PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Usai Natal, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Penurunan produksi ini dilakukan per 1 Januari 2017 | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Mengutip Channel News Asia, acuan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Februari 2017 naik 16 sen menjadi 53,18 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange (NYMEX).

Harga minyak dunia melanjutkan kenaikannya pada perdagangan pasca hari raya Natal Selasa (27/12/2016) waktu setempat.

Sebelumnya, indeks WTI ditutup naik 7 persen ke level tertingginya dalam 17 bulan pada akhir pekan lalu.

Penguatan ini sejalan dengan upaya anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara non-OPEC yang akan membatasi produksi guna mendongkrak harga.

Acuan minyak Brent ditutup naik 11 sen pada level 55,16 dollar AS per barrel pada akhir pekan lalu.

Penurunan produksi ini dilakukan per 1 Januari 2017 mendatang.

Sementara itu, acuan harga minyak Brent untuk pengiriman bulan Februari 2017 belum memulai perdagangan karena masih liburan Natal.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mengalami dukungan penguatan sejalan dengan kesepakatan OPEC dan negara-negara non-OPEC untuk menurunkan produksi minyak mereka hampir 1,8 juta barrel per hari (bph).

OPEC Mulai Batasi Produksi, Harga Minyak Perpanjang Tren Kenaikan | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/12/2016) harga minyak mentah NYMEX untuk pengirimanan CLc1 terdongkrak 16 sen di level USD53,18 per barel pada pukul 00.02 GMT, ketika sebelumnya ditutup bertambah 7 sen untuk menyentuh level tertinggi 17 bulan akhir pekan kemarin. Sementara harga minyak Brent untuk pengiriman Februari LCOc1 kokoh lewat kenaikan sebesar 11 sen menjadi USD55,16 per barel.

Harga minyak mentah berjangka AS memperpanjang keuntungan pada perdagangan hari ini, pasca libur Natal setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-anggota OPEC ditetapkan mulai membatasi produksi. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, kebaijakan tersebut terdampak positif terhadap harga minyak dunia.

Pada awal pekan kemarin pasar minyak Internasional ditutup karena libur Natalan dan dalam beberapa pekan terakhir mendapatkan dukungan ketika OPEC maupun negara non-OPEC sepakat untuk mengurangi produksi mereka mencapai hampir 1,8 juta barel per hari (bpd) dari 1 Januari. Di sisi lain produksi minyak Libya naik sedikit 622.000 barel sehari (bpd) dan perusahaan minyak nasional mengaku akan menambahkan hingga 270.000 bpd dalam tiga bulan.

Sedangkan stok minyak China pada periode akhir November, turun 1,55% dari bulan sebelumnya menjadi 29.89 juta ton terimbas penurunan produksi domestik, meski permintaan di musim dingin masih tumbuh. Berbeda lagi dengan Aljazair Sonatrach yang akan menambah sumur minyak mereka menjadi 290 pada 2017, atau meningkat dibandingkan 2016 yakni mencapai 265. Diharapkan konsisten pembekuan produksi minyak berjalan sesuai prediksi, untuk menyeimbangkan harga minyak dunia.

Departemen Energi AS berharap penjualan minyak mentah bisa berjalan sesuai prediksi hingga pertengahan Januari. Peningkatan masih terjadi pada ekspor minyak Rusia yang bertambah hampir 5% tahun ini menjadi 253.5 juta ton dengan harapan tahun depan peningkatannya tidak terlalu besar, seperi disampaikan oleh Wakil Menteri Energi Kirill Molodtsov.

Harga Minyak Mentah AS Memperpanjang Kenaikan | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) memperpanjang kenaikan pada perdagangan pasca-Natal, Selasa waktu setempat

Reuters melansir, harga minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Februari CLc1 naik 16 sen menjadi USD53,18 per barel, setelah ditutup 7 sen lebih tinggi pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Kenaikan ini sebagai imbas dari pembatasan produksi output minyak dari negara anggota OPEC dan non-OPEC dalam waktu kurang dari seminggu untuk mendukung harga minyak.

Harga minyak telah menguat dalam beberapa minggu terakhir karena anggota OPEC dan anggota non-OPEC telah sepakat untuk memangkas output yang lebih rendah yakni hampir 1,8 juta barel per hari (bph) mulai 1 Januari.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari LCOc1 menetap naik 11 sen menjadi USD55,16 per barel pada perdagangan Jumat. Pasar minyak ditutup pada Senin setelah liburan Natal.

Departemen Energi AS berharap memulai penjualan sekitar 8 juta barel minyak mentah dari cadangan darurat negara pada awal sampai pertengahan Januari.

Produksi minyak Libya naik sedikit menjadi 622.000 barel per hari (bph) pada perdagangan Senin, karena faksi bersenjata sepakat untuk mengangkat blokade pipa barat utama dalam dua tahun, demikian disampaikan National Oil Corporation. Kondisi tersebut diproyeksikan bisa menambah 270.000 barel per hari dalam waktu tiga bulan.

Sementara Wakil Menteri Energi Rusia Kirill Molodtsov mengatakan, ekspor minyak Rusia akan naik hampir 5 persen tahun ini menjadi 253.500.000 ton dan diharapkan sedikit mengalami peningkatan tahun depan.

Perusahaan minyak Aljazair Sonatrach akan mengebor 290 sumur pada 2017 dibandingkan dengan 2016 yang hanya mencapai 265, demikian diungkapkan kepala divisi pengeboran minyak dan gas Sonatrach kepada Reuters Jumat.

Selain itu, stok minyak mentah Tiongkok pada akhir November turun 1,55 persen dari bulan sebelumnya menjadi 29.890.000 ton sebagai output domestik menyusut dan permintaan musim dingin tumbuh, demikian disampaikan data dari kantor berita resmi Xinhua.

Rifanfinancindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s