Uncategorized

Pemerintah Akselerasi Belanja

Permintaan dari eskpor seluruh dunia masih melemah di kuartal ketiga | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Pemerintah akan lebih bergantung pada peningkatan volume belanja sampai akhir tahun. Artinya, dengan adanya serapan belanja pemerintah yang meningkat, pembangunan atas proyek strategis bisa tetap berjalan dan diharapkan bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi.

“Kemudian ekspor, permintaan dari eskpor seluruh dunia masih melemah di kuartal ketiga. Jadi, kalau kita lihat dari komposisi pertumbuhan, sudah bisa diprediksi kuartal ketiga ini lebih rendah dari kuartal kedua. Namun, kita masih bisa berharap kuartal keempat akan rebound karena percepatan belanja pemerintah dan seasonal, kuartal ketiga akan ada akselerasi belanja, termasuk capital expenditure. Ini yang akan netralisir pelemahan kuartal ketiga, overall kami 5,0 (persen),” kata Sri di Jakarta, Selasa (25/10).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 akan lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Kondisi ini terjadi akibat imbas dari pelemahan ekonomi global dan perdagangan internasional terhadap industri dalam negeri.

Sri menyebutkan, pemerintah masih berpegang pada target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0 persen. Menurutnya, angka ini lebih realistis dari pertumbuhan yang tercatat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 sebesar 5,2 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, imbas perlambatan ekonomi global memang dirasakan langsung oleh Indonesia. Kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah kinerja ekspor dan impor yang masih menurun. Neraca perdagangan Indonesia masih surplus, tapi tren kinerja perdagangan internasional masih saja tertekan.

Konsumsi masyarakat relatif masih terjaga dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah dan perkembangan investasi terdorong oleh paket kebijakan ekonomi. Meski, Darmin mengakui, belum semua paket kebijakan ekonomi sudah diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Di sisi lain, penerimaan negara yang salah satunya bersumber dari perpajakan ikut merosot. Pemerintah pun terpaksa memangkas anggaran belanja untuk tahun ini dan penundaan sejumlah proyek pemerintah. Darmin menyebutkan, keadaan ini membuat pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia kini tinggal bergantung pada dua hal, yakni konsumsi masyarakat dan investasi.

Darmin menjelaskan, ada dua hal penting yang sudah dilakukan pemerintah dalam menahan imbas perlambatan ekonomi dunia agar tak menekan pertumbuhan ekonomi domestik nasional. Kebijakan pertama yang dilakukan pemerintah adalah pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dari pemanfaatan yang bersifat konsumtif untuk dibelanjakan ke sektor yang produktif.

Bank Dunia mencatat pergerakan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2016 menunjukkan optimisme untuk terus bertambah hingga 2017 mendatang. Bank Dunia memproyeksi Indonesia bisa mencapai produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,3 persen pada 2017.

Darmin menyebutkan, kebijakan kedua yang sudah dilakukan pemerintah untuk meredam imbas perlambatan ekonomi global adalah menggenjot pembangunan infrastruktur. Ia menilai, pembangunan infrastruktur yang merata menjadi kunci untuk menekan rasio gini ratio yang mencerminkan adanya ketimpangan sosial.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves, mengatakan meski pemerintah menyatakan kekurangan penerimaan negara sebesar Rp 219 triliun pada 2016, penghematan dan penerimaan pajak yang didapat pada 2016 ini bisa menjadi bekal cadangan fiskal Indonesia. “Namun, memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia untuk tetap menjaga iklim investasi dan melakukan skala prioritas,” kata Rodrigo.

Menkeu Tegaskan APBN 2017 untuk Jaga Ekonomi RI di Atas 5% | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang baru disahkan DPR, fokus dan tujuannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%. Karena, perekonomian Indonesia dalam dua tahun terakhir melemah dan dipengaruhi tekanan global.

“APBN 2017 kami tujukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5% dengan melindungi komponen-komponen sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri agar dia tidak alami tambahan tekanan yang berasal dari pelemahan global terutama dari perdagangan dan komoditas, geopolitik, geo ekonomi seperti pelemahan di China, soal brexit, termasuk kasus perbankan seperti yang terjadi pada Deutch Bank di internasional,” katanya di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

“Itu tujuan kami, menjadi pelindung ekonomi kita, namun tujuan selanjutnya, mencari sumber-sumber ekonomi agar mereka terstimulasi. Karena itu, kita nanti akan terlihat baik bagi kebijakan dari sisi penerimaan maupun dari sisi belanja,” pungkas dia.

Proteksi untuk menjaga perekonomian ini dilakukan dengan melindungi seluruh komponen yang ada di dalam negeri agar tidak terjadi tambahan tekanan dari berbagai sisi domestik yang kemungkinan akan terjadi.

Meski demikian, karena perekonomian Indonesia sifatnya terbuka, maka walaupun gejolak berasal dari luar pasti akan ada pengaruh ke dalam negeri. Jadi, digunakanlah APBN 2017 untuk melindungi dari gejolak tersebut supaya tidak memperlemah.

Sri Mulyani: Kenaikan Peringkat Kemudahan Bisnis Naikkan Pamor RI di Mata Investor Global | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

“Insya Allah itu akan memberikan confidence dan manarik lebih banyak kepercayaan (investor),” tutur Sri Mulyani, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

“Bagus ini, karena berbagai perizinan dan berbagai reformasi yang dibuat pemerintah (berhasil),” kata Sri Mulyani.

“Kami berharap sektor swasta melakukan peranan yang positig menjadi pertumbuhan ekonomi. Jadi seimbang antara fiskal dengan non fiskal,” tutur Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai naiknya peringkat Indonesia dalam hal kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) dari Bank Dunia, dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Menurut Sri Mulyani, naiknya peringkat Indonesia sebesar 15 poin ke level 91 dari sebelumnya di posisi 106, merupakan hasil upaya dari pemerintah memperbaiki berbagai perizinan di Tanah Air.

‎Lebih lanjut dia mengatakan, adanya kenaikan peringkat kemudahan berusaha diharapkan ke depannya peran sektor swasta lebih agresif lagi yang akhirnya medongkrak pertumbuhan ekonomi.

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s