Uncategorized

Minyak Brent Menetap di USD50,87 per Barel

Harga minyak mentah meningkat lebih dari 10 persen selama lima sesi terakhir | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Harga minyak mentah dunia kembali melemah tipis setelah pedagang terus menilai dampak kesepakatan awal tentang pemotongan produksi oleh negara anggota OPEC.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) CLc1 ditutup turun 12 sen ke posisi USD48,69 per barel setelah mencapai level USD49,13 per barel pada perdagangan sebelumnya.

Reuters melansir, Rabu, 5 Oktober, minyak mentah Brent LCOc1 menetap 2 sen menjadi USD50,87 per barel, setelah naik ke USD51,37 selama sesi perdagangan, tertinggi sejak 10 Juni.

Kedua harga patokan minyak mentah ini terpantau masing-masing naik sekitar 40 sen berdasarkan data API, dengan Brent berada di USD51,25 per barel dan WTI berada di USD49,19 per barel.

Target OPEC adalah memangkas produksi antara 32,5 juta dan 33,0 juta barel per hari dengan memotong sekitar 700.000 barel per hari dari kekenyangan pasokan global sekitar 1,0 juta-1,5 juta barel per hari, berdasarkan perkiraan analis.

Harga minyak mentah telah meningkat lebih dari 10 persen selama lima sesi terakhir sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan membatasi produksi minyak pada pertemuan kebijakan di Wina pada 30 November.

Minyak naik ke US$49,30 sebarel didukung stok AS | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Minyak mentah dunia melanjutkan penguatannya seiring data industri mingguan yang menunjukkan penurunan stok minyak AS. Sehingga memangkas pasokan.

Minyak WTI kehilangan 12 sen ke level US$ 48,69 hari Selasa setelah naik 9,3 % pada empat sesi sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 13 % di atas rata-rata 100-hari. Minyak WTI naik 7,9 % bulan lalu.

Mengacu Bloomberg, Rabu (5/10), minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 61 sen ke level US$ 49,30 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level US$ 49,18 pada pukul 08:27 pagi waktu Hong Kong.

American Petroleum Institute dalam laporannya menyebutkan stok minyak turun 7,6 juta barel pekan lalu. Kesepakatan antara OPEC dan non-anggota OPEC dapat memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dan mendorong harga sebanyak US$ 15 per barel, menurut menteri minyak Venezuela.

Sedangkan, minyak Brent untuk pengiriman Desember berada 44 sen, atau 0,9 % lebih tinggi di level US$ 51,31 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Harga minyak turun tipis di tengah spekulasi OPEC | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Harga minyak naik sekitar 10 persen dalam lima sesi terakhir setelah OPEC mencapai kesepakatan pada Rabu lalu untuk mengurangi produksi minyak dari 33,24 juta barel per hari menjadi berkisar antara 32,5 juta barel hingga 33 juta barel per hari. Demikian ditulis Antara, Rabu (5/10)

Sementara itu, data persediaan minyak AS juga dalam fokus, yang diharapkan akan dirilis pada Rabu sore. Analis yang disurvei oleh S&P global Platts memperkirakan kenaikan dua juta barel dalam stok minyak mentah untuk pekan yang berakhir 30 September.

Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Penurunan harga terjadi karena para pedagang terus menilai dampak dari kesepakatan awal tentang pemotongan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Para menteri minyak OPEC diharapkan akan menuntaskan rincian akhir dari kesepakatan tersebut di pertemuan organisasi mereka pada 30 November di Wina.

Harga minyak juga tertekan oleh penguatan USD, karena minyak yang dihargakan dalam greenback membuat harga minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Ketika pound sterling Inggris mencapai tingkat terendah 31 tahun setelah Brexit, dolar AS telah menguat secara tajam, dengan indeks dolar AS naik 0,4 persen menjadi 96,13 pada pukul 18.45 GMT.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 12 sen menjadi menetap USD di 48,81 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun dua sen menjadi ditutup pada USD 50,87 per barel di London ICE Futures Exchange.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s