Uncategorized

Profesor Harvard dan MIT Raih Penghargaan Nobel Ekonomi 2016

Nobel Ekonomi 2016 Diraih oleh Pengembang Teori Kontrak | PT Rifan Financindo Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Cabang Bandung

Olive Hart, Profesor dari Universitas Harvard dan Bengt Holmstrom, profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil mendapatkan anugerah Nobel 2016 dalam bidang ekonomi. Keduanya menang berkat mengembangkan teori kontrak.

“Penelitian Hart dan Holmstrom menyoroti bagaimana kontrak membantu menghadapi konflik kepentingan,” ungkap pernyataan resmi dari Royal Academy of Science, Senin (10/10/2016).

Dilansir dari CNN, Royal Academy of Science memaparkan, teori kontrak yang dijabarkan oleh Olive dan Holmstrom berperan penting dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Teori kontrak merupakan persetujuan yang membentuk sebuah bisnis, keuangan, dan kebijakan publik.

penelitian dari Hart menitikberatkan pada apakah penyedia layanan publik, seperti sekolah, rumah sakit, penjara, harus dimiliki secara umum atau diprivatisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “insentif untuk mengurangi biaya biasanya terlalu besar,” kata akademi. Privatisasi layanan-layanan tersebut bisa mengurangi dan keuntungan dari penghematan biaya.

“Hart dan rekannya lebih memerhatikan tentang privatisasi penjara. Otoritas federal di Amerika Serikat faktanya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan penjara privat, alasannya, Kementerian Kehakiman AS baru-baru ini mengeluarkan laporan bahwa kondisi di penjara privat lebih buruk daripada penjara umum,” papar dia.

Dalam penelitiannya, Holmstrom memfokuskan soal kontrak pegawai, termasuk antara CEO dan para pemegang saham.

“Dalam ekonomi, kita tidak benar-benar mengambil bonus, meskipun kelihatannya mereka (bonus) sangat tinggi,” ujar Holmstrom ketika ditanya tentang bonus jutaan dolar yang dibayarkan kepada CEO modern.

Teori kontrak antarkan Hart dan Holmstrom raih Nobel Ekonomi | PT Rifan Financindo Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Cabang Bandung

Komite Nobel di Swedia mengatakan bahwa fondasi ilmiah Hart dan Holmstrom banyak dipakai di berbagai kebijakan, mulai dari legislasi kebangkrutan, gaji eksekutor senior, hingga pembentukan konstitusi politik.

“Jadi, dari tata kelola perusahaan, undang-undang tata negara, hingga berbagai peraturan tentang politik, semuanya bisa dianalisis dengan peranti yang mereka rancang,” kata Stroemberg.

Ekonom kelahiran Inggris Oliver Hart dan Bengt Holmstrom dari Finlandia meraih Hadiah Nobel Ekonomi tahun 2016 berkat pemikiran mereka atas teori kontrak.

Pier Stroemberg, anggota Komite Nobel, mengatakan teori Hart dan Holmstrom tak hanya penting bagi ilmu ekonomi tapi juga bagi ilmu-ilmu sosial yang lain.

Hart yang lahir pada 1948 adalah guru besar ilmu ekonomi di Universitas Harvard, Amerika Serikat, sementara Holmstrom dikenal sebagai guru besar ekonomi dan manajemen di Institut Teknologi Massachusetts.

Tadinya para pengamat memperkirakan Hadiah Nobel tahun ini akan diraih kepala ekonom yang baru, Paul Romer.

Hart dan Holmstrom akan menerima delapan juta kroner atau sekitar £745.000 atau sekitar Rp11,9 miliar dari Komite Nobel.

Selain itu, pemikiran keduanya juga bisa mengidentifikasi ‘potensi kelemahan atau cacat dari desain kontrak’.

Peneliti “Teori Kontrak” Dapat Nobel Ekonomi | PT Rifan Financindo Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Cabang Bandung

Warga Amerika Oliver Hart dan warga Finlandia Bengt Holmstrom memenangi penghargaan Nobel bidang ekonomi karena bisa memberi pemahaman baru bagaimana teori kontrak dapat membantu orang-orang mengatasi konflik kepentingan, dari paket gaji CEO sampai masalah privatisasi layanan publik.

Ketika mengumumkan penghargaan itu, Senin (10/10), Akademi Sains Kerajaan Swedia (Royal Swedish Academy of Sciences) mengatakan “teori baru yang diciptakan oleh Hart dan Holmstrom sangat bernilai untuk memahami kontrak-kontrak di kehidupan orang banyak dan berbagai institusi, dan juga potensi risiko dalam rancangan kontrak.”

Mereka berdua bisa memberi landasan teori, sebagai contoh, apakah penjara atau sekolah harus diprivatisasi atau tetap dijalankan oleh lembaga publik.

Hart, 68, yang lahir di London, bekerja di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, sedangkan Holmstrom, 67, bekerja di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Holmstrom juga anggota dewan di perusahaan telepon seluler Finlandia, Nokia.

Pada dekade 1970an Holmstrom memaparkan bahwa para prinsipal, misalnya pemegang saham, harus merancang kontrak yang optimal bagi agennya, misalnya CEO. Kontrak itu harus mengaitkan antara bayaran si agen dengan informasi yang relevan tentang kinerjanya, dan menghitung cermat perimbangan antara risiko dengan insentif.

“Saya tentu tidak menduga ini, paling tidak sekarang, jadi saya sangat kaget dan tentu juga sangat senang,” kata Holmstorm mengomentari kemenangannya.

“Saat itulah saya menyadari bahwa masalahnya bukan bagaimana menghasilkan rencana yang terbaik,” ujarnya. “Masalah yang lebih besar adalah menciptakan insentif bagi orang-orang untuk memberikan informasi yang tepat yang dibutuhkan dalam rencana ini, dan kemudian memberi insentif secara umum.”

Holmstrom mengatakan dia mempelajari teori kontrak sebelum menjadi akademisi, ketika dia bekerja di sebuah perusahaan pada 1970an dan berusaha memakai komputer untuk membuat perencanaan strategis.

Hart memberi kontribusi fundamental untuk cabang baru teori kontrak pada pertengahan 1980an. Penemuan dia atas “kontrak-kontrak yang tidak lengkap” memberi pemahaman baru tentang pemilikan dan penguasaan bisnis, menurut panitia Nobel.

Dalam artikel 1997 yang ditulis berdua dengan Hart, mereka menyoroti bahwa kontraktor-kontraktor swasta memiliki insentif yang lebih besar terhadap kualitas dan pengurangan biaya. Mereka berpendapat bahwa insentif untuk pengurangan biaya kadang-kadang terlalu besar, dan karenanya sangat khawatir atas kinerja penjara yang dijalankan oleh swasta.

“Hasil riset dia memberi kami landasan teori untuk mempelajari berbagai pertanyaan seperti perusahaan-perusahaan jenis apa yang harus merger, campuran yang benar antara utang dan pembiayaan ekuitas, dan institusi-institusi mana — seperti sekolah dan penjara — yang harus diprivatisasi atau dimiliki publik.”

Setiap penghargaan mendapat hadiah 8 juta kronor Swedia atau sekitar US$ 930.000. Para penerima penghargaan akan mendapat hadiah itu pada 10 Desember, memperingati kematian pendiri yayasan Alfred Nobel pada 1896.

Nobel bidang ekonomi sebetulnya tidak orisinil dan baru ditambahkan pada 1968 oleh bank sentral Swedia. Nama resmi penghargaan bidang ini adalah Nobel Memorial Prize bidang sains ekonomi.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat belum lama ini memutuskan untuk berhenti menggunakan penjara swasta, karena diberitakan bahwa kondisinya lebih buruk daripada penjara pemerintah.

Sementara itu penghargaan Nobel bidang kedokteran, fisika, kimia, dan perdamaian diumumkan pekan lalu. Penghargaan terakhir bidang sastra akan diumumkan Kamis mendatang.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s