Uncategorized

Angkasa Pura I Terbitkan Obligasi untuk Bangun 5 Bandara

Bandara tersebut dinilai sudah tidak mampu lagi menampung | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Angkasa Pura I, Novrihandri, mengungkapkan, kedua aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari pendanaan eksternal yang diperkirakan mencapai Rp25 triliun pada 2020.

Adapun obligasi dan sukuk ijarah yang diterbitkan adalah seri A dengan tenor lima tahun, seri B tenor tujuh tahun, dan seri C untuk tenor 10 tahun. Sementara itu, besaran bunganya, untuk seri A 8,10 persen per tahun, seri B 8,40 persen per tahun, dan seri C 8,55 persen per tahun.

PT Angkasa Pura I, hari ini, Senin 28 November 2016 mencatatkan obligasi I dan sukuk ijarah, dengan masing-masing nilai mencapai Rp2,7 triliun dan Rp540 miliar.

“Ini nanti akan digunakan untuk membangun lima bandara. Ahmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin. New Yogya Kulon Progo, Juanda Surabaya, dan Hasanuddin Makassar,” kata Novrihandri saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

“Pada akhirnya, ini akan mendorong peningkatan kinerja operasional dan finansial perusahaan,” ujar Novrihandri.

Menurut dia, pengembangan dari kelima bandara tersebut memang menjadi prioritas utama. Lantaran, kapasitas dari kelima bandara itu sudah tidak mampu lagi untuk menampung jumlah penumpang yang semakin meningkat.

Lantas, sudah sejauh mana progres pengembangan kelima bandara tersebut? “Semua sudah proses. Kami sudah bebaskan lahannya. Tahun depan kami harapkan itu progres. Sementara itu, di Semarang, dan Banjarmasin tahun ini sudah mulai jalan,” kata Novrihandri.

“Kami punya plafon sekitar Rp4 triliun. Tapi ada strategi sinergi dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” tuturnya.

Untuk itu, perseroan akan kembali menerbitkan obligasi sebesar Rp4 triliun pada tahun depan, guna menggenjot pengembangan kelima bandara tersebut. Namun, perseroan masih memiliki opsi lain untuk mencari sumber pendanaan.

Angkasa Pura I Rilis Emisi Surat Utang Senilai Rp3 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Direktur Keuangan dan TI Angkasa Pura I Novrihandri menuturkan bahwa perseroan akan mengoptimalkan sumber dana eksternal dari penerbitan obligasi dan sukuk serta pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non bank untuk membiayai capital expenditure.

Untuk mendukung pengembangan lima bandara, PT Angkasa Pura I (Persero) menerbitkan obligasi I senilai Rp2,5 triliun dan sukuk ijarah I sebesar Rp500 miliar.

“Pembangunan bandara dan pengembangan bandara ini mendesak dilakukan karena sudah mengalami lack of capacity,” ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (28/11/2016).

Angkasa Pura I juga akan membangun bandara baru Yogyakarta yang membutuhkan investasi senilai Rp9,3 triliun ditargetkan beroperasi pada 2020, terminal 3 bandara Juanda Surabaya senilai Rp9,1 triliun ditargetkan beroperasi pada 2020 dan bandara Sultan Hasanuddin Makassar senilai Rp3,6 triliun dengan target 2020.

Adapun pendanaan eksternal Angkasa Pura I, akan digunakan untuk pengembangan Bandara Ahmad Yani yang membutuhkan dana senilai Rp2,1 triliun yang ditargetkan beroperasi pada 2018, Bandara Noor Syamsudin Noor Banjarmasin senilai Rp2,3 triliun dengan target beroperasi pada 2019.

Percantik 5 bandara, Angkasa Pura I cari uang Rp 3 T lewat obligasi | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro mengatakan, penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari pendanaan eksternal yang diperkirakan mencapai RP 25 triliun sampai dengan 2020 mendatang.

Menurut Danang, pembangunan dan pengembangan bandara tersebut sangat mendesak dilakukan karena sudah kekurangan kapasitas. Sehingga perlu terus ditingkatkan segi pelayanannya.

PT Angkasa Pura I mencatatkan obligasi I dengan nilai mencapai Rp 2,5 triliun dan sukuk ijarah I senilai Rp 500 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan lima bandara kelolaan Angkasa Pura I.

“Pendanaan eksternal ini diperlukan oleh Angkasa Pura I untuk pembangunan dan pengembangan lima bandara, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang yang membutuhkan investasi RP 2,1 triliun dan ditargetkan 2018, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (Rp 2,3 triliun/2019), Bandara Baru Yogyakarta (Rp 9,3 triliun/2020), Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya (Rp 9,1 triliun/2020), dan Bandara Sultan Hasanudin Makassar (Rp 3,6 triliun/2020), serta investasi rutin,” jelas Danang dalam konferensi pers “Pencatatan Obligasi I dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I” di Gedung Bursa Efek, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Obligasi dan sukuk ijarah sendiri diterbitkan dalam tiga seri, yakni Seri A dengan tenor 5 tahun, Seri B dengan tenor 7 tahun dan Seri C dengan tenor 10 tahun. Seri A dengan bunga tetap 8,10 persen per tahun, Seri B dengan bunga tetap 8,40 persen per tahun dan Seri C dengan bunga tetap 8,55 persen per tahun.

“Pembangunan dan pengembangan bandara ini akan meningkatkan kualitas layanan, kepuasan pengguna jasa bandara, serta untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang pesawat udara yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kinerja operasional dan finansial perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Keuangan dan TI Angkasa Pura I, Nivrihandri berjanji akan mengoptimalkan sumber dana eksternal dari penerbitan obligasi dan sukuk serta pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non bank untuk belanja modal.

Dalam aksi korporasi ini, Angkasa Pura I telah menunjuk Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan BCA sekuritas sebagai penjamin pelaksana dan Bank Mega sebagai wali amanat.

Rifanfinancindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s