PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Ada 191 Ribu Nelayan Belum Terlindungi Asuransi

32 klaim asuransi nelayan telah digelontorkan pada 2016 lalu | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan, asuransi nelayan merupakan target pemerintah untuk melindungi nelayan, seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan.

Di sepanjang tahun lalu, KKP telah mengidentifikasi sebanyak 969.075 calon pemegang polis asuransi nelayan. Namun, faktanya, setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan hanya 409.498 orang nelayan saja yang layak diasuransikan.

“Kami lakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk menghindari informasi ganda atau bantuan diterima oleh nelayan yang tak berhak,” imbuh Zulficar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melansir baru sekitar 409 ribu nelayan yang terlindungi dengan asuransi. Itu berarti cuma 68,24 persen dari target KKP sepanjang tahun lalu yang membidik 600 ribu nelayan.

“Kami targetkan untuk nelayan Indonesia dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Di antaranya nelayan kecil yang memiliki kartu nelayan dan berusia dibawah 65 tahun, serta beberapa persyaratan dokumen lainnya,” ujarnya, Kamis (5/1).

Adapun, sebanyak 32 klaim asuransi nelayan telah digelontorkan pada 2016 lalu. Klaim tersebut berupa klaim kematian dengan manfaat yang diberikan kepada ahli waris sebesar Rp150 juta.

Makanya, ia berani mengklaim bahwa nelayan yang lolos verifikasi adalah mereka yang memang berhak menerima asuransi.

KKP Alokasikan Bantuan Perikanan Tangkap Rp1,4 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

“Anggaran tersebut akan digunakan khusus untuk para stakeholder di bidang perikanan tangkap yakni berupa pengadaan 1.080 unit kapal perikanan, 2.990 unit alat penangkap ikan dan 500 ribu premi asuransi nelayan, serta pengembangan empat lokasi sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu,” kata Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar, dikutip dari Antara, Kamis (5/1/2017).

Selain itu, ujar dia, KKP juga akan konsisten untuk meningkatkan kehidupan nelayan melalui program asuransi nelayan, di mana pada 2016 sebanyak 600.000 calon penerima asuransi nelayan telah terverifikasi dan tervalidasi di 34 provinsi, di mana 404.498 bantuan premi telah tersalurkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan anggaran untuk beragam aktivitas bantuan perikanan tangkap sebesar Rp1,4 triliun dari pagu anggaran Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Tahun 2017.

Menurut dia, pemerintah juga sedang menyiapkan anggaran guna membangun sebanyak tujuh pelabuhan perikanan yang terletak di Muara Baru (Jakarta), Bitung (Sulawesi Utara), Jembrana (Bali), Sendang Biru (Jawa Timur), Pangandaran (Jawa Barat), dan Untia (Sulawesi Selatan) di 2017.

KKP, lanjutnya, juga dinilai berhasil meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sumber daya alam dari Rp77,49 miliar pada tahun 2015, menjadi sebesar Rp360,86 miliar pada 2016.

Sedangkan untuk nilai produksi perikanan tangkap tahun 2016 mencapai Rp125,38 triliun dengan volume produksi 6,83 juta ton. Pada 2017, KKP menargetkan produksi perikanan tangkap 6.624.320 ton dengan nilai produksi Rp134 triliun.

“KKP juga melakukan proses perizinan yang mudah, cepat, transparan dan terkendali selama 2016, yakni dihasilkan 6.573 total izin terbit terdiri dari 2.313 SIUP, 3.944 SIPI dan 316 SIKPI yang berasal dari 32 lokasi gerai perizinan,” papar Zulficar.

KKP Dorong Pembangunan Bantuan Kapal Perikanan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar di Jakarta, Kamis (5/1), mengatakan tidak tercapainya target sekitar 1.300 kapal pada tahun lalu dikarenakan beragam faktor seperti penggunaan e-katalog yang lebih transparan dan ketat.

Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pembangunan kapal bantuan setelah pada tahun 2016 hanya terealisasi 725 unit dari target 1.300, untuk disebarkan ke berbagai daerah.

“Masalah utamanya (Program Kapal Bantuan) terletak pada penentuan jumlah kapal yang tidak didasari oleh kajian yang bisa diverifikasi, serta tidak adanya peta kebutuhan nelayan,” kata Direktur Eksekutif Center of Maritime Studies for Humanities Abdul Halim.

Sebagaimana diwartakan, program Kapal Bantuan yang saat ini terus digenjot oleh pemerintah perlu didasari dengan kajian menyeluruh agar dapat tepat sasaran dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya.

Menurut Abdul Halim, kajian yang seharusnya diverifikasi antara lain mulai dari spesifikasi kapal, alat tangkap, perizinan, hingga skema permodalan.

Sedangkan terkait perizinan, lanjutnya, antara lain adalah perlunya membenahi sistem informasi real time dengan disediakan agar transparansi perizinan bisa diakses luas dan mudah.

Dia mencontohkan, terkait bahan kapal, pertimbangan yang harus dipakai adalah seberapa lama masa adaptasi yang dibutuhkan oleh nelayan untuk memakai kapal berbahan fiber dengan teknologi penangkapan baru.

Sementara itu, program bantuan kapal yang dicanangkan pemerintah diharapkan tidak mangkrak dan bisa dioperasikan oleh nelayan di berbagai daerah guna membangun sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air.

Selain itu, pembenahan mengenai perizinan itu juga untuk mempercepat waktu pengurusan perizinan, serta menyediakan mekanisme pembayaran yang mudah dilakukan di manapun dan kapanpun, misalnya melalui kerja sama dengan perbankan.

Anggota Komisi IV DPR Ono Surono mengatakan, jangan sampai program bantuan kapal yang sedang bergulir saat ini mengalami nasib seperti program kapal Inka Mina pada era Menteri Kelautan dan Perikanan terdahulu.

Politikus PDIP itu mengingatkan pemerintah agar spek kapal tangkap ikan disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.

Ono Surono mengingatkan bahwa untuk program sebelumnya yaitu kapal Inka Mina, ditemukan hingga 70-80 persen kapalnya mangkrak.

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s