PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Wall Street tertekan tipis, pelaku pasar ambil posisi jelang tahun baru

Harga saham sektor keuangan di AS dan Eropa pun tertekan sampai 1,0 persen | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Wall Street ditutup turun tipis pada perdagangan Kamis waktu AS, setelah saham perbankan turun akibat para pelaku pasar mengambil posisi menjelang akhir tahun.

Dua indeks patokan utama lainnya juga ikut turun. Indeks S&P 500 turun tipis 0,56 poin atau 0,02 persen menjadi 2.249,36 poin dan demikian pula indeks Nasdaq yang tertekan 6,47 poin atau 0,12 persen pada 5.432,09 poin.

Indeks patokan Dow Jones Industrial Average (DJI) terpangkas 13,14 poin arau 0,07 persen pada 19.820,54 poin.

Harga saham sektor keuangan di AS dan Eropa pun tertekan sampai 1,0 persen.

“Kita kehabisan energi setelah Pemilu lalu. Kini pasar pada nilai wajarnya dan kini pertanyaannya apa yang akan terjadi nanti?'”, kata Scott Wren, analis senior pada Wells Fargo Investment Institute di St. Louis, seperti dikutip Reuters.

Seperti terjadi di Eropa, saham-saham sektor keuangan yang melonjak naik sejak akhir Pemilu AS lalu akibat suntikan sentimen bakal naiknya suku bunga, berbalik mengalami tekanan akibat jatuhnya yield obligasi.

Wall Street Terseret Pelemahan di Sektor Perbankan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Reuters melansir, Jumat, 30 Desember, para pedagang di pasar saham menahan gerak mereka untuk berinvestasi karena melihat posisi untuk tahun baru.

Wall Street ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat karena saham perbankan menurun menjelang liburan tahun baru.

Pelemahan Wall Street juga didukung melemahnya data ekonomi AS, di mana dalam pekan yang berakhir 24 Desember, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 265.000, turun 10.000 dari tingkat belum direvisi pekan sebelumnya sebesar 275.000, ungkap data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 13,14 poin atau 0,07 persen menjadi 19.820,54, S & P 500 kehilangan 0,56 poin atau 0,02 persen ke 2.249,36, serta Nasdaq Composite melemah 6,47 poin atau 0,12 persen ke 5.432,09.

Selain itu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa defisit perdagangan internasional naik USD3,4 miliar dari USD61,9 miliar pada Oktober menjadi USD65,3 miliar pada November, melebihi perkiraan pasar.

Indeks acuan DAX di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, beringsut turun 0,21 persen, sedangkan indeks acuan FTSE 100 Inggris bertambah 0,20 persen. Sedangkan di Asia, saham-saham Tokyo turun pada Kamis, karena yen Jepang menguat terhadap dolar AS. Indeks Nikkei-225 kehilangan 1,32 persen menjadi 19.145,14 poin.

Sementara itu, setelah Dow Jones bergerak menjauh dari batas 20.000 pada Rabu, analis mengatakan reli Santa, yang berlangsung dari 24 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017, telah kehabisan tenaga. Di pasar luar negeri, ekuitas Eropa ditutup bervariasi pada Kamis.

Wall Street Ditutup Melemah Jelang Libur Akhir Tahun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/12/2016), Wall Street berada fraksional lebih rendah pada penutupan pasca penurunan terbesar yang dialami Indeks S & P 500 di lebih dari dua bulan sehari sebelumnya.

Wall Street, bursa sahan Eropa, USD, dan obligasi yield semuanya menuju level rendah dengan pelaku pasar memanfaatkan masa liburan yang tenang untuk memesan beberapa kenaikan saham di kuartal akhir 2016 dan reposisi untuk tahun depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJI turun 13,9 poin atau 0,07% ke level 19.819,78, Indeks S & P 500 kehilangan 0,66 poin atau 0,03% ke level 2.249,26 dan Nasdaq Composite turun 6,47 poin atau 0,12% ke level 5.432,09.

Seperti di Eropa, saham keuangan, yang telah naik luar biasa sejak pemilihan presiden AS usai suku bunga yang lebih tinggi, yang mengerahkan tekanan terbesar karena imbal hasil obligasi mundur lebih jauh dari posisi tertinggi baru-baru ini. Indeks AS dan saham bank Eropa keduanya turun lebih dari 1,0%.

“Kami kehabisan tenaga setelah reli usai pemilu. Sekarang pasar berada pada nilai wajar. Apa yang akan terjadi selanjutnya?” kata Scott Wren, ahli strategi ekuitas global senior di Wells Fargo Investment Institute di St Louis .

Dow belum mencapai level 20.000 setelah berulang kali naik 20 poin. Sektor keuabgan Indeks S & P 500 turun 0,7% dan menjadi sektor berkinerja terburuk, tapi masih meningkat sekitar 20% pada tahun ini.

Hasil Treasury AS jatuh di kurva dan paling memukul dalam dua pekan terendah karena investor membeli utang pemerintah safe-haven setelah tujuh tahun catatan lelang cukup kuat.

Wall Street membuat jarak namun lebih antara saham blue chip Dow Jones Industrial Average dan banyak digembar-gemborkan akan mencapai level 20.000. Dow Jones telah naik lebih dari 8,0% sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS.

Indeks Eropa dari 300 saham-saham unggulan turun 0,5%. Kekuatan yen, bersama dengan penurunan 17% saham Toshiba Corp setelah berita potensi writedown besar menyebabkan downgrade ke peringkat kredit, memberikan kontribusi terhadap 1,3% jatuh untuk Nikkei.

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s