PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Pemangkasan Produksi OPEC Makin Dekat, Harga Minyak Menanjak

Harga minyak menanjak kembali pada hari Rabu waktu Amerika Serikat | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Dikutip dari Reuters, poling analis meramal bahwa persediaan minyak yang akan dilaporkan Energy Information Administration (EIA) tercatat 2,1 juta barel pada pekan lalu. Selain itu, pasar sangat penasaran dengan implementasi pemangkasan produksi OPEC yang dijadwalkan dimulai 1 Januari 2017 mendatang.

Harga minyak menanjak kembali pada hari Rabu waktu Amerika Serikat (AS) dan mendekati titik tertinggi sejak pertengahan 2015. Kenaikan harga minyak ini dipicu antisipasi akan angka persediaan minyak AS dan menyambut pemangkasan produksi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) awal tahun depan.

Sementara itu, Menteri Energi Irak Jabar Ali al-Luaibi mengatakan, negaranya siap memangkas produksi sebesar 200 ribu hingga 210 ribu barel per hari. Sementara Venezuela siap memangkas produksi 95 ribu barel per hari.

Negara-negara OPEC dan non-OPEC rencananya akan memangkas produksi hampir sebesar 1,8 juta barel per hari, di mana Arab Saudi bertindak sebagai motor utama.

Hasilnya, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$0,16 per barel ke angka US$54,06 per barel. Sementara itu, harga Brent berjangka menyentuh US$56,22 per barel atau naik US$0,13 per barel.

Meski demikian, perdagangan terbilang sepi dengan 294 ribu kontrak minyak berjangka. Angka ini hanya setengah dibanding angka rata-rata harian 525 ribu kontrak dalam jangka waktu 200 hari terakhir.

Harga minyak sendiri telah meningkat 25 persen sejak OPEC mengumumkan pemangkasan produksi pertengahan November lalu. Hal ini didukung penguatan indikator perekonomian AS.

Harga Minyak Dunia Jatuh di Awal Perdagangan Asia | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Dilansir Reuters, Kamis (29/12/2016) harga minyak mentah berjangka AS West Texas intermediate (WTI) kehilangan 31 sen atau 0,57% menjadi USD53,75 per barel pada pukul 01.04 GMT, setelah pada sesi sebelumnya sempat meningkat 16 sen ke level USD54.06 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent juga melemah 13 sen atau setara dengan 0,23% menjadi USD56.09 per barel.

Sementara itu beberapa saham komoditas terlihat naik, di tengah-tengah penarikan persediaan bensin dan distillate. Menurut data APIN kilang minyak mentah yang berjalan turun sebesar 604,000 barel per hari. Ini menjadi sinyal potensial bahwa upaya pemotongan produksi minyak yang dilakukan OPEC mendapatkan dukungan.

Harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan di Asia melemah, setelah data yang diterbitkan American Petroleum Institute (API) membuat terkejut para pelaku pasar. Data yang ditampilkan API menerangkan stok minyak mentah berjangka AS bertambah 4,2 juta barel minyak mentah.

Pada sesi sebelumnya minyak Brent sempat bertahan dengan kenaikan 13 sen lebih tinggi di level USD56,22 per barel. Perdagangan pada tengah pekan hari ini masih rendah, ketika kebanyakan investor sudah libur panjang tahun baru. Para analis memperkirakan dalam beberapa pekan mendatang akan ada penurunan stok minyak AS mencapai 2,1 juta barel.

Selanjutnya Komite OPEC dan produsen minyak dunia lainnya non-OPEC produsen akan terus memantau pembekuan produksi dalam upaya menjaga pasokan Internasional dengan menggelar pertemuan kembali di Wina pada 21-22 Januari, mendatang. Pernyataan ini disampaikan Menteri Energi Kuwait Essam Al-Marzouq kepada kantor berita KUNA.

Selama 18 Bulan, Minyak Bertengger di Level Tertinggi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Seperti yang dikutip dari CNBC, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 16 sen menjadi US$ 54,06 per barel. Ini merupakan posisi tertingginya sejak 2 Juli 2015.

Harga minyak dunia naik selama empat sesi berturut-turut pada Rabu (28/12) kemarin. Bahkan, harga minyak sempat bertengger di posisi tertingginya sejak pertengahan 2015.

Sementara itu, lima analis yang disurvei CNBC meramal data yang akan dirilis Energy Information Administration Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak akan turun 1,5 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Desember.

Harga minyak tertekan setelah data American Petroleum Institute menunjukkan terjadinya kenaikan cadangan minyak AS sebesar 4,2 juta barel.

Sementara itu, harga kontrak minyak Brent turun 15 sen menjadi US$ 55,94 per barel pada pukul 16.41 waktu New York. Pada 12 Desember lalu, harga minyak Brent sempat bertengger di posisi US$ 57,89 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2015.

Laporan EIA sudah dijadwalkan akan dirilis pada Kamis (29/12) pukul 11.00 watu setempat.

Sekadar informasi saja, harga minyak dunia sudah melompat 25% sejak pertengahan November lalu. Pemicunya adalah ekspektasi market bahwa OPEC akan memangkas suplai produksinya.

Sementara, Menteri Perminyakan Irak Jabar Ali al-Luaibi pada Rabu kemarin mengatakan, negaranya akan memangkas produksi minyak sebesar 200.000-210.000 barel per hari yang akan dimulai pada Januari mendatang.

Memang, OPEC dan negara non-OPEC diharapkan akan memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari. Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, setuju untuk memberikan kontribusi pemangkasan terbesar.

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s