Uncategorized

Iran Jadi Pemasok LPG Pertamina

Pertamina menargetkan pasokan dengan term dan harga yang kompetitif | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto berkesempatan menyambut kedatangan kapal VLGC Pertamina Gas 2 pengangkut LPG perdana dari Iran tersebut di Pelabuhan Kalbut, Situbondo. Ia menyatakan, lifting perdana kargo LPG eks Iran yang merupakan hasil kerja sama dengan National Iranian Oil Company (NIOC) ini akan membuka peluang pengembangan bisnis lain.

Dalam HoA tersebut, disepakati jual beli LPG Pertamina dengan NIOC untuk tahun 2016 dan 2017 dengan total volume 600 ribu MT. Pembelian LPG melalui transaksi langsung tersebut secara komersial juga memberikan manfaat kepada kedua belah pihak, utamanya bagi Pertamina yang selalu menargetkan pasokan dengan term dan harga yang kompetitif.

PT Pertamina (Persero) pada Kamis (13/10) melakukan lifting perdana kargo LPG eks Iran dengan kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas 2, di Pelabuhan Kalbut Situbondo. Pertamina menilai kedatangan kapal dengan muatan sebanyak 44 ribu metrik ton (MT) menjadi momentum bersejarah dengan masuknya Iran sebagai negara pemasok baru LPG untuk Indonesia.

Tentunya, bisnis antara Pertamina dan NIOC, baik di hulu maupun hilir. “Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah yang diawali melalui MoU G to G Indonesia-Iran pada 24 Februari 2016 antara Dirjen Migas (Indonesia) dan lalu yang dilanjutkan dengan kunjungan Menteri ESDM ke Iran bersamaan dengan disepakatinya head of agreement (HoA) antara Pertamina dan NIOC pada 30 Mei 2016,” ujar Dwi.

Untuk membuka kerja sama tersebut, Pertamina melakukan beberapa kali kunjungan guna mendalami aspek komersial, aspek operasi, serta aspek kepatuhan pada hukum. Pertamina juga melakukan due diligence atas semua pihak yang terlibat dalam mata rantai proses lifting LPG dan kerja sama lainnya untuk memastikan proses berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Ini sesuai dengan kebijakan ‘satu harga BBM’ tentunya dengan tujuan akhir meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Tolikara,” ucap dia di Jayapura, Kamis (13/10). Arif menyebut, dengan adanya APMS, warga Kabupaten Tolikara kini telah dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di daerah lain yang ada di Indonesia.

Setelah lifting perdana, kargo berikutnya dari NIOC akan tiba pada akhir minggu ketiga, sekitar 20 November 2016. Selain pembelian LPG, Pertamina-NIOC sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan preliminary study terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan-Asmari), yang memiliki cadangan lebih dari 5 miliar barel pada Agustut 2016 lalu.

Sementara itu, PT Pertamina Marketing Operation Region VIII Maluku Papua telah mengoperasikan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Tolikara, Papua, yang selama ini masih mendapat pasokan dari kabupaten lain. Sales Executive Retail Pertamina MOR VIII Wilayah Papua I Arif Wahyu Perdana berharap hadirnya APMS Pertamina di Kabupaten Tolikara dengan harga jual Rp 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk solar, bisa disambut baik oleh seluruh masyarakat di sini.

Iran Resmi Jadi Pemasok Baru LPG Pertamina | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Pertamina (Persero) melakukan lifting perdana kargo LPG eks Iran dengan Kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas 2, di Pelabuhan Kalbut Situbondo yang merupakan momentum bersejarah dengan masuknya Iran sebagai negara pemasok baru LPG untuk Indonesia.

“Berkat kerja keras dan kerjasama yang baik dari semua pihak baik di internal maupun eksternal dalam penyiapan administrasi, keuangan dan operasi, sehingga kapal Pertamina Gas 2 yang membawa kargo LPG (Butane/Propane), telah tiba di Kalbut, Situbondo hari ini, dengan selamat sekaligus menandai babak baru kerjasama Pertamina-NIOC dan menjadi pintu pembuka bagi kerjasama perdagangan Indonesia-Iran yang lebih signifikan,” kata Dwi saat menyambut kedatangan kru Kapal VLGC Pertamina Gas 2 di Pelabuhan Kalbut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Muatan LPG sebanyak 44.000 metrik ton (MT) tersebut dibawa dari Iran setelah selesai dilakukan loading dari Pelabuhan Asaluyeh dengan menempuh perjalanan sekitar 13 hari. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto berkesempatan menyambut kedatangan Kapal VLGC Pertamina Gas 2 pengangkut LPG perdana dari Iran tersebut di Pelabuhan Kalbut, Situbondo.

“Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah yang diawali melalui MoU G to G Indonesia-Iran 24 Februari 2016 antara Dirjen Migas (Indonesia) dan lalu yang dilanjutkan dengan kunjungan Menteri ESDM ke Iran bersamaan dengan disepakatinya Head Of Agreement (HOA) antara Pertamina dengan NIOC pada 30 Mei 2016,” jelas Dwi.

Dia menyatakan, lifting perdana kargo LPG eks Iran yang merupakan hasil kerja sama dengan National Iranian Oil Company (NIOC) ini, akan membuka peluang pengembangan bisnis lain antara Pertamina dengan NIOC baik di hulu maupun hilir.

Dalam HOA tersebut, disepakati jual beli LPG Pertamina dengan NIOC untuk tahun 2016 dan 2017 dengan total volume 600.000 MT. Pembelian LPG melalui transaksi langsung tersebut secara komersial juga memberikan manfaat kepada kedua belah pihak, utamanya bagi Pertamina yang selalu menargetkan pasokan dengan term dan harga yang kompetitif. Setelah lifting perdana, kargo berikutnya dari NIOC akan tiba di akhir minggu ke-3, sekitar tanggal 20 November 2016.

Untuk membuka kerja sama tersebut, Pertamina melakukan beberapa kali kunjungan guna mendalami aspek komersial, aspek operasi serta aspek kepatuhan kepada hukum. Pertamina juga melakukan due diligence atas semua pihak yang terlibat dalam mata rantai proses lifting LPG dan kerja sama lainnya untuk memastikan proses berjalan sesuai dengan ketentuan.

Selain pembelian LPG, Pertamina – NIOC sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan preliminary study terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan – Asmari) yang memiliki cadangan lebih dari 5 miliar barel pada Agustut 2016 lalu.

Iran Pasok Elpiji ke Indonesia Melalui Situbondo | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Dalam keterangan persnya melalui Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatim, di Surabaya, Jumat, kedatangan kapal pengangkut elpiji itu langsung disambut Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

Dwi mengatakan, kedatangan perdana kapal ini sekaligus menandai babak baru kerja sama antara PT Pertamina dengan National Iranian Oil Company (NIOC) atau perusahaan minyak nasional Iran, dan menjadi pintu pembuka bagi perdagangan Indonesia-Iran yang lebih signifikan.

Iran menjadi negara pemasok elpiji bagi Indonesia, setelah kapal “very large gas carrier” (VLGC) Pertamina Gas 2 bersandar di Pelabuhan Kalbut Situbondo, Jawa Timur.

“Berkat kerja keras dan kerja sama yang baik dari semua pihak, baik di internal maupun eksternal dalam penyiapan administrasi, keuangan dan operasi, kapal Pertamina Gas 2 yang membawa kargo elpiji itu telah tiba di Kalbut, Situbondo dengan selamat,” tutur Dwi.

Alam kerja sama tersebut, disepakati juga jual beli elpiji milik Pertamina dengan NIOC untuk tahun 2016 dan 2017 dengan total volume 600.000 Matrik Ton (MT), dan pembeliannya melalui transaksi langsung serta secara komersial.

Tujuan kerja sama ini juga akan memberikan manfaat kepada kedua belah pihak, utamanya bagi Pertamina yang selalu menargetkan pasokan dengan harga yang kompetitif.

Ia menjelaskan kedatangan perdana ini juga akan membuka peluang pengembangan bisnis lain, antara Pertamina dengan NIOC, baik di wilayah hulu maupun hilir.

“Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah yang diawali melalui ‘MoU’ ‘G to G’ antara Indonesia dan Iran pada 24 Februari 2016 lalu, yakni antara Dirjen Migas yang dilanjutkan dengan kunjungan Menteri ESDM ke Iran bersamaan dengan disepakatinya ‘Head Of Agreement’ (HOA) antara Pertamina dengan NIOC pada 30 Mei 2016 lalu,” paparnya, seperti dikutip Antara.

Setelah kapal perdana, rencananya juga akan tiba kargo berikutnya dari NIOC pada akhir pekan ke-3, yakni sekitar tanggal 20 November 2016.

Sementara itu, muatan elpiji yang bersandar perdana adalah sebanyak 44.000 metrik ton (MT), dan dibawa dari Iran dari Pelabuhan Asaluyeh dengan menempuh perjalanan sekitar 13 hari.

Dwi mengatakan, sebelumnya Pertamina juga memastikan proses kerja sama ini berjalan sesuai dengan ketentuan, yakni dengan melakukan “due diligence” atau uji tuntas atas semua pihak yang terlibat dalam mata rantai proses kerja sama.

Untuk membuka kerja sama tersebut, Pertamina juga melakukan beberapa kali kunjungan untuk mendalami aspek komersial, aspek operasi serta aspek kepatuhan kepada hukum.

Selain pembelian elpiji, kata Dwi, Pertamina dengan NIOC sebelumnya juga telah menandatangani nota kesepahaman “preliminary study” atau studi pendahuluan terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan-Asmari) yang memiliki cadangan lebih dari 5 miliar barel pada Agustus 2016.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s