PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Menteri Jonan: Kalau Tak Penuhi Syarat Izin Investasi Sementara, Siap Dicabut!

Sektor smelter belum tersentuh penyederhanaan izin investasi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, penyederhanaan izin ini akan dilakukan secara rutin oleh BKPM. Pada setiap 6 bulan diharapkan terdapat perizinan baru yang diterbitkan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah meluncurkan program investasi 3 jam pada sektor energi. Layanan ini meliputi 1 jenis izin kegiatan pada sektor listrik dan 8 jenis kegiatan migas.

Ini bagian dari tindak lanjut sistem PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), jadi setiap 6 bulan diharapkan ada perizinan baru di sektor yang bisa di PTSP kan, setelah digabung bisa dipercepat lagi,” tuturnya di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Hanya saja, penyederhanaan izin investasi ini belum menyentuh berbagai sektor dalam Kementerian ESDM, di antaranya sektor smelter. “Smelter belum masuk,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Ignasius Jonan menuturkan bahwa layanan izin ini bersifat sementara hingga prosedur dilengkapi. Bagi yang tidak melengkapi, maka pemerintah akan mencabut izin investasi yang telah diberikan.

“Beda-beda sebenarnya masa berlakunya sesuai peraturannya, izin usaha tetapnya persyaratannya apa saja, dan harus dipenuhi berapa lama. Tapi enggak mungkin berlakunya 1 hari kan pasti sebulan dua bulan untuk memenuhi persyaratan, nanti kalau tidak memenuhi ya di cabut, jadi sementara,” jelasnya.

Layanan Perizinan 3 Jam Diharapkan Dukung Capaian Investasi ESDM | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap investasi di bidangnya pada 2017 dapat terdongkrak dengan diluncurkannya layanan cepat perizinan 3 jam terkait infrastruktur.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan ada 9 layanan perizinan yang dipercepat. Satu di antaranya adalah di bidang ketenagalistrikan dan delapan lainnya di sektor minyak dan gas bumi.

Adapun Kementerian ESDM bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meresmikan diberlakukannya layanan cepat perizinan yang hanya 3 jam terkait dengan infrastruktur di sektor ketenagalistrikan.

Adapun investasi di sektor ESDM pada 2017 diperkirakan sebesar US$43 miliar atau setara dengan Rp568 triliun.

Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, kontribusi sektor ESDM menjadi penting untuk mendukung pencapaian target realisasi investasi tahun ini yang ditarget mencapai Rp678,8 triliun.

“Dalam lima tahun terakhir komposisi investasi sektor ESDM berkisar di level 21% dari total investasi yang masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Kesembilan layanan perizinan tersebut meliputi izin usaha penyediaan tenaga listrik sementara, izin usaha sementara penyimpanan minyak bumi/BBM/LPG, izin usaha sementara penyimpanan hasil olahan/CNG, izin usaha sementara penyimpanan LNG, izin usaha sementara pengolahan minyak bumi, izin usaha sementaran pengolahan hasil olahan, izin usaha sementara pengolahan gas bumi, izin usaha sementara niaga umum minyak bumi/BBM dan izin usaha sementara niaga umum hasil olahan.

“Dengan program layanan 3 jam ini kami harapkan target investasi tahun 2017 dapat tercapai,” kata Jonan dalam sambutannya di BKPM, Senin (30/1/2017).

Di sisi lain, pada tahun anggaran 2016 realisasi investasi di sektor ESDM mencapai Rp347,854 triliun.

Adapun investasi di sektor ESDM pada 2017 diperkirakan sebesar US$43 miliar atau setara dengan Rp568 triliun.

Perizinan Investasi ESDM Cuma 3 Jam, Jonan: Bisa Tarik Rp 500 T | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, target investasi sektor ESDM pada 2017 diperkirakan sekitar US$ 43 miliar atau Rp 568 triliun (kurs Rp 13.000/US$).

Masih banyak investasi di sektor ESDM yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu yang masih menjadi kendala adalah proses mendapat izinnya yang begitu lama.

Dari target investasi tersebut, Jonan menyebutkan, investasi di sektor ketenagalistrikan dan panas bumi sekitar Rp 135 triliun, sektor minerba sekitar Rp 91 triliun, sedangkan sektor migas mencapai Rp 276 triliun.

“Jadi total Rp 500 triliun, saya rasa tiga tidak undang siapa-siapa ini bisa tercapai dari pada undang terus, mohon BKPM lebih proaktif semua setelah perizinan dari sini bisa lebih cepat,” kata Jonan di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Salah satu upaya mengejar target investasi di sektor ESDM adalah dengan meluncurkan layanan percepatan izin investasi. Layanan tersebut dinamai ESDM3J yang mana bisa menerbitkan izin sementara bagi investasi hanya dengan waktu 3 jam.

Tidak jarang, sambung Jonan, banyak pelaku usaha di sektor migas yang mengeluhkan masih belum stabilnya harga minyak dunia. Hal tersebut juga menjadi tantangan pemerintah untuk merealisasikan target investasi di sektor ESDM pada tahun ini.

“Kalau harga minyak turun lagi dibawah US$ 50 mungkin komitmen investasi akan turun. Kalau naik terus US$ 55 atau segala macam mungkin minatnya masih ada. Kalau tanya migas, keluh kesahnya banyak. Memang sektor migas itu sektor migas dan keluh kesah,” jelasnya.

Jonan menyebutkan, layanan proses perizinan ESDM3J baru melingkupi sektor kegiatan usaha di ketenagalistrikan dan migas. Di mana, kedua sektor ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memprediksi layanan perizinan 3 jam bisa meningkatkan kontribusi investasi di sektor ESDM menjadi 20%-50% terhadap investasi nasional.

Oleh karena itu, Jonan berharap dengan diluncurkannya proses layanan percepatan izin di sektor ESDM dapat merealisasikan target investasi di 2017 yang sekitar Rp 568 triliun.

“Dengan program ESDM3J ini, kami harap target investasi tahun 2017 dapat tercapai,” kata dia.

Ia mengatakan, target realisasi investasi nasional pada tahun 2017 mencapai Rp 678,8 triliun.

“Perkiraan saya 2017-2018 sekitar 20%-50% total investasi nasional di bidang energi migas dan listrik, tahun ini target investasi nasional kita Rp 678 triliun berarti kalau 20% ya Rp 140 triliun, kalau 50% ya Rp 340 triliun, ” kata dia.

Sedangkan untuk sektor minerba, Thomas menyebutkan masih belum dimasukan ke dalam layanan ESDM3J. Sebab, potensi bisnis di sektor ini memiliki dampak langsung ke lingkungan hidup dan diperlukan kajian teknis yang lebih mendalam.

“Smelter ini memang potensi dampak ke lingkungan hidup dan dari sisi tenaga kerja asing itu lebih ruwet daripada pembangkit listrik yang masih terkendali postensi dampak ke lingkungannya, memang butuh banyak keterlibatan teknis dari kementerian teknis, enggak bisa sepenuhnya dialihkan ke BKPM, karena kalau smelter ada kecelakaan, dampak lingkungan hidup dan komunitas setempat dahsyat sekali, kalau pembangkit listrik enggak terlalu besar,” kata dia.

Menurut Thomas, minat investasi di sektor ESDM sangat besar, apalagi pada sektor ketenagalistrikan dan sektor migas baik PMDN maupun PMA. Hal itu juga yang membuat layanan ESDM3J memfasilitasi 2 sektor tersebut.

“Data BKPM kita sudah susun top 100 proyek di PMDN dan PMA, saya lumayan kaget, listrik dan migas banyak sekali, jadi memang dan ini berdasarkan data izin prinsip, ini investor yang udah daftarkan dengan bisnis plan dengan nilai saya kira Rp 200 triliun ada,” ungkapnya.

Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s