PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Desa Tumang Dipilih Jadi Tempat Peluncuran KITE IKM

Kerajinan logam dari desa Tumang telah menembus pasar eropa | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Pemerintah meluncurkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor-Industri Kecil Menengah (KITE IKM) bertempat di Balai Desa Tumang, Kabupaten Boyolali, dengan mengangkat tema “Impor Mudah, Produksi Murah, Ekspor Melimpah”.

Produk-produk kerajinan logam dari desa Tumang telah berhasil menembus beberapa pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia, Prancis, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

“Desa Tumang dipilih sebagai lokasi sosialiasi fasilitas KITE IKM karena daerah ini merupakan salah satu sentra industri logam di Indonesia dan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 4.000 orang,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, lewat keterangannya, Senin (30/1/2017).

Adapun, program pemerintah yang bertujuan mempromosikan manfaat fasilitas KITE bagi IKM ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.

Selain itu, ketersediaan material impor sebagai bahan baku penolong juga akan turut mendorong tumbuhnya sentra-sentra industri di Indonesia seperti Solo (sentra industri furnitur dan batik), Jepara (furnitur), Semarang (furnitur), Sidoarjo (furnitur dan kulit), Lombok (mutiara), Pekalongan (batik), D.I. Yogyakarta (batik dan kulit), Garut (kulit), Cirebon (rotan), dan masih banyak lagi.

Dengan adanya program KITE IKM, pemerintah memberi kemudahan terhadap komoditas impor yang dibutuhkan IKM sebagai bahan baku pembuatan produk-produk berorientasi ekspor.

“Berkat pemanfaatan fasilitas dimaksud, pelaku usaha berpeluang mendapat marjin keuntungan yang lebih besar dengan memotong biaya produksi.”

Peroleh Kemudahan Fiskal, Ekspor IKM Diyakini Melonjak | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, kemudahan yang diberikan kepada pelaku IKM seperti prosedur impor yang sederhana, pemeriksaan fisik secara selektif, dan penangguhan ketentuan pembatasan impor. “Kemudahan proses impor dengan disediakan aplikasi khusus,” ujar Sri, Senin (30/1).

Sri melanjutkan, kemudahan Impor Tujuan Ekspor IKM (KITE IKM) ini diharapkan dapat memberikan benefit kepada para pelaku usaha yang bergerak di industri kecil dan menengah seperti menurunkan biaya produksi. Tak hanya itu, keringanan fiskal juga diyakini dapat meningkatkan cash flow usaha dan meningkatkan daya saing di pasar nasinoal maupun internasional.

Nilai ekspor produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) diyakini akan meroket setelah diberikan kemudahan fiskal oleh pemerintah. Salah satu yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Boyolali, Jawa Tengah, adalah insentif berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Artinya, pengusaha bisa lebih mudah mengimpor bahan bakar mereka asalkan tujuan produksinya untuk diekspor kembali.

Selain itu, UMKM juga terbukti tahan terahadap kondisi ekonomi yang saat ini fluktuatif jika dibandingkan usaha di sektor besar. UMKM sendiri telah berkontribusi sebesar 61,41 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Langkah pemerintah untuk memudahkan impor oleh pelaku IKM berlatar kenyataan bahwa ternyata sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk di dalamnya ada IKM, merupakan penyerap terbesar tenaga kerja di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik, hingga 97 persen serapan tenaga kerja masuk ke sektor UMKM, baik industri rumahan hingga skala menengah.

Melihat potensinya yang besar, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meluncurkan satu fasilitas yang akan membantu Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai bagian dari UMKM dalam menggiatkan sektor usaha tersebut. Fasilitas yang dikeluarkan oleh Bea Cukai ini bertujuan memberikan kemudahan pada IKM untuk melakukan importasi barang modal atau bahan baku yang digunakan untuk proses produksi yang nantinya akan diekspor kembali.

KITE Tekan Biaya Produksi Hingga 25% | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor sangat berdampak pada kinerja industri keci dan menengah.

Fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor bisa memangkas biaya produksi industri kecil menengah hingga 25%.

Fasilitas KITE juga berdampak pada beragam sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor seperti produsen kerajinan logam yang bergantung pada tembaga dan kuningan impor, produsen furnitur yang menggunakan kayu-kayu khusus, hingga industri wig yang mengimpor bahan baku rambut manusia.

Dia menjelaskan pembebasan PPN dan bea masuk impor atas bahan baku menekan biaya produksi IKM sebesar 15% – 25%.

“Ini meningkatkan efektivitas produksi. Negara nanti juga untung. Produsen produksinya semakin meningkat karena pengeluarannya semakin sedikit. Ekspor semakin besar. IKM juga bisa lebih kompetitif,” kata Gati, Senin (30/1/2017).

Gati menegaskan, keuntungan yang besar dari fasilitas KITE membuat pemerintah harus menetapkan persyaratan yang ketat. Dia percaya IKM yang sudah aktif menyasar pasar ekspor tidak kesulitan memenuhi syarat tersebut.

Gati menjelaskan, pemerintah nantinya juga akan menyalurkan bantuan mesin, perlatan, dan asistensi lewat konsorsium tersebut.

“Sekarang IKM istilhanya sudah dikeroyok dari berbagai sisi dengan bantuan pemerintah. Mereka harus memanfaatkan ini agar bisa lebih maju dan kompetitif,” kata Gati.

Pemerintah, lanjutnya, juga memberikan kemudahan bagi IKM yang masih berat mengimpor barang sendiri. Unit-unit usaha tersebut bisa membentuk konsorsium untuk meningkatkan efisiensi logisitik dengan mengimpor bahan baku dalam volume besar.

Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s