Uncategorized

Jelang Pertemuan Fed, IHSG Dibuka Melemah

IHSG dibuka dijalur merah | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Hingga pukul 09.29 WIB, IHSG terus menurun di level 5.281,04 atau tertekan 27,07 poin (turun 0,51 persen). Sementara pada Jumat pekan lalu, IHSG ditutup di level 5.308,12.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan saham Selasa (13/12/2016). IHSG dibuka di level 5.296,19 pada pukul 09.00 WIb di jalur merah.

Dari data RTI, sebanyak 92 saham dibuka menguat sementara 103 saham dibuka melemah dan 117 saham dibuka tetap.

Sebanyak sembilan indeks sektoral kompak melemah dengan pelemahan utama dipimpin oleh sektor aneka industri. Hanya sektor pertambangan saja yang masih menguat, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia.

Dari pasar spot Bloomberg, rupiah terpantau menguat dibanding dollar AS. Pada pukul 09.32 WIB, rupiah menguat 18 poin ke level 13.313 per dollar AS. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, rupiah ditutup di 13.331.

Net foreign sell di semua papan perdagangan tercatat mencapai Rp 73,3 miliar. Sementara net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp 72,6 miliar.

Menanti Suku Bunga AS Naik, IHSG Diramalkan Fluktuatif | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Analis Recapital Securities Kiswoyo Adi Joe memprediksi IHSG bergerak fluktuatif menanti keputusan The Fed. Meski begitu, kenaikan suku bunga tersebut sudah diprediksi oleh banyak pihak sejak lama. Sehingga, IHSG diprediksi tak mungkin jatuh terlalu dalam.

Namun, Kiswoyo optimistis The Fed tak akan menaikkan suku bunga lebih dari 0,50 basis poin. Sehingga, ia memprediksi level terendah bagi IHSG di 5.100 jika memang terjadi pelemahan. Namun, bukan tak mungkin IHSG dapat melaju hingga ke level 5.400.

Penentuan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada minggu ini dinilai menjadi sentimen terkuat bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan, tak terkecuali pada perdagangan hari ini, Selasa (13/12).

“The Fed sudah memberi sinyal jika mereka semakin pasti akan menaikkan suku bunga, jadi sudah ada kepastian sih sebenarnya,” ungkap Kiswoyo Jumat (9/12).

Adapun, IHSG pada akhir pekan lalu ditutup menguat 4,39 poin (0,08 persen) ke level 5.308 setelah bergerak diantara 5.284-5.308. Menurut Kiswoyo, pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu terbilang positif imbas dari rilis data perekonomian seperti inflasi yang terbilang stabil. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi pendorong bagi laju IHSG.

Sementara itu, nilai tukar rupiah sendiri diprediksi bergerak dalam rentang Rp13.200 – Rp13.300. Kiswoyo melihat pelemahan rupiah pada perdagangan sebelumnya disebabkan banyaknya perusahaan swasta yang perlu membayar utang dalam denominasi dolar jelang akhir tahun, sehingga perlu menukarkan dananya ke dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

“Nah sekarang sudah pada selesai bayar utangnya, jadi rupiah bakal stabil,” pungkasnya.

Di lain sisi, analis Reliance Securities Lanjar Nafi menilai laju IHSG hari ini juga akan dipengaruhi oleh data ekspor dan impor, neraca perdagangan, dan pertumbuhan pinjaman. Sementara, sentimen dari Asia akan dipengaruhi oleh tingkat penjualan ritel dan aktifitas manufaktur di Jepang.

“Pergerakan bursa global pekan ini diperkirakan cenderung berpeluang terkoreksi menanti data ekonomi di AS menyambut keputusan dan komentar FOMC terhadap tingkat suku bunga,” ungkap Lanjar dalam risetnya.

Adapun, dari bursa global sendiri bakal dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang terdiri dari penjualan ritel, stok persediaan minyak, tingkat pengangguran dan tingkat kemampuan konsumen untuk mengukur kekuatan ekonomi AS menghadapu peningkatan biaya pinjaman.

Hari ini, Lanjar memprediksi IHSG cenderung terkoreksi dengan level support 5.160 dan level support 5.315. Sementara itu, ia meminta investor untuk mencermati saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Ciputra Surya Tbk (CTRS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Usai Libur Panjang, IHSG Dibuka Melemah | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (13/12/2016), IHSG melemah 11,93 poin atau 0,22 persen ke level 5.296,19. Pelemahan IHSG kemudian berlanjut pada pembukaan pukul 09.00 WIB. IHSG melemah 7,89 poin atau 0,15 persen ke level 5.300,20. Indeks saham LQ45 turun 0,37 persen ke level 886,996.

Investor asing masih terus melakukan aksi jual, sekitar Rp 39 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.307.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan usai libur panjang memperingati Maulid Nabi. Namun IHSG berpotensi naik mengikuti penguatan bursa global.

Pada hari ini, IHSG sempat ke level tertinggi 5.300,71 dan terendah 5.290,98. Ada sebanyak 81 saham menguat, sedangkan 47 saham melemah dan 105 saham diam di tempat. Transaksi perdagangan saham tercatat 12.851 kali dengan volume perdagangan 673,9 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 390,3 miliar.

Sektor saham barang konsumsi turun 0,74 persen dan menjadi sektor dengan pelemahan terbesar pada awal sesi. Kemudian diikuti sektor aneka industri yang turun 0,49 persen. Sektor saham manufaktur melemah 0,53 persen.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham memerah. Hanya ada dua sektor yang menguat yaitu pertambangan yang naik 0,64 persen dan sektor saham perkebunan yang naik 0,13 persen.

Sedangkan saham-saham yang tergelincir antara lain saham GSMF turun 9,91 persen ke level Rp 100 per saham, saham BCIP turun 9,52 persen ke level Rp 228 per saham, dan saham DSNG susut 7,14 persen ke level Rp 660 per saham.

Saham-saham yang menguat di awal sesi antara lain saham AIMS yang naik 33 persen ke level Rp 216 per saham, saham BBYB menguat 10,74 persen ke posisi Rp 320 per saham, dan saham KOIN mendaki 6,25 persen ke level Rp 340 per saham.

Analis PT BNI Securities Ankga Adiwirasta menjelaskan, Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,33 persen pada perdagangan Kamis (8/12) kemarin ke level 19.614,81 sementara indeks S&P500 ditutup naik 0,22 persen ke level 2.246,19. “Penguatan indeks tersebut didorong oleh kenaikan di sektor finansial,” tutur Ankga

“IHSG berpeluang berada di kisaran 5.280 hingga 5.340 dengan saham-saham rekomendasi antara lain BBCA, SMGR, ASRI, ADRO, LPPF, ELSA,” jelas dia.

Sentimen dari bursa AS, Asia dan Eropa diprediksi akan berpengaruh ke indeks IHSG yang diperkirakan bergerak menguat dengan potensi masih akan bergerak mix.

Sementara itu dari kawasan Asia, indeks Nikkei dibuka menguat 0,54 persen ke level 18.866,23. Indeks menguat setelah merespons pengaruh penguatan bursa global lainnya seperti AS dan Eropa.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s