Uncategorized

Penjualan Menurun, Laba Apple Anjlok 19 Persen

Penjualan ponsel iPhone merosot lima persen | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Dilansir Channel News Asia, Rabu 26 Oktober 2016, pendapatan kuartal jatuh sebesar sembilan persen menjadi US$46,9 miliar dari US$51,5 miliar pada tahun lalu. Penurunan pendapatan ini sejalan dengan penurunan penjualan iPhone yang merosot lima persen dari tahun lalu menjadi 45,5 juta unit.

Apple baru saja meluncurkan iPhone 7 dan 7 Plus pada awal September lalu. Namun Apple tidak memberikan informasi bagaimana penerimaan pasar terhadap model baru ponsel mereka itu.

Laba perusahaan elektronik Amerika Serikat (AS), Apple, mengalami penurunan sebesar 19 persen menjadi US$9 miliar pada kuartal ketiga tahun ini. Penurunan laba produsen ponsel pintar itu disebabkan anjloknya penjualan iPhone.

Para analis telah memprediksi penurunan penjualan iPhone di tengah kejenuhan pasar terhadap ponsel pintar. Situasi itu membuat Apple mengalihkan fokusnya pada produk baru seperti Apple Watch, dan pelayanan streaming musik dan pembayaran mobile.

Saham Apple anjlok 2,7 persen setelah laporan keuangannya itu diumumkan.

Chief Executive Apple, Tim Cook, menyebut laporan keuangan kuartal September ini sangat kuat. “Kami senang dengan respons konsumen terhadap iPhone 7, iPhone 7 Plus dan Apple Watch Series 2, termasuk momentum luar biasa dari bisnis jasa,” katanya.

Analis: Tak Ada iPhone 8 & 9, Apple Langsung Luncurkan iPhone 10 Tahun Depan | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Tahun ini Apple meluncurkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. iPhone 7 meski membawa fitur baru namun tak sedrastis iPhone 7 Plus. Varian yang lebih bongsor ini membawa setup dual-kamera. Namun tetap saja, apa yang dibawa dalam iPhone generasi terbaru ini terbilang biasa-biasa saja. Tak banyak perubahan atau upgrade didalamnya seperti iPhone generasi sebelumnya.

Dengan perombakan besar itu, analis tampaknya percaya bahwa ini membuat Apple mempertimbangkan untuk melompati beberapa nama dari ponsel ini, mengingat kelebihan iPhone tahun depan melompati beberapa generasi iPhone. Tidak ada iPhone 8 atau iPhone 9, juga tidak akan ada iPhone 8s dan iPhone 9s, iPhone tahun depan akan langsung diberi nama iPhone 10.

Hal ini memang sudah dilaporkan sejak lama, bahwa iPhone 7 memang tak akan membawa banyak perubahan. Perubahan besar baru akan dihadirkan tahun depan, saat bagi Apple untuk menghadirkan perombakan desain iPhone miliknya, yang konon kabarnya bakal menghadirkan iPhone dengan layar yang menutupi seluruh bagian depannya. Bahkan, tombol home kabarnya juga akan menghilang.

Ngomong-ngomong soal ponsel dengan layar yang mmenuhi bagian depan ponsel, Xiaomi baru saja menghadirkan ponsel dengan kriteria seperti ini yang disebut Xiaomi Mi Mix. Ponsel ini hampir tidak memiliki bezel. Layar memenuhi bagian depan, nyaris tidak ada bezel di sisi kiri dan kanan ponsel, termasuk bagian atasnya. Bezel hanya terdapat pada bagian bawah. Meski layar masih belum memenuhi bagian depan ponsel ini, namun tetap saja Mi MIX menarik untuk dilihat.

Namun yang membuat perkiraan analis ini masuk akal bukan hanya itu. Tetapi juga berkaitan dengan hari lahirnya iPhone. Tahun depan, bertepatan dengan hari ulang tahun iPhone ke-10. Jadi tak heran jika Apple ingin menyelaraskan nama iPhone dengan tahun kelahirannya.

Cerita tentang Apple yang Mulai Kehilangan Superioritasnya | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Ini merupakan kuartal ketiga dimana Apple mencatatkan penurunan pendapatan dari penjualan iPhone. Selanjutnya, penjualan Apple pada musim liburan di Amerika Serikat (AS) ternyata jatuh tipis di bawah estimasi.

Perusahaan terbuka terbesar di dunia ini mengatakan pendapatan dari pasar China sesuai dengan target, walaupun harus turun 30 persen dibanding kuartal sebelumnya. Selain itu, penjualan dari India juga kurang menggembirakan.

Pada perdagangan saham di Wall Street, Selasa (25/10/2016) waktu setempat, Apple Inc kembali memposting kinerja kuartalannya yang menunjukkan tren penurunan penjualan iPhone, smartphone unggulannya.

Dua hal ini mendorong saham Apple turun 2,8 persen ke level 114,99 dollar AS setelah jam perdagangan usai.

Faktor ketiga yakni estimasi pendapatan Apple di kuartal IV serta proyeksi gross profit margin, ternyata berada di bawah target analis.

Chief Financial Officer (CFO) Apple, Luca Maestri, mengatakan bahwa belum diketahui efek atau dampak penarikan smartphone rivalnya, Samsung Galaxy Note 7 dari Samsung Electronics Co Ltd, terhadap penjualan iPhone.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang menyeruak di sejumlah pihak, bahwa Apple mulai kehilangan superioritasnya di industri teknologi. Bahkan dengan iPhone yang lebih “fresh”.

Benarkah begitu?

Maestri mengatakan hal itu awal bulan ini, kepada Reuters melalui sambungan telepon.

“Intinya, di China atau di manapun juga, produk Apple masih disukai. Namun jarak antara Apple dengan kompetitornya kini semakin dekat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tulis Neil Saunders, head of retail research firm di Conlumino, melalui catatannya.

“iPhone 7 dan iPhone 7 Plus diproduksi terbatas. Namun kami akan memanfaatkan peluang tersebut sebab kami melihat adanya permintaan yang kuat,” kata dia.

Jika Apple berhasil mencapai target analis, maka akan menjadi rekor penjualan baru Apple, setelah pada periode sama tahun sebelumnya lalu memposting pendapatan sebesar 75,9 miliar dollar AS.

Namun, pendapatan Apple jatuh sembilan persen menjadi 46,85 miliar dollar AS, di bawah estimasi Wall Street di kisaran 76 miliar dollar AS hingga 78 miliar dollar AS, terutama pada musim liburan di kuartal ini.

Apple mengatakan menjual 45,51 juta iPhone di periode tiga bulan yang berakhir 24 September 2016. Jumlah tersebut di atas estimasi analis, sebanyak 44,8 juta unit. Demikian menurut firma riset FactSet StreetAccount.

Namun, Apple memberikan outlook penurunan margin keuntungan antara 38 persen-38,5 persen, di bawah konsensus analis di 39 persen.

Saham Apple dinilai kinclong dalam tiga bulan terakhir. Bill Kreher, analis dari Edward jones, mengatakan saham Apple mengalami “natural pause” atau perlambatan alami walaupun hasil atau paparan kinerjanya positif.

“Pastinya banyak yang terkejut akan hal itu,” kata Mariann Montagne, senior investment analyst and portfolio manager di Gradient Investments, yang memegang saham Apple.

Sebelumnya, saham Apple mencapai titik terendah dalam 12 bulan di level 89.47 dollar AS di Mei, lalu kembali menanjak setelah kepercayaan investor meningkat.

Sebab perekonomian negara ini masih tetap tumbuh dan jumlah kelas menengah bertambah. Di sisi lain, tingkat kepemilikan smartphone juga masih rendah.

Namun di kuartal ini yang berakhir 24 September 2016, net income Apple turun menjadi 9,01 miliar dollar AS dibanding 11,12 miliar dollar AS di periode sama tahun sebelumnya.

Apple tetap optimistis pada bisnisnya di China, menurut keterangan CFO Maestri. Menurut dia masih ada peluang saat gross domestic product di China melambat.

Tidak dipungkiri, kejayaan Apple sangat berkaitan dengan penjualan iPhone, yang mencapai dua pertiga dari total pendapatannya.

Cook juga memberikan gambaran sejumlah bisnis potensial selain iPhone, seperti konten media.

CEO Apple Tim Cook mengatakan, India juga jadi harapan bagi Apple seiring dengan dimulainya layanan 4G di negara ini.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s