Uncategorized

Harga Minyak Naik Menjelang Pertemuan OPEC

OPEC berjanji untuk membatasi produksi  | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

 

Harga minyak telah naik sekitar 13 persen sejak tiga minggu lalu setelah OPEC mengusulkan penurunan atau pembekuan produksi pertama dalam delapan tahun terakhir, bulan lalu.

Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa, waktu New York, karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjanji untuk membatasi produksi saat mereka bertemu, November mendatang. OPEC menetapkan membahas rincian seputar usulan memangkas produksi mereka dengan anggota non-OPEC Rusia, bulan depan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah USD0,35 menjadi USD50,29 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik USD0,16 menjadi USD51,68 per barel di London ICE Futures Exchange.

Mengutip Antara, Rabu 19 Oktober, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo menepis kekhawatiran Rusia akan menggagalkan rencana kartel membatasi produksi minyak, lantaran telah sangat aktif dalam mencoba menstabilkan pasar minyak yang terus melemah.

Ini penyebab harga minyak melesat di Asia | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Harga minyak dunia mencatatkan kenaikan pada Rabu (19/10) pagi. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 08.20 waktu Singapura, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di posisi US$ 50,81 per barel, naik 52 sen atau 1%.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga minyak melaju. Pertama, adanya laporan penurunan cadangan minyak mentah AS. Kedua, pernyataan OPEC yang optimistis mengenai rencana pemangkasan produksi minyak.

Sedangkan harga kontrak minyak jenis Brent berada di posisi US$ 52,14 per barel, naik 46 sen atau 0,9%.

Sekadar informasi, data API memperlihatkan penurunan cadangan minyak sebesar 3,8 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Oktober menjadi 467,1 juta barel.

“Data yang dirilis American Petroleum Institute mengenai cadangan minyak menunjukkan penurunan, Hal ini menyebabkan minyak bullish di awal transaksi di Asia,” jelas Jeffrey Halley, senior market analyst OANDA di Singapura.

Sementara, Energy Information Administration dijadwalkan akan merilis data cadangan minyak pada Rabu ini.

“Saya optimistis kami akan menghasilkan sebuah keputusan,” kata Barkindo.

Harga minyak juga mendapat sokongan dari pernyataan Mohammed Barkindo, secretary general OPEC. Barkindo optimistis rencana pemangkasan produksi akan mencapai kata sepakat pada pertemuan OPEC yang dihelat 30 November mendatang.

Harga Minyak Dunia Naik Imbas Adanya Ekepektasi OPEC | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

 

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/10/2016), harga minyak mentah brent ditutup naik 16 sen atau 0,3% menjadi USD51,68 per barel. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 35 sen atau 0,7% ke level USD50,29 per barel.

American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, akan mengeluarkan laporan pada stok minyak domestik pada 4:30 EDT (2030 GMT), setelah penyelesaian pasar Selasa. Administrasi Informasi Energi (EIA) AS akan mengeluarkan angka resmi pada hari ini

Harga minyak dunia naik karena adanya ekspektasi OPEC melakukan pembatasan produksi mengangkat harga meski perkiraan bahwa data akan menunjukkan produksi mingguan kedua berturut-turut di stok minyak mentah AS.

Persediaan minyak mentah AS kemungkinan naik 2,4 juta barel dalam pekan sampai 14 Oktober, sebuah jajak pendapat Reuters pasar minyak ditemukan. Pada pekan sebelumnya yakni 7 Oktober tumbuh sebesar 4,9 juta barel.

Keraguan tentang apakah OPEC akan mencapai kesepakatan yang memenuhi semua 14 anggota telah membuat harga minyak naik sekitar USD50 per barel. Kebanyakan dipimpin Saudi sebagai anggota OPEC perlu harga yang lebih tinggi untuk memperbaiki kerusakan ekonomi setelah minyak mentah jatuh ke hampir USD26 per barel tahun ini dari posisi tertinggi pada 2014 yang berada di atas USD100. Beberapa anggota kartel, seperti Iran, memilih untuk tidak memangkas produksi.

Harga minyak mentah telah naik sekitar 13% sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak diusulkan pada 27 September melakukan pemangkasan produksi pertama atau membekukan produksi dalam delapan tahun untuk mengendalikan kelebihan minyak mentah global. Kelompok ini akan menggelar pertemuan pada 30 November untuk mengambil kebijakan.

“Harapan bahwa kita akan mendapatkan sesuatu pada pertemuan 30 November. Apakah itu cukup baik untuk mendapatkan rebalancing substansial dalam jangka pendek, saya tidak yakin,” kata Ian Taylor, chief executive di Vitol, pedagang minyak top dunia.

Ekspor minyak mentah Saudi pada Agustus turun menjadi 7.305.000 barel per hari dari 7.622.000 barel per hari pada Juli. Lainnya mengatakan harga minyak tidak bisa mempertahankan kenaikan konstan pekan terakhir pada janji OPEC.

Beberapa memiliki pandangan yang positif untuk minyak. Analis di Bernstein Energi mengatakan persediaan minyak dunia naik hanya 17 juta barel menjadi 5.618.000.000 barel pada kuartal ketiga, terkecil sejak kuartal keempat 2015.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s