Uncategorized

Harga Minyak Sentuh Posisi Terendah dalam 5 Minggu

Turun akibat skeptisisme para investor  | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Harga minyak juga turun akibat skeptisisme para investor terhadap rencana Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) memangkas produksi.

Harga acuan West Texas Intermediate (WTI) menetap 68 sen, atau 1,5 persen, pada level 44,66 dollar AS per barel, dan merupakan harga terlemah sejak 23 September di tingkat 44,37 dollar AS.

Harga minyak menyentuh posisi terendah dalam lima minggu setelah rilis data pasokan minyak mentah Amerika Serikat (AS) di Kamis waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia.

Minyak mentah Brent turun 47 sen, atau 1 persen, di 46,39 dollar AS per barel, setelah sebelumnya mencapai titik lebih rendah di 45,99 dollar AS pada 28 September.

Data pemerintah AS yang dirilis kemarin menunjukkan stok minyak di AS melebihi rekor 14,4 juta barel pekan lalu.

Sementara itu, bensin berjangka turun 1,7 persen setelah Colonial Pipeline menyatakan, kemajuan substansial dalam perbaikan, menyusul ledakan pada hari Senin yang telah menutup pipa pasokan penting ke Pantai Timur.

OPEC berharap bahwa produsen utama non-OPEC, terutama Rusia, akan sepakat juga untuk memotong produksi.

Pertemuan OPEC di Wina 30 November nanti diharapkan mampu menuntaskan kesepakatan untuk membatasi produksi.

Sementara Rusia telah mengisyaratkan produksi minyak mentah mencapai rekor pasca-Soviet sebesar 11,2 juta barel per hari pada Oktober 2016.

“Terakhir tapi pasti tidak sedikit … Rusia dalam kesulitan ekonomi yang mengerikan dan membutuhkan uang tunai,” kata dia lagi.

“Ada pertempuran pangsa pasar besar terjadi di antara Rusia dan produsen minyak Timur Tengah yang melihat minyak Saudi berakhir di Polandia dan minyak mentah Rusia di pasar OPEC tradisional di Timur jauh,” kata perusahaan broker PVM di London, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (4/11/2016).

Harga Minyak Jatuh Akibat Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Global | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 14,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Oktober. Itu adalah kenaikan mingguan terbesar pada catatan, berdasarkan pada data EIA kembali ke 1982.

Sementara itu, para pedagang tetap skeptis tentang rencana kesepakatan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membatasi produksi mereka.

Harga minyak dunia turun untuk sesi kelima berturut-turut pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah kenaikan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS memperdalam kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan global.

Para analis percaya bahwa kenaikan mingguan besar dalam pasokan minyak mentah itu kemungkinan terkait dengan transportasi minyak dan penundaan-penundaan yang dilaporkan karena angin topan dan badai tropis bulan lalu.

Anggota OPEC mengumumkan rencana pada akhir September di Algiers untuk memangkas produksinya turun ke target yang ditetapkan tidak lebih dari 33 juta barel per hari, tetapi juga mengatakan tidak mengharapkan rencana itu berlaku sampai pertemuan di Wina pada 30 November.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, berkurang 51 sen menjadi ditutup pada USD46,35 per barel di London ICE Futures Exchange.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember kehilangan 68 sen menjadi menetap di USD44,66 per barel di New York Mercantile Exchange.

Khawatir Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia Turun 1% | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/11/2016), harga inyak mentah AS turun 68 sen atau 1,5% ke level USD44,66 per barel. Pada satu titik, minyak telah jatuh lebih dari USD1 per barel dan memukul sesi rendah di level USD44,37 per barel. Sementara, harga minyak mentah Brent turun 51 sen atau 1,1% menjadi USD46,35 per barel.

Menteri minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bertemu pada 30 November di Wina untuk menyetujui pemotongan produksi untuk mengurangi kelebihan minyak global dan memerangi harga yang rendah.

Harga minyak dunia turun lebih dari 1% karena investor khawatir dari lonjakan rekor mingguan dalam persediaan minyak mentah AS, dan tetap skeptis tentang apakah OPEC benar-benar dapat melaksanakan pembatansa produksi seperti yang direncanakan.

Para pedagang mengatakan layanan monitoring energi Genscape dilaporkan memproduksi mingguan sebanyak 1,2 juta barel di dasar pada pengiriman AS di Cushing, Oklahoma. Harga minyak juga tertekan karena ekuitas AS jatuh, dengan indeks S & P 500 menuju penurunan beruntun terpanjang sejak krisis keuangan 2008.

Pengamat pasar telah tumbuh skeptis bahwa kesepakatan dapat mencapai atau ditegakkan. OPEC sendiri belum ada kejelasan berapa banyak setiap anggota harus memtong produksi dan beberapa telah resisten. Sebuah survei Reuters pekan ini berdasarkan data pengiriman dan sumber industri menunjukkan bahwa produksi OPEC mungkin mencapi rekor tinggi pada Oktober.

Berita serangan pada pipa Nigeria, sumber yang mengatakan memangkas produksi setidaknya 200.000 barel, beberapa dukungan untuk harga minyak mentah. Harga minyak telah jatuh selama empat hari dan belum pulih ke level yang dicapai pada Oktober setelah kesepakatan awal dengan OPEC terkait produksi, dicapai pada pertemuan di Algiers.

“Kami punya reli ini beberapapekan yang lalu, beberapa pekan terakhir pada harapan bahwa kita akan melihat beberapa potong kohesif dari OPEC, tapi itu sudah perlahan-lahan dibatalkan,” kata Matt Smith, direktur riset komoditas di penyedia data energi ClipperData .

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s