Uncategorized

Hingga September 2016, Realisasi Investasi dari Luar Jawa Mencapai Rp 203,2 Triliun

Angka tersebut meningkat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

Deputi Bidang Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis mengatakan, diperlukan upaya-upaya yang lebih intens dari berbagai kementerian maupun lembaga termasuk pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan kegiatan investasi di luar Pulau Jawa.

Sepanjang periode Januari hingga September 2016, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 203,2 triliun.

Angka tersebut meningkat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 180,7 triliun.

Azhar menyebutkan, adapun komposisi realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) triwulan III 2016 berdasarkan lokasi proyek yakni, Jawa Timur Rp 14 triliun, Jawa Barat Rp 7,4 triliun, Banten Rp 7 triliun, DKI Jakarta Rp 3,8 triliun dan Sumatera Selatan Rp 3,6 triliun.

Hal itu termasuk memberikan kemudahan, penyederhanaan, perizinan, dan memfasilitasi permasalahan yang dihadapi investor dalam merealisasikan investasinya.

“Pemerintah diharapkan melanjutkan deregulasi terkait kemudahan, penyederhanaan, perizinan investasi,” ujar Azhar di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

“Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar Rp 24,7 triliun atau 44 persen dari total PMDN,” ucap Azhar.

Sedangkan, realisasi PMDN triwulan III 2016 berdasarkan sektor usaha adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi (Rp 12 triliun), industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (Rp 8,1 triliun), industri makanan (Rp 7,4 triliun), perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp 5 triliun) dan tanaman pangan dan perkebunan (Rp 4,7 triliun).

“Perkembangan investasi di luar Jawa memang masih di tahap awal permulaan. Tetapi saya sudah melihat sinyal-sinyal bahwa itu sudah mulai, meskipun angkanya masih relatif kecil,” tandas Thomas Lembong.

Investasi Langsung di Indonesia Tembus Rp453 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

Deputi Bidang Pengendalian, Pelaksanakan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menyatakan, kecilnya pertumbuhan tersebut disebabkan perekonomian global dan regional yang masih melambat. Sehingga, dirinya menegaskan Pertumbuhan jumlah investasi langsung di Indonesia secara tahunan ini masih dapat dikatakan cukup baik.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sejak awal tahun hingga akhir September tercatat sebesar Rp158,2 triliun atau meningkat 18,8 persen. Sementara realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp295,2 triliun atau naik 10,6 persen.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi langsung selama sembilan bulan pertama ini sebesar Rp453,4 triliun, tumbuh 13,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp400 triliun.

“Seperti kita tahu, perekonomian global dan regional masih belum cukup baik, jadi untuk dapatkan angka yang paling tidak sama seperti tahun lalu itu sudah baik,” ucap Azhar, Kamis (27/10).

Meski pertumbuhannya kecil, BKPM cukup percaya diri mampu mencapai target realisasi invesasi tahun ini sebesar Rp594,8 triliun atau meningkat 9,06 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp545,4 triliun. Di mana target tersebut terdiri dari PMA Rp386,4 triliun dan PMDN Rp208,4 triliun.

“Dari realisasi tersebut dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 960.041 orang,” imbuhnya.

Pasalnya, angka pencapaian realisasi investasi hingga September telah menyentuh 76,2 persen dari target tersebut. Selain itu, Azhar juga menjelaskan, sudah ada komitmen investasi sebesar Rp1.800 triliun, sehingga BKPM akan mengejar realisasi dari komitmen investasi tersebut untuk segera direalisasikan.

Adapun, sektor yang berkontribusi paling besar dalam realisasi investasi per September yaitu industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi dengan nilai Rp46,7 triliun atau 10,3 persen dari total realisasi.

“Komitmen tanpa realisasi itu memang nothing, tapi kami sudah lihat minat orang investasi ke sini. Itu yang sebenarnya tetap kami upayakan, termasuk isu berbisnis dimudahkan, pembangunan infrastruktur. Kami melihat ini adalah gelas setengah kosong yang harus kami isi terus yang masih banyak ruang untuk mengisinya,” paparnya.

Kemudian, dua industri lainnya yang juga besar yakmi sektor makanan dengan nilai Rp46,3 triliun atau berkontribusi 10,2 persen dan industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik dengan nilai Rp44,7 triliun atau berkontribusi 9,9 persen.

Meski luar Pulau Jawa meningkat, menurutnya masih perlu upaya lebih dari berbagai kementerian dan lembaga untuk lebih meningkatkan kegiatan investasi luar Pulau Jawa.

Secara terpisah, Kepala BKPM Thomas Lembong menjelaskan, realisasi investasi di Pulau Jawa Rp250,3 triliun naik dari sebelumnya Rp219,3 triliun atau naik 14,1 persen secara tahunan. Sementara, investasi di luar Pulau Jawa meningkat menjadi Rp203,1 triliun atau naik 12,4 persen dibanding sebelumnya Rp180,7 triliun.

“Masih perlu usaha lebih untuk meningkatkan investasi di luar Pulau Jawa,” ucap Lembong.

“Saya mau tekankan lagi, kita semua harus lebih lihat lagi, jangan hanya lihat angka. Di bawah angka ada cerita, ada cerita di balik itu,” tutupnya.

Namun, ia menegaskan jangan hanya melihat angka. Hal ini karena tentunya ada cerita di balik sebuah angka tersebut. Dirinya optimistis jumlah investasi langsung akan tumbuh signifikan dan target akhir tahun dapat tercapai.

Daftar Wilayah dan Sektor Industri yang Paling Diminati Investor | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

Deputi Bidang Pengendalian, Pelaksanakan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menjabarkan, dari realisasi investasi PMA tersebut terdapat 5 lokasi yang paling besar menyerap investasi asing, yakni Jawa Barat USD1,56 miliar, Jawa Timur USD644 juta, DKI Jakarta USD643 juta, Banten USD613 juta dan Kalimantan Timur USD586 juta.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang triwulan III-2016 realisasi investasi mencapai Rp155,3 triliun. Di mana terbagi porsi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp99,7 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp55,6 triliun.

Sementara untuk sektornya paling besar di sektor industri logam dasar, barang logam dan elektronik sebanyak 350 proyek dengan nilai USD1,23 miliar, lalu pertambangan 277 proyek nilainya USD764 juta, properti 313 proyek senilai USD730 juta, pangan dan perkebunan 186 proyek dengan nilai USD694 juta, serta industri alat angkutan dan transportasi lainya 163 proyek senilai Rp684 juta.

“Itu wilayah yang cukup diminati PMA,” tutur Azhar di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

“Apabila digabung maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar USD3,8 miliar atau 51,0% dari total PMA,” imbuhnya.

Sedangkan realisasi PMDN berdasarkan sektor paling besar di bidang transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp12,04 triliun, industri kimia dasar dan farmasi Rp8,1 triliun, industri makanan Rp7,4 triliun, properti Rp5,04 triliun dan tanaman pangan dan perkebunan Rp4,7 triliun.

Sementara untuk PMDN wilayah yang paling diminati yakni Jawa Timur Rp14 triliun, Jawa Barat Rp7,36 triliun, Banten Rp7,05 triliun, DKI Jakarta Rp3,81 triliun dan Sumatera Selatan Rp3,58 triliun.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s