Uncategorized

Pemerintah Akan Implementasikan B-20 ke Solar Non-Subsidi

Penyerapan biodiesel diklaim berhasil menghemat devisa negara Rp8,05 triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bakal memperluas mandatori pencampuran biodiesel sebesar 20 persen (mandatory B-20). Selain Solar bersubsidi, pemerintah akan mengimplementasikan B-20 di dalam solar non-subsidi.

Menurut data Kementerian ESDM, realisasi penyerapan biodiesel hingga Agustus tercatat 1,95 juta kiloliter. Angka ini tercatat 66,55 persen dari target penyerapan akhir tahun sebesar 2,93 juta kiloliter.

Penyerapan biodiesel tersebut diklaim berhasil menghemat devisa negara sebesar Rp8,05 triliun dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 9 juta karbondioksida (CO2)

Direktur Jenderal Energi, Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana menjelaskan, perluasan objek mandatory B-20 ini dilakukan agar pengusahaan kelapa sawit dan pengguna solar sama-sama untung. Selain itu, perluasan mandatory B-20 ini juga dianggap bisa menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Kemarin kami fokus ke yang subsidi, sekarang akan kami perluas ke non-subsidi. Yang pasti akan lebih green dari sisi lingkungan. Sedangkan dari sisi keekonomian, kami yakin di hulu dan di hilir bisa diuntungkan. Yang penting negara diuntungkan,” ujar Rida ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/9).

Sama seperti solar bersubsidi, selisih harga solar non-subsidi dan biodiesel akan disubsidi menggunakan dana kutipan eskpor minyak kelapa sawit (CPO Fund). Kendati demikian, pemerintah tak berencana untuk meningkatan angka kutipan CPO Fund per tonnya.

Rida beralasan, ekspor CPO tahun depan akan meningkat sehingga dana pungutan seharusnya juga bisa ikut terkerek. Menurut asumsi yang ia gunakan, ekspor CPO tahun depan diprediksi sebesar 30 juta ton, atau meningkat 13,64 persen dari realisasi ekspor tahun 2015 sebesar 26,4 juta ton.

Dengan demikian, angka kutipan CPO Fund akan tetap sebesar US$20 per ton hingga US$50 per ton, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 114 tahun 2015 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan.

“Sementara ini tetap satuan (pungutannya), meski kemarin kami pernah meng-exercise, bagaimana kalau satuan pungutannya dikurangi atau ditambah. Karena kami menggunakan banyak asumsi untuk kalkulasi itu, seperti volume-nya, pungutannya, serapannya, dan lain-lain,” tuturnya.

Ia berharap, perluasan mandatory B-20 ini bisa mulai dilakukan pada pelaksanaan kontrak biodiesel baru tanggal 1 November 2016 mendatang. Jika ini diterapkan, maka pemerintah berharap bisa meningkatkan penyerapan biodiesel sebesar 2,5 juta kiloliter selama setahun ke depan.

Dengan demikian, diharapkan penyerapan biodiesel selama setahun bisa mencapai 5,5 juta kiloliter. Angka ini terbilang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan target penyerapan tahun ini sebesar 2,93 juta kiloliter.

“Harapan saya kan November mulainya. Begitu ini diketok, dari situlah angka penyerapan 5,5 juta kiloliter bisa dimulai,” lanjutnya.

Penyerapan Biodiesel Dibidik 5,5 juta KL/Tahun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengatakan kenaikan penyerapan dipicu oleh upaya Kementerian ESDM untuk mewajibkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi atau Public Service Obligation (PSO) dan nonsubsidi (non PSO) menyertakan 20 persen bahan bakar nabati atau B20.

Sementara untuk tahun ini, lanjut Rida, target penyerapan biodiesel masih sesuai target. Tercatat sampai dengan awal September 2016 ini, penyerapan biodiesel hanya sekira 1,4 juta kl.

“Seingat saya (target tahun ini) enggak ada masalah. Kalau yang berlaku sekarang kan yang disubsidi yang PSO saja. Yang sekarang lagi kita bicarakan adalah PSO dan non PSO juga,” pungkasnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyerapan biodiesel akan meningkat. Rencananya, pasca perluasan kewajiban penggunaan biodiesel target penyerapnnya akan menjadi 5,5 juta kiloliter (kl) per tahun.

“‎Harapan kita (bisa berlaku November). Itu pun kalau diketok oleh Komite Pengarah. Jadi kan November tinggal dua bulan lagi. Tapi kan disana ada delapan menteri. Ini baru satu menteri (setuju),” kata Rida usai rapat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2016).

Dirinya merinci, target penyerapan yang lebih tinggi hingga 5,5 juta kl biodiesel akan bisa dimanfaatkan. Sebanyak tiga juta KL akan digunakan untuk solar PSO, sementara sisanya sebanyak 2,5 juta kl akan diserap oleh solar non PSO.

Pemerintah beri sanksi jika penyalur BBM tak gunakan biodiesel | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana akan memberlakukan sanksi bagi penyalur BBM yang tidak menerapkan mandatori bahan bakar nabati (biodiesel). Dalam rencananya denda tersebut akan diterapkan sebesar Rp 6.000 per liter.

Kendati demikian, pemerintah saat ini tengah menggodok rencana penerapan kebijakan mandatori B20 untuk penyalur bahan bakar minyak (BBM) non PSO. Selama ini, kewajiban penggunaan 20 persen bahan bakar nabati hanya diperuntukkan bagi penyalur BBM subsidi atau PSO, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo.

“Perpresnya nanti tidak hanya PSO saja. Kalau kemarin kan yang sanksi Rp 6.000 hanya yang PSO. Sekarang itu Perpresnya akan diusulkan yang non PSO juga akan disanksi,” ujar Rida di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/9).

Menurutnya, dengan perluasan pemanfaatan biodiesel tersebut, maka negara akan lebih diuntungkan. Dipastikan, perluasan tersebut tidak akan merugikan pihak manapun, baik industri hilir CPO maupun petani kelapa sawit.

“Yang pasti kita akan lebih green dari sisi lingkungan. Kedua, dari sisi keekonomian, tidak ada istilah merugikan. Tapi menguntungkan semua pihak. Itu yang kita cari sekarang, ekuilibrium nya itu,” tegasnya.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s