Uncategorized

Kebijakan Penyetaraan Harga BBM juga ‘Jamah’ Wilayah Konflik

Pertamina akan menyuplai BBM ke daerah terpencil dan pulau terluar | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC

Pertamina berkomitmen menjalankan kebijakan Presiden Joko Widodo yang mendorong program penyetaraan harga bahan bakar minyak (BBM) atau ‘Satu Harga BBM’ untuk seluruh wilayah Indonesia. Premium di seluruh wilayah Indonesia dihargai Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter.

“Jadi, kita tidak mau ada diskriminasi,” kata VP Coporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegorong dalam acara Energi Kita di Dewan Pers di Jakarta pada Minggu, 23 Oktober 2016.

Sehingga, Pertamina berkewajiban lebih untuk mensuplai dan memenuhi kebutuhan BBM agar warga setempat dapat menjalankan pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan di bidang kesehatan, pendidikan, masalah lingkungan, dan infrastruktur.

Menurutnya, untuk merealisasikan program ‘Satu Harga BBM’, Pertamina bekerjasama banyak pihak seperti Pemerintah Daerah (Pemda), Pemerintah Provinsi (Pemprov), aparat kepolisian, aparat TNI, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di masing-masing daerah setempat.

Selain penyetaraan harga BBM, Presiden Jokowi juga menginstruksikan Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mensuplai BBM di wilayah terluar, terpencil, dan terisolir, atau disebut wilayah 3T.

Wianda mengakui, daerah rawan konflik tidak banyak diminati investor untuk berinvestasi dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pertamina pun telah menyusun roadmap untuk mendukung realisasi program tersebut, antara lain pembangunan infrastruktur hilir termasuk penyimpanan BBM dan elpiji. Ada 15 lokasi penyimpanan BBM yang direncanakan akan dibangun, seperti Waingapu, Maumere, Dobo, dan Saumlaki.

“Daerah konflik itu kita lihat. Poso sebagai ilustrasi. Tapi intinya yang masih rawan konflik horizontal, yang rawan keamanan,” ucapnya.

Tiga alasan tak semua harga BBM sama | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, mengungkap tiga hal utama mengapa BBM tidak bisa diterima dengan harga yang sama.

Targetnya, tahun ini Pertamina akan mengadakan tiga pesawat pengangkut BBM, satu di Kalimantan Utara, satu sudah digunakan di Papua, terutama untuk kabupaten yang lokasinya di pegunungan seperti Tolikara.

“Pertama, disebabkan karena memang tidak adanya lembaga penyalur resmi pertamina,” kata dia dalam diskusi “Energi Kita” yang membahas “Formulasi Listrik dan BBM Wilayah Perbatasan”, di Gedung Dewan Pers Jakarta, Minggu.

“Saat ini kami sudah mendirikan agen premium solar di sana, dan harganya malah lebih rendah dari Jawa, karena harga yang digunakan adalah harga non Jawa, yang artinya harganya Rp 4.650 per liter untuk premium dan solarnya Rp 5.150 per liter,” ujar dia.

Kedua, Wianda mengatakan bahwa tatanan geograsi di mana di beberapa kabupaten di daerah perbatasan, termasuk di Papua dan Kalimantan Utara, menyebabkan wilayah tersebut hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara.

Solusi kedua, Wianda mengatakan bahwa Pertamina telah menyediakan pesawat khusus yang didedikasikan hanya untuk mengantarkan BBM.

Terakhir, keterbatasan infrasturuktur BBM yang tersedia di wilayah tersebut.

“Jadi ini menunjukkan adanya supply yang continue supaya bisa ada stock untuk melayani masyarakat di sana,” kata Wianda.

“Artinya, Pertamina memberikan solusi dari ketiga masalah-masalah ini,” tambah dia.

Melihat tiga masalah tersebut, Wianda mengatakan saat ini Pertamina fokus pada solusi dari masalah tersebut.

Pemerintah Hitung Biaya Distribusi untuk BBM Satu Harga | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC

Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan saat ini pemerintah sedang menghitung formulasi margin biaya distribusi untuk mengatasi disparitas haga BBM.

“Ini sedang kita godok, margin SPBUnya beda, biaya distribusi nanti akan ditetapkan seluruh Indonesia. Hitung-hitungannya juga sudah kita lakukan bersama pertamina,” ujar Wirat, Ahad (23/10).

Untuk jangka panjang, Wirat menjelaskan untuk menjamin ketersediaan BBM agar harga tak melonjak karena kelangkaan, maka pada usulan RAPBN 2017 mendatang, ESDM akan membangun tangki tangki penyimpanan. Tangki penyimpanan ini berguna untuk menampung BBM di daerah yang susah diakses oleh transportasi. Nantinya, ketika ada badai pasang, longsor, atau adanya kesulitan menembus medan, maka ketersediaan BBM di daerah terpencil tetap bisa terpasok.

Menurut dia, arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat satu harga BBM di seluruh Indonesia merupakan terobosan yang luar biasa. “Harga BBM dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote akan sama semua sehingga saudara-saudara kita di seluruh Indonesia dapat menikmati harga BBM yang sama,” katanya. Jonan mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan segera mengeluarkan peraturan menteri ESDM sebagai payung hukum kebijakan satu harga tersebut.

Wirat menjelaskan, nantinya formulasi ini akan ditetapkan berbeda-beda tergantung regionnya masing-masing. Margin yang akan ditetapkan pada daerah terpencil akan berbeda dengan di Jakarta dan Surabaya.

Wirat mengatakan pihaknya bersama Pertamina sudah mengantongi beberapa alternatif jalan untuk mengatasi biaya distribusi yang besar untuk memasok BBM ke daerah terpencil. Rencananya, pekan depan Wirat bersama Pertamina akan melaporkan hal ini ke Menteri ESDM, Ignatius Jonan dan akan meminta keputusan, alternatif mana yang terbaik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menargetkan pemberlakuan kebijakan satu harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia efektif mulai 2017. “Pelaksanaan kebijakan ini akan efektif berjalan tahun depan setelah peraturannya selesai dibuat,” kata Jonan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/10).

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s