Uncategorized

Sektor Energi Hantam Wall Street

Wall Street berakhir melemah akibat penurunan harga minyak | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Reuters melansir, Selasa, 18 Oktober, indeks Dow Jones industrial average turun 51,98 poin atau 0,29 persen menjadi 18.086,4, indeks S & P 500 kehilangan 6,48 poin atau 0,3 persen ke 2.126,5, serta Nasdaq Composite turun 14,34 poin atau 0,27 persen ke 5.199,82.

Saham energi merosot 0,6 persen lebih rendah karena harga minyak AS CLc1 menetap 0,8 persen menjadi USD49,94 per barel. Sementara harga minyak mentah Brent LCOc1 menetap 0,8 persen ke posisi USD51,52 per barel.

Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat karena tertekannya saham energi akibat penurunan harga minyak. Sedangkan saham Amazon dan Netflix membebani sektor konsumen discretionary.

Indeks S & P 500 membukukan 52 minggu tertinggi baru dan tujuh terendah baru. Kemudian Nasdaq Composite mencatat 24 tertinggi baru dan 89 terendah baru. Sebanyak 5,15 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 sesi terakhir sebanyak 6,54 miliar lembar.

Penyebab pelemahan Wall Street lainnya juga didukung oleh komentar Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer yang memperingatkan bahwa stabilitas ekonomi bisa terancam oleh akibat suku bunga rendah.

Harga minyak terbebani oleh kekhawatiran kelebihan pasokan, meskipun kerugian terhadap penurunan proyeksi output shale Amerika kini tengah diatasi. Investor mencari keuntungan dari laba kuartal tiga perusahaan setelah adanya serangkaian penurunan.

Pernyataan yang saling bertentangan terhadap waktu kenaikan suku bunga dari beberapa pejabat Fed telah menambah ketidakpastian di pasar, di samping adanya pemilihan presiden AS penuh gejolak serta kegelisahan pasar mengenai pendapatan kuartal ketiga.

Dia mencatat bank sentral sudah sangat dekat dengan target kerja dan inflasi, tetapi diakuinya The Fed tidak tidak sesederhana itu dapat untuk menaikkan suku bunga.

Wall Street Ditutup Memerah Terimbas Melemahnya Sektor Energi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir sedikit lebih rendah karena saham energi melemah bersama dengan menurunnya harga minyak. Sedangkan saham Amazon dan Netflix membebani sektor konsumen discretionary.

Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer memperingatkan bahwa stabilitas ekonomi bisa terancam oleh suku bunga rendah dan mencatat bank sentral sangat dekat dengan target kerja dan inflasi, tetapi tidak sesederhana itu bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (18/10/2016), Indeks Dow Jones industrial average turun 51,98 poin atau 0,29% ke level18.086,4, Indeks S & P 500 kehilangan 6,48 poin atau 0,3% ke level 2.126,5, dan Nasdaq Composite turun 14,34 poin atau 0,27% ke level 5.199,82.

“Bagi saya, itu adalah irisan yang berbeda dari apel yang sama – kami punya Fed yang sangat ingin untuk menaikkan suku sekali lagi tahun ini dan mungkin terjadi pada Desember,” imbuhnya.

“Fischer adalah yang kedua setelah Janet Yellen jadi ketika dia berbicara, orang-orang akan memperhatikan lebih dekat dengan apa yang dia katakan,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities di New York.

Saham energi 0,6% lebih rendah seperti harga minyak AS turun 0,8% menjadi USD49,94 sementara minyak mentah Brent LCOc1 turun 0,8% menjadi USD51,52 per barel. Harga minyak terbebani oleh kekhawatiran kelebihan pasokan, meskipun kerugian yang diatasi tengah penurunan proyeksi produksi shale Amerika.

Saham Bank of America Corp (BAC.N) naik tipis 0,3% sebagai laba naik untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal dan melampaui estimasi. Namun, saham Netflix Inc (NFLX.O) turun 1,6% menjelang hasil kuartalan dan saham Amazon.com Inc (AMZN.O) kehilangan 1,2%, penurunan ketiga berturut-turut, yang menarik sektor konsumen diskresioner SPLRCD 0,8% lebih rendah.

Investor mencari keuntungan perusahaan untuk mengubah sudut di kuartal ketiga setelah serangkaian mengalami penurunan. Dengan 7% perusahaan dari S & P 500 telah dilaporkan, harapan untuk penurunan 0,1% untuk kuartal tersebut, peningkatan dari penurunan 0,5% yang diperkirakan pada 1 Oktober, menurut data Thomson Reuters.

Wall Street Terkoreksi Terseret Pelemahan Harga Minyak | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Pada perdagangan Senin (17/10), indeks Dow Jones industrial average turun 0,29 persen ke level 18.086, sedangkan S&P 500 melemah 0,3 persen menjadi 2.126. Demikian pula dengan indeks Nasdaq Composite, terkoreksi 0,27 persen ke level 5.199.

Harga minyak mentah AS (CLc1) turun 0,8 persen menjadi US$$49,94 per barel, sedangkan harga minyak jenis Brent (LCOc1) turun 0,8 persen menjadi US$51,52 per barel.

Bursa saham Amerika Serikat mengawali pekan ini dengan pelemahan, menyusul kejatuhan saham-saham sektor energi dan konsumer.

Berdasarkan catatan Reuters, indeks saham energi (SPNY) melemah 0,6 persen setelah harga minyak mentah mengalami penurunan menyusul kekhawatiran akan kelebihan pasokan.

Sentimen juga muncul dari pernyataan Wakil Ketua Dewan Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Stanley Fischer, yang memperingatkan bahwa stabilitas ekonomi bisa terancam oleh suku bunga rendah. Meskipun perkembangan indikator pasar tenaga kerja dan inflasi semakin mendekatkan rencana The Fed untuk kembali menaikan suku bunga acuan, tetapi Fischer menegaskan kebijakan moneter itu tidak sesederhana yang dibayangkan.

Pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat The Fed dinilai analis menambah ketidakpastian di pasar modal. Terlebih, pelaku pasar saat ini tengah gelisah karena dihadapkan pada suhu politik yang memanas jelang Pemilihan Presiden AS.

“Bagi saya, itu adalah irisan yang berbeda dari apel yang sama, kami punya Fed yang sangat ingin untuk menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini dan yang mungkin terjadi pada bulan Desember,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities di New York.

Sementara di sektor konsumer, saham Amazon (AMZN) dan Netflix (NFLX), yang masing-masing turun 1,2 persen dan 1,6 persen jelang rilis laporan keuangan kuartal III, menjadi faktor utama yang membebani.

Pernyataan Fischer berbeda dengan pejabat The Fed lainnya, yang baru-baru ini menilai bahwa kondisi saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengambil kebijakan itu.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s