PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Risiko Internal Ekonomi RI Lebih Patut Diantisipasi

Ada lima faktor internal yang mesti diantisipasi terkait dengan risiko ekonomi| PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka
Sejumlah kalangan mengingatkan selain mencermati risiko ketidakpastian global yang kemungkinan muncul akibat kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald John Trump, justru yang lebih penting bagi Indonesia adalah mencermati berbagai risiko yang berasal dari perekonomian internal.

“Menurut saya, justru yang patut kita cermati adalah risiko dari internal perekonomian kita sendiri. Jika kita mampu memperkuat ekonomi domestik maka dampak dari guncangan eksternal atau global bisa diminimalkan,” ungkap pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Leo Herlambang, ketika dihubungi, Senin (30/1).

Paling tidak ada lima faktor internal yang mesti diantisipasi terkait dengan risiko ekonomi tahun ini, yakni pertumbuhan ekonomi yang belum berkualitas, produktivitas nasional yang rendah, kesenjangan ekonomi yang masih relatif tinggi, inflasi yang diperkirakan lebih tinggi, dan rendahnya daya saing.

Untuk itu, ia mengingatkan bahwa kemampuan pemerintah untuk mengelola kelima faktor tersebut secara baik sangat diperlukan guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi sosial-politik yang belakangan ini cenderung menghangat.

“Salah satu janji kebijakan Trump yang membuat dia menang adalah menciptakan lapangan kerja lebih luas, dengan cara mengenakan tarif pada barang-barang dari negara lain, serta stimulus pajak,” imbuh dia.

Leo pun sependapat jika pemerintahan Presiden Trump dengan berbagai kebijakan ekonomi yang cenderung proteksionis dan ekspansif akan berdampak pada peningkatan risiko global yang mungkin muncul, seperti tren proteksionisme global, perang dagang, hingga pelarian modal kembali ke AS.

“Jadi untuk beberapa waktu ke depan sampai ada wujud dari kebijakan proteksionis sebenarnya, dunia akan mengalami ketidakpastian akibat politik Trump,” ujar dia.

Hal itu, kata Leo, akan berdampak pada menguatnya kurs dollar AS sehingga membuat utang kelompok negara berkembang termasuk Indonesia akan membengkak. Perusahaan-perusahaan asal AS juga akan mengalihkan produksi ke kampung halaman sehingga dana dari negara berkembang akan tersedot.

Sebelumnya, peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, mengatakan risiko ketidakpastian global akibat kebijakan ekonomi Presiden Trump berpotensi mendorong pelarian dana atau capital flight dari kelompok negara emerging market. Risiko global tersebut juga mengancam stabilitas nilai tukar mata uang sejumlah negara yang selama ini bergantung pada dollar AS.

Ia menjelaskan dengan meningkatnya risiko, permintaan imbal hasil investasi akan semakin tinggi dan jaminannya akan makin besar, seperti halnya asuransi. “Itulah yang sekarang dialami Indonesia, negara yang selalu harus berutang. Akibatnya, risiko utang Indonesia meningkat, imbal hasil utang juga meningkat, dan asuransi utang juga meningkat,” jelas Salamuddin.

pengamat ekonomi, Berly Martawardaya, menambahkan tendensi proteksionisme AS berpotensi mengurangi ekspor Indonesia, meskipun dampaknya tidak akan besar karena ekspor Indonesia ke Amerika hanya 11,9 persen dari total ekspor pada 2016.

“Kalau proteksionisme ini memengaruhi negara mitra dagang Indonesia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Eropa baru akan sangat terasa dampaknya. Jadi bergantung seberapa keras proteksionisme AS,” kata dia.

Pengamat ekonomi Universitas Pancasila, Agus S Irfani, mengatakan Trump kemungkinan akan menggunakan bank sentral AS, Federal Reserve, untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya.

Apalagi, lanjut Agus, jika The Fed menaikkan bunga acuan dalam waktu dekat ini maka daya tahan perekonomian Indonesia bakal terukur antara lain dari jumlah cadangan devisa. Bank sentral AS diperkirakan menaikkan bunga acuan tiga kali pada tahun ini.

“Kalau kemudian Trump meminta The Fed menaikkan bunga acuan maka bukan saja Indonesia, dunia bakal terkena imbasnya. Dana-dana yang selama ini mengendap di negara berkembang, seperti Indonesia, akan lari ke AS,” kata dia.

Menurut dia, bunga acuan The Fed selama ini memiliki cakupan dampak yang luas, seperti di pasar modal, pasar uang, deposito, dan obligasi. “Jadi sampai saat ini kalau ditanya dampak Trump masih menimbulkan kecemasan. Orang masih banyak yang berharap sebaliknya,” kata dia.

Tantangan Indonesia Ditengah Perlambatan Ekonomi Global 2017 | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Perekonomian Global pada 2017 diproyeksi masih mengalami perlambatan. Perlambatan ekonomi tersebut dipengaruhi mulai dari perkembangan ekonomi Cina, fluktuasi harga minyak mentah dunia hingga negosiasi Brexit ditambah rencana kebijakan proteksionis Amerika Serikat dan kekhawatiran tentang keamanan geopolitik diyakini masik akan menimbulkan ketidakpastian.

Kendati demikian, Indonesia masih memiliki peluang ditengah melambatnya perekonomian global. Pasalnya, negara-negara di dunia tengah menunggu kebijakan apa yang diambil oleh Trump terkait fiskal dan moneter. Hal imi membuat berbagai harga komoditas mengalami kenaikan. Salah satunya batubara.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menjelaskan, perlambatan tersebut bisa menjadi tantangan dan peluang bagi Indonesia untuk mendongkrak perekonomian Nasional.

“Tantangannya kita masih dihadapi oleh ketidakpastian global, kita menanti kebijakan apa yang akan diambil oleh negara-negara tersebut terutama AS. Kita masih menunggu kebijakan Fiskal dan moneternya, ini tantangan buat kita,” kata Juda saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).

Meski demikian, Kendati begitu, masih ada tantangan yang dihadapi Indonesia tahun ini salah satunya ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat yang saat ini dipimpin oeh Donald Trump. Kendati begitu, BI memprediksi laju perekonomian global tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Ini bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia. Sejak Kuartal III naik 50 persen, paling banyak permintaannya dari Cina. Ini good newsnya, yang tadinya Cina mau konsen ke domestik tetapi mereka memilih untuk investasi ekspor,” katanya.

“Kami masih was-was apakah kenaikan harga komoditas ini akan berkelanjutan atau akan seperti apa. Tetapi Pertumbuhan ekonomi global di 2017 akan lebih baik dari 3,1 persenpada 2016 ke 3,4 persen di 2017. Dan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih pada range 5-5,4 persen,” ujarnya

Donald Trump Cabut Aturan yang Hambat Usaha Kecil di AS | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani surat perintah atau executive order yang baru. Surat perintah tersebut dirancang untuk mengurangi jumlah peraturan yang ditengarai menghambat bisnis di Amerika, khususnya bagi usaha kecil.

Trump mengatakan, “Ini merupakan tindakan terbesar yang belum pernah ada di negara kita.” Dia juga berjanji kepada para pengusaha yang hadir dalam penandatanganan tersebut bahwa akan menciptakan lingkungan yang baik untuk usaha kecil dengan mengakhiri peraturan yang ada.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Selasa, 31 Januari 2017, Trump menandatangani surat perintah tersebut di depan para pelaku bisnis di Amerika. Trump mengatakan surat perintah itu ditujukan untuk pemotongan besar-besaran terhadap aturan-aturan bagi usaha kecil.

Surat perintah tersebut akan menggunakan pendekatan two-out, one-in, di mana pemerintah Amerika akan mencabut dua aturan lama dan menggantikannya dengan satu aturan baru. Beberapa isu akan dibebaskan dari klausa tersebut, seperti masalah militer dan keamanan nasional.

Menurut Trump, sebagian besar angkatan kerja Amerika bekerja di perusahaan-perusahaan semacam itu. “Kami ingin membuat hidup pemilik usaha kecil lebih mudah,” katanya. Meskipun begitu, tidak disebutkan secara detail bahwa surat perintah itu hanya ditujukan bagi usaha kecil sehingga akan mempengaruhi seluruh bisnis di Amerika.

Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s