Uncategorized

Jokowi: UMKM Serap 80% Lapangan Kerja di RI

Sistem waralaba sangat menguntungkan untuk diterapkan bagi pelaku UMKM | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, sektor UMKM mampu menyerap lapangan kerja hingga 80%. Terlebih lagi dengan adanya sistem waralaba, sebaran UMKM semakin luas.

“Jadi nggak usah mikir lagi beli kulkas kayak apa, beli kompor kayak apa,” lanjut Jokowi.

Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian positif setiap tahunnya. Serapan tenaga kerja dari sektor UMKM juga sangat besar.

“70-80% total lapangan kerja ada di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan mengambil franchise berarti bisa langsung naik kelas karena paket waralaba menganut standar-standar yang sudah dioptimalkan,” kata Jokowi saat membuka Indonesia Franchise and SME Expo (IFSE) 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

“Jadi pengusaha lokal daripada bikin spesifikasi sendiri sudah bisa bikin yang standar nasional dan internasional,” tutur Jokowi.

Jokowi menambahkan, sistem waralaba sangat menguntungkan untuk diterapkan bagi pelaku UMKM. Karena tanpa butuh modal yang banyak, gerai bisa banyak dibuka di berbagai daerah.

Waralaba Bikin Pengusaha Naik Kelas | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Lewat skema waralaba pengusaha akan naik kelas dan lebih terstandar kualitasnya.

Bisnis waralaba dinilai sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia. Pasalnya, masyarakat sudah sangat terbiasa dengan membuka usaha sendiri seperti toko, warung maupun restoran

Presiden Joko Widodo mengatakan, dengan waralaba, biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha menjadi lebih murah.

“Konsep waralaba untuk efisiensi, dengan konsep waralaba akan hemat banyak ongkos,” kata Jokowi, Jumat (25/11/2016).

Segala perlengkapan sudah terlisensi spesifikasinya, seperti kompor, kulkas, dan lampu.

Daya serap untuk tenaga kerja saja dapat mencapai 70%-80%. Jokowi berharap, waralaba lokal dapat bersaing dengan merek luar. Bahkan dia mendorong agar waralaba lokal dikembangkan di luar negeri.

Jokowi menambahkan, usaha waralaba dan usaha mikro, kecil dan menengah sangat berperan dalam perekonomian bangsa.

CEO Asosiasi Franchiche Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan, industri waralaba Indonesia yang cukup besar sejak lama menjadi perhatian AFI.

“Waralaba adalah konsep bisnis yang unggul. Sejak 15 tahun terakhir makin lebih hebat,” ujar Anang.

Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan AFI selalu mendorong anggotanya untuk terus berkembang dan bersaing tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di tingkat regional dan internasional.

Data International Franchise Association melansir pada 2014 jumlah waralaba di dunia berjumlah 770.368 waralaba.

Pertumbuhan usaha waralaba pada beberapa negara berkembang sangat pesat. Waralaba dijadikan sebagai alternatif pengembangan usaha.

Di Indonesia, tercatat sekitar 698 waralaba dengan jumlah gerai sebanyak 24.400 yang terdiri dari 63% waralaba dan Business Opportunity (BO) lokal serta 37% waralaba asing, dengan omzet mencapai nominal Rp 172 triliun.

Sedangkan data WFC Meeting 2013, jumlah waralaba di 3 negara ASEAN (Malaysia, Filipina, dan Singapura) telah mencapai angka 2.522 usaha waralaba.

Mendag: Waralaba Lebih Cepat Berkembang Dibanding Usaha Besar Lain | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yakin pertumbuhan waralaba di Indonesia akan cepat berkembang dibanding dengan usaha besar lainnya. Sebab, bisnis ini memiliki modal yang lebih murah dengan kepastian untung yang persentasenya lebih besar.

“Ini hampir mirip dengan buka warung. Mereka kecil tapi dampak pertumbuhannya tinggi,” kata Enggar di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (25/11).

Dengan pertumbuhan yang lebih baik, sektor waralaba akan mampu menjadi pendorong perekonomian nasional. Bisnis ini juga tidak akan terganggu dengan perekonomian global yang biasa menerpa industri besar.

Enggar mencontohkan, apotik K-24 dengan modal Rp 800 juta bisa balik modal hanya dalam kisaran tiga tahun. Mesti investasi untuk usaha ini terbilang cukup besar, tapi pendapatan dari jual-beli obat ini terbilang lancar dan menguntungkan.

“Jadi kunci dari inovasi ini juga penting. Kan waralaba ini membangun konsep karena harus bekerja sama dengan pelaku usaha lain,” ujarnya.

Dengan keuntungan ini, Enggar menilai bawa bisnis waralaba adalah konsep bisnis yang luar biasa dan inovatif. Dengan inovasi yang terus berkembang dari waralaba, pelaku usaha ini bisa bertahan lama.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s