Uncategorized

80 Ribu Ekor Sapi Impor Disiapkan Hingga Akhir Tahun

Pemerintah masih membutuhkan sekitar 150 ribu ekor sapi pada kuartal IV 2016 | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan 80 ribu sapi bakalan ini akan didatangkan oleh 19 perusahaan feedloter. Mereka telah bersedia untuk ikut mendatangkan sapi indukan.

Dalam perhitungan sebelumnya, pemerintah masih membutuhkan sekitar 150 ribu ekor sapi pada kuartal IV 2016. Namun saat ini baru ada 80 ribu ekor sapi impor yang akan didatangkan. Akan ada kekurangan 70 ribu ekor sapi.

ementerian Perdagangan (Kemendag) telah memberikan izin kepada sejumlah perusahaan penggemukan (Feedloter) yang ikut kebijakan baru untuk mengimpor sapi indukan. Terdapat feedloter yang telah diberikan izin untuk mendatangkan 80 ribu ekor sapi hingga akhir 2016.

“Ini yang 80 ribu hanya bakalan saja, diluar yang ‎indukan,” ujar Enggar, Senin (24/10).

Selain itu, Kemendag masih akan menerima permohonan izin dari feedloter jika memang ada perusahaan yang siap memenuhi keinginan Pemerintah dalam melakukan impor sapi indukan. Sehingga jika ada feedloter yang siap impor sapi pada kuartal IV 2016, perusahaan tersebut akan diberikan izin sesuai dengan kemampuannya.

Namun, Enggar menyebut bahwa jumlah impor sapi sebanyak 80 ribu ekor sapi akan mencukupi kebutuhan daging sapi. Apalagi stok sapi yang didatangkan pada kuartal sebelumnya masih ada, ditambah dengan sapi dari peternak lokal.

Kemendag Beri Izin Impor 80.000 Sapi ke 19 Perusahaan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, izin impor itu diberikan oleh pemerintah guna mencukupi kebutuhan daging sapi di Indonesia. Tak hanya sapi bakalan, perusahaan importir juga berkewajiban mengimpor sapi indukan.

Enggar mengaku optimistis jumlah impor 80.000 ekor sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi di Indonesia hingga Desember 2016. Kendati demikian, komitmen impor saat ini baru berasal dari Australia meski pemerintah juga membuka peluang impor dari negara lain.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan memberi izin kepada 19 perusahaan untuk melakukan impor sapi bakalan sebanyak 80.000 ekor sapi hingga akhir tahun ini. Dari belasan perusahaan tersebut, kebanyakan berasal dari Australia.

“Ada 19 perusahaan, hampir 80.000. Tapi sapi bakalan saja, di luar indukan,” ujarnya di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (24/10/2016).

“Kebanyakan dari Australia. Mereka sudah komitmen. Sementara masih dari sana,” katanya.

“Saya bilang hanya untung berkurang dan pengembalian keuntungan agak lama. Itu saja yang jadi soal,” pungkas Enggar.

Dia menambahkan, kebijakan kewajiban impor sapi indukan 1:5 untuk perusahaan penggemukan sapi (feedloter) dan 1:10 untuk peternak, tidak akan memberikan kerugian yang cukup signifikan. Mereka dinilai tidak rugi tapi untungnya berkurang sedikit.

RI Buka Keran Impor dari Negara Lain, Ini Kata Pemerintah Australia | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Chairman of Australian Live Export Council atau Ketua Dewan Ekspor Australia, Simon Crean Simon Crean menyebutkan, kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia tidak membuat negaranya keberatan. Menurutnya, dengan dibukanya impor sapi dari negara lain maka kompetisi pasar akan semakin sehat.

Dengan semakin terbukanya kompetisi dalam mengimpor sapi ke Indonesia, dirinya kembali meyakinkan bahwa sapi Australia memiliki kualitas yang terbaik. Sehingga negara-negara yang melakukan impor sapi dari Australia termasuk Indonesia masih tetap memilih sapi asal Australia.

Pemerintah Indonesia kini tidak lagi menggantungkan pasokan impor sapi dari Australia saja, hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Indonesia membuka keran impor sapi dari negara-negara produsen sapi seperti, Meksiko, Brazil, juga India.

“Jadi kami sadari bahwa Indonesia memang mau membuka kompetisi dan itu penting untuk mencerminkan harga. Jadi itu memang hak pemerintah untuk menjaga suplai,” jelas Chair of Australia Live Export Council Simon Crean di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).

“Tapi poin kita, Australia tetap konsisten, nggak hanya konsisten di-supply ke Indonesia tapi juga ke investor. Produk kami dijamin reliable, aman, bersih, sehat, dan dipercaya market dunia,” tutur Simon.

“Harga masih akan tergantung pasar,” ujar Simon.

Dengan semakin terbukanya pintu persaingan impor sapi ke Indonesia, Australia juga tidak akan menurunkan harga jual ke harga terendahnya. harga sapi Australia akan tetap mengikuti permintaan pasar.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s