PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Aprindo Anggap Penetapan Alfamart sebagai Badan Publik Tidak Tepat

Direktur Alfamart: Sepenuhnya didasarkan atas dasar kerelaan dari konsumen | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, keputusan Komisi Informasi Pusat yang memutuskan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai badan publik tidak tepat.

Sementara itu, Direktur Corporate Affair Alfamart Solihin mengatakan, donasi yang dihimpun melalui perusahaannya dilakukan dengan standar prosedur yang jelas dan dalam penghimpunannya tidak ada pemaksaan jika konsumen keberatan uang kembalian belanja digunakan untuk donasi.

“Sepenuhnya didasarkan atas dasar kerelaan dari konsumen,” katanya.

Persoalan ini bermula saat Komisi Informasi Pusat menetapkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart, sebagai badan publik karena perusahaan ritel Alfamart telah melakukan penghimpunan dana dari konsumen.

“Salah alamat jika ditetapkan sebagai badan publik,” ujar Roy saat konfrensi pers Aprindo di Kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Roy menegaskan, penghimpunan dana dari konsumen sudah melalui menajemen yang baik dan dipisahkan antara omzet perusahaan dan uang hasil donasi konsumen.

“Penghimpunan donasi secara standar operational procedure (SOP) memang dipisahkan,” ungkapnya.

Menurut Roy, penghimpunan dana yang dilakukan pihak peritel sudah sesuai aturan yang berlaku dan yayasan penerima dana juga merupakan yayasan kredibel.

Menurutnya, selama ini penghimpunan donasi merupakan sarana sosial pengusaha dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami lahir di Indonesia, dagang di Indonesia, mendapat keuntungan dari rakyat Indonesia, kami juga ingin peduli dan merasakan bagi masyarakat yang membutuhkan donasi. Selain ke Yayasan yang kredibel, donasi juga dikumpulkan ketika ada bencana,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Roy, Badan Publik adalah lembaga yang dibiayai oleh negara, sementara perusahaan ritel merupakan korporasi swasta bukan lembaga negara.

Aprindo : Penggalangan Dana Masyarakat Seluruhnya Diserahkan ke Yayasan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan penggalangan dana masyarakat yang dilakukan ritel modern melalui uang kembalian konsumen saat berbelanja, sebagai bentuk menjalankan aksi kemanusiaan di Indonesia.

Menurut Roy, peritel secara mandiri telah mengumumkan nilai donasi yang terkumpul melalui sarana di toko maupun publikasi di media massa ataupun media sosial dengan berkala.
“Sedangkan terkait laporan secara detail merupakan tanggung jawab pihak yayasan penerima untuk membuat laporan yang diteruskan kepada Kementerian Sosial selaku pemberi izin,” tutur Roy.

“Seluruh dana konsumen yang terkumpul di ritel modern sepenuhnya diserahkan ke pihak yayasan yang ditunjuk oleh peritel. Jadi sepenuhnya kami percayakan kepada pihak yayasan,” ujar Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

“Seperti Palang Merah Indonesia, Unicef, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, dan Kick Andy Foundation, maupun pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial yang memberikan izin penggalangan dana masyarakat,” papar Roy.

Sementara mengenai status PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang ditetapkan Komisi Informasi Pusat (‎KIP) sebagai badan publik karena menggalang dana masyarakat. Roy menilai, KIP seharusnya melakukan klarifikasi secara cermat kepada pihak-pihak terkait salah satunya yayasan pengelola bantuan yang ditujuk Alfamart.

Asosiasi Ritel Nilai Alfamart Tak Perlu Umumkan Donasi ke Publik | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung anggotanya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dalam kasus di Komisi Informasi Pusat (KIP). Aprindo menilai putusan KIP yang mewajibkan Alfamart mengumumkan donasi salah alamat karena memposisikan perusahaan itu sebagai badan publik.

Menurut Roy, penghimpunan uang kembalian konsumen yang dilakukan untuk donasi oleh Alfamart telah dilakukan sesuai ketentuan. Manajemen telah memisahkan antara omzet ritel dan uang donasi itu. “Yayasan penyalurnya pun telah dipilih yang kredibel,” ujarnya.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Pasal 1 Ayat (3) yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang tugasnya berkaitan dengan penyelenggaraan negara serta seluruh dananya bersumber dari APBN atau APBD. “Salah alamat jika Alfamart ditetapkan sebagai badan publik,” kata Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mendey di Jakarta, Rabu 28 Desember 2016.

Ketua dan Pendiri YKAKI, Ira Soelistyo mengatakan pihaknya sudah menjalani kerjasama dengan Alfamart sejak 2014. Hingga kini, YKAKI dan Alfamart telah berhasil membangun 4 rumah singgah bagi ratusan anak penderita kanker di berbagai daerah.

Di antara yayasan penerima donasi konsumen Alfamart adalah Palang Merah Indonesia (PMI), UNICEF, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), dan Kick Andy Foundation (KAF),

Sebelumnya, majelis hakim KIP yang dipimpin Dyah Aryani membacakan putusan soal donasi konsumen Alfamart pada Senin, 19 Desember lalu. Isinya, majelis mengabulkan permohoan konsumen Alfamart, Mustholih Sirad,j agar jaringan waralaba itu membuka 11 informasi perusahaan terkait penggalangan dana donasi konsumen.

Dari pengumpulan donasi masyarakat sepanjang 2015 lalu, Alfamart telah menyalurkan senilai lebih dari Rp 33 miliar melalui 9 program yang dikelola bersama 8 yayasan. Dana donasi yang terkumpul dari 1 Januari hingga 30 September 2016 mencapai Rp 21,1 miliar. SAT telah melakukan lima kerja sama dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi konsumen sepanjang tahun 2016.

Apalagi, ia mendapat informasi bahwa Alfamart menyalurkan donasi konsumen itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). “Padahal, dana CSR seharusnya diambil dari keuntungan perusahaan,” katanya saat dihubungi.

Alasan gugatan Mustholih sederhana saja. Sebagai konsumen, ia menanyakan pada kasir Alfamart soal penggunaan dana donasi dari uang kembaliannya, namun jawaban yang diperolehnya tak memuaskan.

Alfamart pun telah menyatakan keberatan atas putusan KIP. Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menyatakan, “Hasil putusan ini belum bersifat inkrah, kami sebagai termohon memiliki hak untuk mengajukan keberatan.”

Ia kembali menegaskan jika terkait detail laporan keuangan sesungguhnya merupakan wilayah dan tanggung jawab pihak yayasan penerima donasi. Mereka lah yang biasanya membuat laporan yang diteruskan ke Kementerian Sosial RI selaku pemberi izin. “Peritel itu hanya mengumpulkan dana dan disalurkan ke pihak yayasan dan mereka punya kewajiban untuk diaudit secara berkala oleh akuntan publik.” Kata Solihin.

Menurutnya, emiten berkode SAT ini secara berkala telah menyampaikan informasi ke publik mengenai nilai dan penggunaan donasi yang terkumpul. Biasanya, pengumuman disampaikan baik lewat sarana yang tersedia di toko ritel maupun melalui publikasi di berbagai media cetak, elektronik, online, dan media sosial.

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s