Uncategorized

Jokowi Pastikan Paket Ekonomi Jilid XIII Terbit Bulan Depan

Jokowi menegaskan agar penyederhanaan izin properti tidak disalahgunakan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Menurut Jokowi, PP tersebut saat ini sudah berada di Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) untuk segera diterbitkan bulan depan.

Ia menegaskan agar paket ekonomi tentang penyederhanaan izin pembangunan rumah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut tidak disalahgunakan untuk meringkas perizinan dalam pembangunan rumah untuk kelas menengah ke atas.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Paket Kebijakan Ekonomi ke XIII pada Desember tahun ini.

“Tadi Pak Eddy Hussy (Ketua DPP Real Estate Indonesia/REI) menyampaikan PP belum jadi, ya memang belum jadi. Tadi pagi saya pastikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah di Menko Perekonomian. Sudah janji bulan Desember ini akan diselesaikan,” papar Jokowi, Selasa (29/11).

Jika nantinya ada permasalahan dalam mengimplementasikan paket kebijakan tersebut, lanjut Jokowi, dirinya bersedia menerima langsung keluhan tersebut. Menurut penelusurannya sendiri, masih banyak kendala terkait tata ruang di pusat dan daerah. Sehingga, pemerintah terus berusaha membenahi beberapa permasalahan tersebut.

“Saya ingin inti dari paket ke XIII mempercepat penyediaan rumah untuk MBR, bukan yang lain, nanti yang dikebut malah yang lain, MBR ditinggalkan. Makanya saya sebut MBR, jangan bangun rumah yang dipakai untuk investasi,” tegas Jokowi.

Untuk diketahui, dengan adanya paket kebijakan ekonomi ke 13, perizinan pembangunan perumahan dipangkas menjadi hanya 11 perizinan dari sebelumnya ada 33 izin. Dengan begitu, waktu pembangunan rumah yang selama ini menghabiskan 769 sampai 981 hari, bisa didapatkan menjadi hanya 44 hari.

“Ketika ada masalah tolong langsung dilaporkan, apalagi itu menyangkut MBR, pemerintah terbuka menerima laporan yang konstruktif. Datang ke menteri karena menteri itu gampang dicari, kalau sulit laporkan ke saya,” ucap Jokowi.

Jokowi Tegaskan Pemerintah akan Sederhanakan Perizinan Properti | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Presiden mengungkapkan sudah banyak sekali langkah perizinan yang dipangkas meski diakui masih banyak hal yang harus dibenahi. Langkah-langkah tersebut dijelaskannya merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi ke-13. “Sudah dilakukan deregulasi perizinan dan penyederhanaan birokrasi di sektor properti. Sudah kita potong-potong, memang masih ada yang perlu diperbaiki lagi. Dulu 33 izin, sekarang hanya 11 izin. Dulu sampai 900 hari, sekarang hanya 40 hari kurang lebih. Tapi dalam pelaksanaannya kalau masih ada masalah silakan disampaikan kepada kita,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam deregulasi perizinan dan penyederhanaan birokrasi di sektor properti. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Grand Ballroom, Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (29/11).

Presiden juga menjelaskan bahwa inti dari Paket Kebijakan Ekonomi ke-13 yang telah diluncurkan tersebut ialah dalam rangka mempercepat penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga terjangkau. Paket kebijakan tersebut sekaligus mengurangi regulasi dan biaya bagi pengembang untuk membangun rumah. “Sekali lagi rumah MBR, bukan yang lain. Nanti yang dikebut yang lain, yang MBR ditinggalkan. Jangan sampai salah di lapangan yang banyak dibangun malah rumah orang yang sering hanya dipakai untuk investasi, sudah punya dua atau tiga rumah sebelumnya,” ujarnya.

“Saya tahu bahwa di lapangan masih ada kendala, baik yang berupa perizinan tata ruang dan lain-lain. Baik di pusat maupun di daerah. Tetapi sekali lagi, ini akan terus kita perbaiki, kita benahi,” ucap presiden.

Meski pemerintah telah berupaya untuk menyederhanakan langkah-langkah perizinan dan upaya-upaya lainnya, disadari bahwa dalam realisasinya di lapangan masih ditemukan adanya kendala. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk selalu membenahi segala kekurangan yang ada sembari berharap adanya masukan dan dialog yang konstruktif untuk mencari solusi secara bersama-sama.

Presiden tegaskan komitmen pemerintah sederhanakan perizinan properti | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional Persatuan Perusahaan Real estat Indonesia (REI) di Jakarta, Selasa, Presiden mengungkapkan bahwa sudah banyak sekali prosedur perizinan yang dipangkas meski masih banyak hal yang harus dibenahi.

“Dulu 33 izin, sekarang hanya 11 izin. Dulu sampai 900 hari, sekarang hanya 40 hari kurang lebih. Tapi dalam pelaksanaannya kalau masih ada masalah silakan disampaikan kepada kita,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali komitmen pemerintah melakukan deregulasi perizinan dan penyederhanaan birokrasi di sektor properti.

“Sudah dilakukan deregulasi perizinan dan penyederhanaan birokrasi di sektor properti. Sudah kita potong-potong, memang masih ada yang perlu diperbaiki lagi,” katanya.

Presiden juga menjelaskan bahwa inti dari Paket Kebijakan Ekonomi ke-13 ialah mempercepat penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga terjangkau.

“Sekali lagi rumah MBR, bukan yang lain. Nanti yang dikebut yang lain, yang MBR ditinggalkan. Jangan sampai salah di lapangan yang banyak dibangun malah rumah orang yang sering hanya dipakai untuk investasi, sudah punya dua atau tiga rumah sebelumnya,” ujarnya.

Deregulasi dan penyederhanaan birokrasi sektor properti, menurut dia, merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi ke-13.

Paket kebijakan tersebut sekaligus mengurangi regulasi dan biaya bagi pengembang dalam membangun rumah.

Oleh karena itu, Presiden berkomitmen membenahi segala kekurangan yang ada dan meminta masukan untuk mencari solusi bersama.

“Saya terima laporan dari berbagai pihak. Bahkan saya juga cari tahu sendiri kondisi nyata di lapangan. Di sini saya ingin sampaikan bahwa ketika ada masalah di lapangan, tolong langsung dilaporkan dan bersama-sama kita carikan solusinya apalagi kalau itu menyangkut masalah rumah MBR,” kata dia.

Meski pemerintah telah berupaya menyederhanakan proses pengurusan perizinan dan upaya-upaya lainnya, namun dalam realisasinya di lapangan masih ditemukan adanya kendala.

“Saya tahu bahwa di lapangan masih ada kendala, baik yang berupa perizinan tata ruang dan lain-lain. Baik di pusat maupun di daerah. Tetapi sekali lagi, ini akan terus kita perbaiki, kita benahi,” katanya.

Meski demikian, Presiden memastikan bahwa kondisi politik semacam itu merupakan hal yang biasa menjelang Pilkada.

“Gosip dan rumor sekarang ini juga banyak di media sosial. Tetapi jangan langsung dipercaya, banyak rumor yang tidak benarnya,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo sempat mengungkapkan bahwa belakangan yang seringkali ditanyakan kepadanya oleh pelaku usaha bukanlah permasalahan ekonomi, namun soal kondisi politik yang menghangat.

“Bukan apa-apa, saya kira wajar dan ini setiap saat menjelang atau dalam kurun kampanye Pilkada ya selalu seperti ini. Bukan hanya saat ini saja, tetapi memang sekarang ini agak istimewa, terutama Pilgub di Jakarta. Meskipun sebetulnya pemilihan gubernur dan bupati/wali kota itu ada di 101 provinsi, kabupaten dan kota,” katanya.

“Tetapi untuk kita semuanya yang ada di sini, terutama seluruh anggota REI, marilah kita kembali bekerja, fokus menjalankan program pembangunan untuk masyarakat dan memastikan setiap rakyat Indonesia nantinya memiliki tempat tinggal yang layak,” kata Presiden yang langsung disambut riuh tepuk tangan peserta Musyawarah Nasional REI ke-15 tahun 2016.

Ia berharap agar seluruh elemen masyarakat tidak hanyut dalam kondisi tersebut dan fokus bekerja dan menjalankan aktivitas masing-masing.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s