PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Daerah Jangan Berburu WTP

BPK senantiasa melakukan sosialiasi ke berbagai provinsi terkait masalah ini | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis meminta agar daerah tetap memperhatikan Kepatuhan dan Kewajaran dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan, terhadap peraturan dan perundang-undangan. Selain itu juga jangan hanya mengejar opini (WTP).

“Pemerintah biasanya akan memburu predikat WTP saja, tanpa memperhatikan apakah pengelolaan keuangan yang dimilikinya sudah memakmurkan masyarakat atau belum, makanya saya minta, diubah ini,” kata Harry, usai peresmian Balai Diklat Pemeriksa Keuangan Negara, di Kabupaten Gowa, Senin (9/1/2017).

Menurutnya, Pemerintah Daerah harus memperhatikan ini karena terkait dengan kinerja kerja mereka. Jangan lagi mengejar opini WTP, tapi bagaimana pengelolaannya bisa memberikan dampak ke masyarakat yang besar.

Menanggapi permintaan tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, menjelaskan pihaknya senantia dalam mengelola keuangan, memperhatikan masalah kepatuhan, terutama kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat setuju dengan statment pak Ketua BPK, Makassar sudah menerapkan, bisa terlihat dari income perkapitanya juga,”ujar Danny Pomanto.

Untuk itu, Harry menyebutkan pihaknya senantiasa melakukan sosialiasi ke berbagai provinsi terkait masalah ini, termasuk apa saja yang masuk dalam penilaian atas pengelolaan keuangan daerah.Semua harus saling bersinergi menghadirkan pengelolaan keuangan baik dan tranparan.

Danny menjelaskan, seharusnya bukan hanya kepatuhan tapi kesungguhan dalam memperbaiki laporan yang ada.

“Kami mendapat WTP karena administrasi, serta kekurangan yang ada mampu diperbaiki. Saat ini Kami sedang berupaya mengejar aset Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial yang belum diserahkan pengembang perumahan ke pemerintah, sehingga bisa tercatatkan,”terangnya.

Ia menyatakan pihaknya terus berupaya dalam memperbaiki tata pengelola keuangan daerah, termasuk kepatuhan atas temuan BPK. “Kami berupaya memperbaikinya, seperti masalah temuan aset. Inikan ada sebelum masa pemerintahannya, sehingga susah ditindak lanjut tapi sudah dilaporkan, dan ada mekanismenya,” paparnya

Adnan Anggap Pantas Balai Diklat BPK Dibangun di Gowa | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

Mengingat, Kabupaten Gowa selama ini sudah berkali-kali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tak hanya itu, kata dia, Kabupaten Gowa juga sudah 4 kali mendapatkan predikat Clear and Clean.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut positif langkah BPK-RI yang memusatkan balai diklat pemeriksaan keuangan negara di Kabupaten Gowa. Menurutnya, itu langkah yang tepat.

“Itu sudah sangat tepat menempatkan di Kabupaten Gowa, sebab di provinsi Sulsel, Kabupaten Gowa telah meraih 5 kali berturut-turut predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan 4 kali Clear and Clean,” demikian Adnan. Bupati termuda dikawasan timur indonesia (KTI) ini, kemarin.

“Saya selalu tekankan ke jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Gowa untuk mempertahankan predikat WTP, apalagi saat ini pusatnya di Kabupaten Gowa,” papar Adnan.

Juga, predikat 5 kali Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Clear and Clean akan terus dipertahankan. Mengingat pusat pengembangan Balai Diklat Pemeriksa Keuangan ada di Kabupaten Gowa.

Peresmian kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berpusat di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dihadiri langsung ketua BPK-RI Harry Azhar, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

Bangunan diatas lahan seluas 20.313 M2 di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Sombaopu, Gowa sebelum Kampus II UINAM Samata dari arah Kota Makassar sebelah kiri jalan itu terdiri dari 3 gedung utama, yaitu. Gedung perkantoran dan diklat, gedung asrama/wisma diklat dengan gedung untuk sarana ibadah.

Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara di Kabupaten Gowa dibangun sebagai perluasan atas pelaksanaan diklat yang selama ini dilakukan di Balai Diklat BPK di Kota Makassar.

BPK RI, Balai Diklat, dan Kompetensi Auditor | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara di Gowa, akan menjadi salah satu pusat pengembangan Kompetensi di Indonesia Wilayah Timur.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, menghadirkan Balai Pusat Pendidikan dan Pelatihan, yang diperuntukkan untuk pengembangan kompetensi para pemeriksa (auditor) keuangan.

Dwi harap, agar Balai Diklat ini benar-benar termanfaatkan dengan baik, termasuk kawasan timur Indoneisa, dalam menghasilkan pemeriksa (auditor) yang berkualiats.

Gedung Balai Diklat ini, Di atas lahan luas 20.313m2, Balai Diklat ini terdiri dari 3 gedung utama yaitu gedung perkantoran dan diklat, gedung asrama, wisma diklat, dilengkapi dengan gedung untuk sarana ibadah.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Dwi Setiawan Susanto menjelaskan, Balai Diklat ini merupakan salah satu upaya moderisasi, ditengah kebutuhan atas kompetensi memadai, selama ini di Makassar, kali ini dibangun secara bertahap di Kabupaten Gowa.

“Balai Diklat ini hadir sebagai bentuk pengembangan kompetensi di kawasan Indonesia Timur, bukan cuma untuk pemeriksa keuangan saja, termasuk inspektorat,”kata Dwi, di Balai Diklat BPK, Senin (9/1/2017).

Kepala BPK RI, Harry Azhar Azis menyebutkan, Balai Diklat ini hadir sebelumnya di dua daerah Medan dan Yogyakarta. Kali ini hadir di Sulsel tepat nya di Gowa, balai ini hadir sebagai wujud dukungan BPK, terhadap profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia pemeriksa keuangan negara.

maka desain pembelajaran yang dirancang khusus untuk Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara di Gowa ini adalah pada spesialisasi untuk diklat terkait pemeriksaan infrastruktur.

Hadir dalam peresmian, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,Gubernur se Kawasan Timur Indonesia, Anggota BPK RI Wilayah VI

“Pengembangan balai ini akan diarahkan untuk mewujudkan spesialisasi tersebut,” paparnya.

Ia menyebutkan, Balai ini tidak hanya untuk pengembangan pemeriksa (auditor) BPK di seluruh Indonesia, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) di seluruh Indonesia.

“Balai ini dibangun sebagai perluasan atas pelaksanaan diklat yang selama ini dilakukan di Balai Diklat BPK di Makassar,” Ungkap Harry.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s