar

Investor Masih Menunggu Rapat Federal Reserve |  PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

 

The Fed diprediksi akan menahan tingkat suku bunga acuan. Investor masih menunggu pidato Gubernur The Fed, Janey Yellen, pada Rabu ini untuk melihat sinyal kenaikan suku bunga, yang diprediksi bakal terjadi Desember.

“Sentimen suku bunga acuan yang menggerakkan pasar saham,” kata Analis, Jake Dollarhide, dilansir dari Reuters, Selasa (20/9/2016).

Saham-saham perbankan naik, namun saham Apple turun 1,2% setelah kenaikan besar pada pekan lalu.

Secara total, ada 6,1 miliar lembar saham yang ditransaksikan di Wall Street kemarin. Di bawah rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,7 miliar lembar dalam 20 hari terakhir.

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir datar pada perdagangan Senin. Kenaikan saham perbankan belum mampu menaikkan bursa saham, karena turunnya saham Apple.

Selain itu, investor juga masih menunggu-nunggu rapat Federal Reserve (The Fed) yang dilakukan pekan depan, terkait keputusan kenaikan suku bunga acuan.

Pada perdagangan Senin (19/9/2016), indeks Dow Jones turun 3,63 poin (0,02%) ke 18.120,17. Indeks S&P 500 turun 0,04 poin ke 2.139,12. Indeks Nasdaq Composite turun 9,54 poin (0,18%) ke 5.235,03.

BURSA AS: Fed Bersiap Rapat, Wall Street Bergerak Tipis | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Pada perdagangan Senin, sektor energi tergelincir 0,1% setelah harga minyak mentah melemah, sedangkan sektor real estate menguat 1%.

Sementara itu, saham Apple merosot 1,2% walaupun membukukan keuntungan besar pekan lalu. Saham ini menjadi pendorong terbesar pada bursa AS.

Bursa saham AS ditutup bergerak tipis karena investor bersiap untuk pertemuan Federal Reserve akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 3,63 poin atau 0,02% ke 18.120,17, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 0,04 poin ke level 2.139,12.

Kebanyakan investor merasa pasar bullish akan terpangkas akan tertekan oleh kenaikan suku bunga acuan, dan rapat The Fed tentunya menjadi kekhawatiran,” lanjutnya.

Probabilitas kenaikan suku bunga acuan menurut situr FedWatch CME yang dikutip Reuters hanya mencapai 12% pada September. Namun, peluang kenaikan pada Desember mencapai 55%.

Investor juga menunggu pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang pada hari Selasa dan Rabu, sementara debat pertama pemilihan presiden AS rencananya diadakan Senin pekan depan.

Seperti dilansir Reuters, The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan ini, tetapi investor akan menilai pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada hari Rabu untuk melihat apakah bank sentral berencana menaikkan suku bunga pada Desember.

Setelah diperdagangkan di zona hijau pada awal perdagangan, indeks S&P 500 melemah ke zona merah.

“Pasar telah didorong oleh kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Saham Apple Turun Picu Pelemahan Wall Street | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

The Fed juga memperkirakan akan menetapkan suku bunga berubah pada pertemuan yang berlangsung selama dua hari. Namun investor akan tetap mencermati pidato Ketua the Fed Janet Yellen untuk melihat kemungkinan, apakah bank sentral AS ini akan tetap berencana mengubah kebijakan suku bunganya pada Desember.

“Pasar telah berlebih. Ini didorong ancaman suku bunga yang lebih tinggi,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa.

Wall Street ditutup melemah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), pelemahan ini dikarenakan adanya penurunan saham Apple meski masih diimbangi keuntungan di sektor saham bank. Begitu juga dengan pengaruh investor tengah bersiap untuk pertemuan Federal Reserve di akhir pekan ini.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones industrial average turun 3,63 poin, atau 0,02 persen ke posisi 18.120,17. Sementara indeks S & P 500 kehilangan 0,04 poin menjadi 2.139,12 dan Nasdaq Composite turun 9,54 poin atau 0,18 persen ke 5.235,03.

Investor juga mengincar hasil pertemuan Bank Jepang pada Selasa dan Rabu. Sementara debat pertama pemilihan presiden AS diatur untuk Senin depan.

“Anda berada dalam siklus di pasar di mana ketidakpastian politik dan ketidakpastian ekonomi begitu tinggi sehingga investor mengambil keuntungan dari setiap naik untuk menjual dan setiap aksi jual untuk membeli,” kata Presiden LibertyView Capital Management Rick Meckler.

“Sepertinya ada masih yang korelasi yang kuat antara apa yang terjadi pada minyak mentah dan apa yang terjadi di pasar sekarang,” kata Chuck Carlson, Chief Executive Officer Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.

Sekitar 6,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah 6,7 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

Sehingga investor terjebak dalam rentang perdagangan yang mungkin membuat tidak bisa keluar sampai pertemuan Fed berlangsung. Saham Apple (AAPL.O) yang mempengaruhi pasar, merosot 1,2 persen setelah mencatatkan keuntungan besar pekan lalu. Saham ini yang menjadi hambatan terbesar pada tiga indeks utama AS.

Ini diimbangi saham bank yang naik, seperti saham JPMorgan (JPM.N), Bank of America (BAC.N) dan Wells Fargo (WFC.N) tercatat membukukan keuntungan, dan indeks KBW Bank naik 0,5 persen. Di sisi lain, saham energi tergelincir 0,1 persen, menarik kembali karena harga minyak yang mengupas keuntungan selama sesi.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s