Uncategorized

Apindo Minta Jokowi Siapkan Proyek Penyerap Duit Repatriasi

Duit repatriasi tidak akan bisa menggerakkan ekonomi Indonesia jika hanya disimpan di perbankan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

https://i2.wp.com/media.viva.co.id/thumbs2/2015/07/26/326752_hariyadi-b--sukamdani--ketum-asosiasi-pengusaha-indonesia_641_452.jpg

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengemukakan, dengan menyiapkan proyek yang jelas diharapkan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) tahun depan dapat mencapai 5,5 persen hingga 5 persen.

Apindo berharap Pemerintah dapat mempersiapkan dengan matang hal tersebut maksimal akhir tahun ini. Dengan demikian, Wajib Pajak (WP) bisa segera memutuskan jenis investasi apa yang akan dilakukannya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta Pemerintah menyiapkan instrumen proyek investasi yang jelas untuk menyerap dana repatriasi, agar ekonomi Indonesia dapat bergerak lebih kencang.

“Yang paling penting ke mana uang itu akan diinvestasi, kalau masuk ke perbankan itu bukan untuk menggerakkan ekonomi. Jadi Pemerintah siapkan proyek mana, apakah infrastruktur, apakah perumahan rakyat, atau bantu Usaha Kecil Menengah (UKM),” ungkap Hariyadi, Jumat (30/9).

Dengan demikian, Apindo merevisi target pencapaian uang tebusan menjadi Rp120 triliun hingga akhir tahun dan Rp130 triliun hingga akhir Maret 2017.

Sementara itu, dengan perolehan dana amnesti pajak jelang berakhirnya periode pertama amnesti pajak ini telah melebihi perkiraan Apindo pada periode pertama. Di mana Apindo memprediksi target dana perolehan tebusan amnesti pajak sebesar Rp50 triliun-Rp80 triliun, sedangkan hingga pukul 19.21 WIB hari ini jumlah uang tebusan berjumlah Rp87,4 triliun.

Maka dari itu, bos grup Sahid berharap pemerintah bisa mendorong UKM dengan menggencarkan sosialisasi terhadap pelaku usaha kecil itu.

Tambahan tersebut diprediksi berasal dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Di mana periode kedua amnesti pajak ini juga sebagian besar akan diramaikan oleh UKM. Sementara, untuk pengusaha atau WP besar sendiri diperkirakan masih ada tetapi tidak lebih dari 5 persen.

“Pengusaha sudah hampir 95 persen dari Apindo yang ikut amnesti pajak, sisanya nanti periode ke-dua. Sisanya belum karena ada masalah administrasi, perbankan, dan lain-lain,” terangnya

“Sosialisasi di pasar-pasar, karena WP kecil tidak datang ke kantor pajak, takut datang. Pajak harus membuka stand sosialisasi, bukan UKM yang datang,” kata Sofjan Wanandi selaku Ketua Dewan Pertimbangan Apindo.

Hal ini karena sosialisasi yang dilakukan selama ini masih terbilang minim. Selain itu, sosialisasi yang perlu dilakukan pun tentunya berbeda dengan sosialisasi terhadap pengusaha.

Perbaikan Administrasi Pajak

“Bertambahnya basis pajak dengan banyaknya peserta program amnesti pajak semakin meningkatkan jumlah kepemilikan NPWP baru dan bertambahnya objek pajak yang diindikasikan oleh jumlah repatriasi, deklarasi luar negeri dan dalam negeri,” kata Hariyadi.

Kendati puas dengan hasil dana amnesti pajak, tetapi Apindo mengingatkan potensi untuk mendapat tambahan penerimaan uang tebusan masih cukup besar. Namun, keberhasilan pemanfaatan program amnesti pajak ini perlu dibarengi dengan perbaikan administrasi pajak.

Apindo juga meminta pemerintah dapat melakukan reformasi pajak, yakni perbaikan Undang-Undang (UU) perpajakan yang “business friendly”, penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan maupun PPh orang pribadi, dan peninjauan sistem pajak pertambahan nilai (PPN).

Dengan begitu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diharapkan dapat menggunakan momentum ini untuk memperbaiki sistem informasi perpajakan yang lebih terintegrasi sehingga dapat memanfaatkan data yang diperoleh dari amnesti pajak secara maksimal.

Pemerintah Diminta Jalankan Proyek Serap Dana Amnesti Pajak | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan, dana yang tertampung di perusahaan keuangan ini tidak boleh tersimpan terlalu lama. Pengusaha lebih banyak yang tertarik untuk menggelontorkan dana mereka pada sejumlah proyek infrastruktur.

Pemerintah diminta segera menjalankan proyek untuk menampung dana repatriasi program amnesti pajak. Hal ini karena pengusaha dinilai lebih tertarik untuk berinvestasi ke sejumlah proyek infrastruktur dibandingkan menyimpan dananya.

“Yang paling penting kan ini mau ke mana uang itu akan diinvestasikan. Jangan hanya masuk ke bank dan lain-lain. Pemerintah harus segera menyiapkan proyek mana yang bisa diikutsertakan oleh pemgusaha. Sehingga perekonomian nasional juga naik,” kata Sofyan di kantor Apindo, Jakarta, Jumat (30/9).

Menurut Sofyan, pengusaha tidak mungkin memasukkan dana yang ada untuk masuk ke perusahaan mereka secara total. Pengusaha akan mencari alternatif usaha lain yang juga menguntungkan, dan meningkatkan profit berkali-kali lipat.

Dana program pengampunan pajak atau amnesti pajak mulai mengalir ke dalam negeri dalam jumlah banyak. Dari data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada pukul 17.10 Wib, Jumat ‎(30/9), total uang tebusan uang masuk ke DJP mencapai Rp 96,7 triliun. Dana ini didapat berdasarkan pelaporan surat pemberitahuan (SPH) mencapai Rp 3.441 triliun.

Para pengusaha, menurut Sofyan, berharap pemerintah bisa merangkul pengusaha untuk ikut serta menyukseskan pembangunan yang menjadi program‎ prioritas, baik itu melalui investasi langsung, atau bekerja sama dengan BUMN yang ditugasi pemerintah dalam pembangunan tersebut.

Pemerintah, kata dia, memang telah mencanangkan sejumlah program seperti pembangunan jalan, pelabuhan, dan sektor infrastruktur lain. Di sektor properti pun, pemerintah berniat membangun satu juta rumah. Program-program inilah yang benar-benar harus dipersiapkan secara detil dan serius.

“Kalau pengusaha yang harus bikin visibility study kan lama. Nah kita butuh yang sudah siap dijalankan, jadi tinggal masuk untuk investasi,” ujarnya.

Inilah Usulan Apindo Usai TA Tahap I Sukses | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Periode pertama program amnesti pajak atau tax amnesty hari ini Jumat (30/09/2016) resmi berakhir, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pun cukup senang dengan perolehan di periode pertama ini.

Meski terlihat berhasil pada periode pertama ini, ternyata Apindo mempunyai permintaan kepada pemerintah, apa saja permintaanya?

“Bahwa apa yang kami perkirakan ternyata sesuai. Hari ini mencatat sejarah bahwa ternyata Indonesia jauh melebihi dari negara lain. Di bawah kita ada Italia,” kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani di Kantornya.

Dengan berhasilnya program tax amnesty pada periode pertama ini, pemerintah diharapkan dapat melakukan reformasi di bidang perpajakan, antara lain:

3. Peninjauan sistem PPN atau VAT Sistem PPN perlu ditinjau dengan melakukan kajian mendalam untuk menjajaki kemungkinan diterapkannya sistem Sales Tax untuk mempermudah implementasinya di Iapangan sehingga diharapkan meningkatkan compliance rate.

2. Penurunan Tarif PPh Badan maupun PPh Orang Pribadi, Terkait dengan tarif, APINDO mengusulkan tarif yang kompetitif dengan negara negara lain. Misalnya 17% agar dengan demikian beban biaya usaha berkurang untuk penambahan modal. Sedangkan untuk PPh orang pribadi diusulkan untuk diturunkan maksimum 22% untuk plafon penghasilan tertinggi.
Dengan tarif yang cukup rendah, maka wajib pajak akan lebih patuh dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak.

1. Perbaikan undang-undang perpajakan dapat dilakukan dengan tidak mengubah Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) seperti draft yang telah dibuat Direktorat Jenderal Pajak.

Draft tersebut juga dinilai APINDO mengurangi kepastian hukum dengan memberikan wewenang kepada Badan Penerimaan Negara untuk mengubah ketetapan pajak tanpa didukung temuan data baru.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s