Uncategorized

Saingi Visa Cs, Bank BUMN Bikin Perusahaan Prinsipal Kartu Kredit

Himbara akan mendirikan perusahaan prinsipal kartu kredit | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) akan segera mendirikan perusahaan prinsipal kartu kredit untuk mengurangi ketergantungan jasa prinsipal asing, seperti Visa dan Mastercard. Kehadiran perusahaan prinsipal nasional ini diharapkan dapat menghemat biaya operasional perbankan pelat merah.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas mengatakan, pembentukan perusahaan prinsipal kartu kredit tersebut merupakan proyek bersama bank-bank BUMN bersama PT Telkom Tbk. Bank pelat merah ini, antara lain Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Ia menggambarkan betapa tergantungnya masyarakat Indonesia terhadap jasa perusahaan kartu kredit asing. Padahal setiap transaksi di Indonesia, sambungnya, perbankan nasional harus menyetor fee 1,5 persen ke prinsipal asing tersebut.

Misalnya, kata Rohan, masyarakat berbelanja pakai kartu kredit atau ATM Bank Mandiri logo Visa di Matahari Departement Store. Setiap transaksi tidak langsung pindah dari bank ke Matahari, tapi lewat Amerika Serikat (AS) atau Visa dulu karena dipungut fee 1,5 persen. Bayangkan transaksi belanja orang Indonesia yang sangat banyak.

“Makanya kalau bikin perusahaan prinsipal sendiri dari akun Bank Mandiri bisa langsung ke Matahari. Mungkin fee-nya (ke perusahaan prinsipal nasional) 0,25 persen. Itu kan penghematan yang luar biasa,” terangnya.

Meski tak menyebut investasi masing-masing perbankan, Rohan berharap, pembentukan perusahaan prinsipal kartu kredit domestik ini bisa segera terwujud. “Mudah-mudahan segera tahun ini,” tukasnya.

Himbara ingin bikin Visa (perusahaan prinsipal kartu kredit) sendiri. Jadi semacam Visa dalam negeri,” tegasnya saat acara Media Training Bank Mandiri di Belitung, Jumat (23/9/2016).

Menurut Rohan, langkah ini akan menghemat biaya operasional sangat signifikan, hingga mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Biaya operasional itu meliputi, pengelolaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan mengurangi pembayaran fee terhadap prinsipal asing.

“Penghematan dari pembentukan perusahaan prinsipal lokal ini sangat luar biasa besar, bisa triliunan rupiah. Buat Bank Mandiri, kalau biaya transaksi turun cukup besar, bisa saja suku bunga kredit diturunkan lagi,” jelas Rohan.

Bank Mandiri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Garut | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Bank Mandiri secara sigap memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di wilayah Garut, Jawa Barat. Sebagai reaksi tanggap bencana dan bentuk kepedulian, Bank Mandiri telah menyiapkan paket bantuan sebanyak 330 paket.

Seperti diketahui, banjir bandang melanda Kabupaten Garut akibat meluapnya Sungai Cimanuk. Atas kejadian tersebut, lanjut Rohan, Bank Mandiri menyampaikan keprihatinan dan akan memberikan bantuan dengan sigap.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan badan usaha lainnya untuk bersama-sama memberikan bantuan tanggap darurat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempercepat proses recovery daerah bencana,” pungkas Rohan.

Adapun beberapa paket yang dimaksud yang terdiri dari selimut, mi instan, minyak goreng, makanan ringan, susu, air mineral, gula pasir. Diharapkan, paket ini bisa memberikan keringanan bagi para korban.

“Bantuan yang sudah kami salurkan saat ini diutamakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, yang nilainya sekitar Rp50 juta ditambah 200 kilogram (kg) beras,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri, saat berdiskusi dengan media di Belitung, Kamis, 22 September.

Tahap selanjutnya, lanjut Rohan, Bank Mandiri berencana untuk memberikan bantuan yang sifatnya mendukung perbaikan rumah penduduk, terutama bagi yang kurang mampu.

Kredit Korporasi Dan Konsumen Topang Kinerja Bank Mandiri | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Kredit korporasi dan konsumer akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit PT Bank Mandiri Tbk. hingga akhir tahun ini.

Dari total kredit bank only perseroan, sebesar 86,1% diantaranya merupakan kredit produktif, termasuk pembiayaan ke sektor infrastruktur serta usaha mikro kecil dan menengah. Adapun pertumbuhan kredit perseroan tertinggi pada segmen mikro yang secara tahunan tumbuh mencapai 15,9% dari Rp39,7 triliun pada kuartal II/2015 menjadi Rp46 triliun pada Juni 2016.

Sementara itu, Buana Capital memproyeksikan harga saham BMRI hingga akhir tahun akan mencapai Rp11.300 per saham, dari target sebelumnya Rp9.800 per saham. Pada penutupan perdagangan Kamis (22/9/2016), berada di level Rp11.650 per saham, naik 275 poin atau 2,42% dari perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan perseroan merevisi target pertumbuhan kredit menjadi 10% hingga akhir tahun dari sebelumnya sebesar 13%—14%. “Kami mengorbankan pertumbuhan, fokus ke penyelesaian yang bermasalah,” kata Rohan.

Hingga Semester I/2016, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp610,9 triliun secara konsolidasi, naik 10,51% secara tahunan dari Rp552,8 triliun. Sementara secara bank only, penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp546,95 triliun, naik 10,32% secara tahunan dari Rp495,77 triliun.

Analis Buana Capital Suria Dharma menuturkan hingga Juli 2016, kredit emiten bersandi saham BMRI telah tumbuh 10,4% secara year on year dari posisi Rp489,8 triliun menjadi Rp540,8 triliun. Kendati demikian, pertumbuhan pada Juli 2016 tercatat lebih rendah dari target sasaran yakni 12%–14%.

“Kami memprakirakan pertumbuhan kredit Bank Mandiri akan 10,7% hingga akhir tahun,” tulisnya dalam riset, Kamis (22/9/2016).

Hingga Juni 2016, nilai penyaluran kredit korporasi Bank Mandiri mencapai Rp205 triliun tumbuh 13,51% year on year dan kredit konsumer mencapai Rp76,1 triliun tumbuh 12,41% secara tahunan.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s