Uncategorized

32 Peserta Tax Amnesty Bayar Tebusan di Atas Rp 100 M/Orang

Jumlah uang tebusan tax amnesty beragam | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mencatat peserta dari program pengampunan pajak atau tax amnesty beragam. Mulai dari peserta dengan tebusan di bawah Rp 1 juta hingga orang kaya yang bayar di atas Rp 100 miliar.

Tebusan pada rentang Rp 100 juta – 1 miliar meliputi 8.866 wajib pajak, tebusan Rp 1 – 10 miliar meliputi 1.208 wajib pajak, tebusan Rp 10 – 50 miliar meliputi 106 wajib pajak, tebusan Rp 50 – 100 miliar meliputi 12 wajib pajak dan tebusan di atas Rp 100 miliar meliputi 3 wajib pajak.

Untuk wajib pajak badan, tebusan di bawah Rp 1 juta meliputi 13.823 wajib pajak, tebusan pada rentang Rp 1-10 juta meliputi 28.559 wajib pajak, tebusan pada rentang Rp 10 – 100 juta meliputi 23.785 wajib pajak.

Sementara golongan pada rentang Rp 1 – 10 miliar sebanyak 8.437 wajib pajak, Rp 10 – 50 miliar sebanyak 736 wajib pajak, Rp 50 – 100 miliar sebanyak 71 wajib pajak dan di atas Rp 100 miliar sebanyak 32 wajib pajak.

“Segmentasi yang mengikuti tax amnesty ini sangat beragam,” kata Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Secara segmentasi orang pribadi jumlah tebusan di bawah Rp 1 juta terdiri dari 13.242 wajib pajak. Kemudian untuk rentang Rp 1 juta-10 juta sebanyak 91.958 wajib pajak, rentang Rp 10 – 100 juta sebanyak 129.513 wajib pajak dan Rp 100 juta – Rp 1 miliar sebanyak 47.925 wajib pajak.

Tak Hanya UMKM, Pengusaha Besar Masih Ramaikan Periode II Tax Amnesty | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, meyakini masih banyak warga negara Indonesia (WNI) untuk mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty. Tidak hanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), namun juga pengusaha besar.

Hal tersebut disampaikan setelah komunikasi Suryadi dengan beberapa teman pengusaha. Ada yang periode pertama baru melakukan deklarasi, karena banyak persyaratan yang harus diselesaikan. Sehingga repatriasi menyusul di periode selanjutnya.

“Masih banyak potensinya, tidak cuma UMKM tapi juga pengusaha yang besar-besar,” terang Suryadi dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Suryadi memperkirakan pada periode kedua, pola yang akan terjadi juga akan sama seperti periode I. Di mana dua bulan pertama, peserta tax amnesty akan sedikit lebih sepi dan baru melonjak di bulan Desember 2016.

“Jadi mereka baru deklarasi, ada yang baru 70% dari total harta yang dilaporkan, nanti ikut lagi di periode kedua. Ada juga yang punya saham, mereka mau jual dulu baru bawa pulang ke Indonesia,” paparnya.

Sedangkan untuk UMKM, Suryadi menilai total harta dari kelompok pengusaha tersebut sangat besar. Bahkan tidak sedikit yang seperti pengusaha besar berkedok UMKM. Ini terbukti ketika sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Masih banyak teman-teman kita yang belum seluruhnya. Masih ada sisa-sisanya di akhir periode,” ujarnya.

“Kita pernah sosialisasi tax amnesty itu, mereka tanya-nya rumah di luar negeri semua. Banyak juga hartanya. Mudah-mudahan saja mereka setelah tax amnesty itu mereka berubah dari UMKM jadi PKP (Pengusaha Kena Pajak). Jadi naik kelas,” pungkasnya.

Tingkatkan WP Demi Sukseskan Amnesti Pajak di Periode 2 | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Periode pertama amnesti pajak terbilang sukses dalam meraih total tebusan Rp97 triliun. Direktur Jendral (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi tidak puas dengan pencapaian tersebut. Ken mempunyai berbagai cara untuk meningkatkan tebusan di periode kedua amnesti pajak.

“Peserta Amnesti Pajak sebanyak 368 ribu WP masih sangat kecil, bila dibandingkan dengan jumlah WP yang seharusnya memanfaatkan Amnesti Pajak,” tutur Ken, ditemui di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Cara yang akan dilakukan Ken, salah satunya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat atau wajib pajak (WP) yang akan ikut serta dalam amnesti pajak di periode kedua yang akan berakhir per 31 Desember 2016.

Ken menegaskan, hasil yang dicapai di periode amnesti pajak masih berpotensi untuk ditingkatkan, seperti deklarasi luar negeri sebesar Rp951 triliun dan repatriasi sebesar Rp137 triliun.

“Angka itu masih jauh dari data WNI yang dimiliki harta di luar negeri,” terang Ken.

Sebagaimana diketahui, WP Pajak Non UKM di periode pertama bisa membayar deklarasi harta dalam negeri dengan tarif sebesar tiga persen, deklarasi ?harta luar negeri dengan tarif sebesar enam persen, dan r?epartiasi dengan tarif tiga persen.

Sedangkan wajib pajak UMKM, harta yang mencapai Rp10 miliar dikenakan tarif 0,5 persen, dan harta di atas Rp10 miliar dengan tarif dua persen.

Ken pun mengharapkan, agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan program amesti pajak di periode kedua. Hal itu karena tarifnya masih sangat rendah dan tak jauh berbeda dengan periode pertama.

Adapun pembayaran tunggakan pokok pajak di amnesti pajak yang mencapai Rp3,4 triliun masih sangat kecil, bila dibanding jumlah tunggakan pokok pajak sebesar Rp50 triliun. Begitu juga dengan WP dari sektor Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di periode pertama yang hanya mencapai 69.500 WP, angka itu masih kecil bila dibanding jumlah yang ada dalam data Ditjen Pajak sebanyak 600 ribu WP.

“Masih banyak pengusaha UKM yang belum memiliki NPWP. Kami akan kordinasi dengan Kementerian UKM dan Dinas UKM untuk imbau pelaku UKM manfaatkan program amnesti pajak ini,” tegas Ken.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s