Uncategorized

Sri Mulyani Sabar Menanti Dana Repatriasi

Lebih dari  Rp10 triliun dana repatriasi sudah masuk ke instrumen investasi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan akan sabar menunggu realisasi pengumpulan dana repatriasi yang masuk ke dalam negeri dari program pengampunan pajak atau tax amnesty hingga akhir periode II atau Desember mendatang.

“Dari timeline, memang sampai akhir Desember, itu yang dilakukan mereka untuk bisa masuk [repatriasi harta ke dalam negeri],” ujar Sri Mulyani, Selasa (8/11).

Pasalnya, Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/PMK.03/2016 tentang perubahan PMK188/PMK.03/2016 tentang Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Pengampunan Pajak dan UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak, dana repatriasi dapat masuk hingga Desember ini.

“Kami tunggu, mereka pasti akan melakukan sesuai deklarasinya. Kalau deklarasinya akan direpatriasi, dan oleh karena itu bisa mendapatkan rate dalam negeri, maka yang harus dipenuhi ya itu [melakukan repatriasi],” jelas Sri Mulyani.

Kesabaran Sri Mulyani ini rupanya diikuti dengan optimismenya bahwa dana repatriasi hingga Desember 2016 akan terus bertambah.

Sementara itu, akhir bulan lalu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad memastikan sebanyak Rp10 triliun sampai Rp12 triliun dana repatriasi sudah masuk ke instrumen investasi.

“Saat ini potensinya masih kecil tapi kami akan dorong sesuai komitmennya,” imbuh Muliaman akhir bulan lalu.

Namun, Muliaman mengungkapkan, dana repatriasi yang masuk ke instrumen investasi masih akan bertambah seiring dengan komitmen repatriasi sebesar Rp160 triliun.

Pertama, ia menyebutkan bahwa pemerintah terus memperbaiki pilihan investasi yang dapat digunakan wajib pajak (WP) untuk menempatkan dana repatriasinya, baik investasi yang ditawarkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga kemudahan investasi di pasar modal yang turut diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, Sri Mulyani telah memetakan sejumlah langkah untuk mendongkrak aliran repatriasi yang masuk ke Indonesia.

Kedua, pemerintah memperbaiki kesiapan berbagai proyek infrastruktur, termasuk studi kelayakan dan tingkat pengembalian (Internal Rate of Return/IRR). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor yang ingin menempatkan dana repatriasi di sektor riil.

Menkeu Sri Mulyani Soroti Kondisi Ekonomi AS | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ketidakpastian yang berasal dari luar negeri sedikit banyak turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia mencontohkan salah satunya seperti kondisi politik dan ekonomi di Amerika Serikat (AS) yang bakal melaksnakan pemilihan presiden (Pilpres).

“‎Prinsipnya, ketidakpastian yang berasal dari luar negeri, apakah itu dampak kebijakan dari Federal Reserve atau dari sisi Pemilu di negara maju, di negara lain, kita tentu dari sisi pengolahan perekonomian akan melihat semua sektor. Namun dari global juga mempengaruhi,” terang Sri Mulyani di, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Terlebih lagi, isu soal kenaikan suku bunga acuan AS alias Fed rate hampir yang diprediksi bakal terjadi akhir tahun ini, menurutnya bisa menimbulkan gejolak ekonomi ke negara-negara emerging market.

“Itu semua akan dilihat bagaimana kita mencoba menetralisir dan memperkuatnya, agar tidak terlalu berdampak untuk dalam negeri,” imbuhnya.

“Dari perbankan, dari OJK dan BI, mereka terus melakukan koordinasi untuk melihat kemampuan dari neraca maupun modal mereka saat terjadi perubahan kegiatan ekonomi maupun sentimen,” tutupnya.

Dari sisi-sisi sumber ekonomi, lanjut dia, jika melihat dari berbagai sektor, apakah ini akan berpengaruh ke ekspor atau impor. Sementara dari sisi arus modal, menurut dia tentu saja akan berpengaruh ke nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara maju.

Dia menambahkan juga meminta koordinasi perbankan, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI) untuk lebih sering membahas dan mencari solusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedikit banyak dipengaruhi global.

Investasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi di Akhir Tahun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Ia meyakini, pertumbuhan investasi yang pada kuartal ini hanya sanggup terpacu 4,06 persen bisa ditingkatkan lagi ke depan. Sri menilai, masih ada sisi kepercayaan diri yang dimiliki oleh investor terhadap perekonomian Indonesia.

Kepercayaan yang dimunculkan investor ini, kata Sri, tergambar dari indeks ease of doing bussiness (kemudahan berbisnis) yang meningkat dibanding tahun lalu. Artinya, pelaku usaha mengaku kemudahan bagi mereka untuk memulai usaha menjadi lebih baik. Dari sisi pasar, Indonesia juga menjadi salah satu pasar terbesar dunia dengan nilai PMA dan PMDN yang terus meningkat.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2016 ini diyakini akan lebih baik dari kuartal III ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, di kuartal terakhir mendatang pemerintah masih bertumpu pada investasi.

“Perusahaan-perusahaan yang akan melakukan ekspansi dari sisi usahanya. Maupun dari sisi perbankan dan pasar modal menjadi salah satu sumber untuk bisa mendanai kebutuhan untuk ekspansi,” ujar Sri, di Jakarta, Selasa (8/11).

Selain itu, kuartal IV ini Sri juga meyakini konsumsi pemerintah akan meningkat seiring dengan belanja pemerintah menjelang akhir tahun anggaran. Ia mengaku optimistis bahwa serapan anggaran pemerintah pusat bisa menyentuh 95 persen untuk masing-masing kementerian dan lembaga.

Seperti diketahui, perekonomian Indonesia mengalami perlambatan, dengan angka pertumbuhan pada kuartal III 2016 ini sebesar 5,02 persen. Angka ini menurun dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini yang tercatat 5,19 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh sektor informasi dan komunikasi yang naik 9,2 persen dibanding tahun lalu. Sementara sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami kenaikan 8,83 persen dan sektor transportasi meningkat 8,2 persen dibanding tahun lalu.

“Kuartal keempat faktor pemerintah kami harapkan akan lebih positif karena akselerasi belanja akhir tahun seperti biasa kuartal keempat. tu menjadi faktor positif baik dari konsumsi atau investasi secara total,” katanya.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s