PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Siap-siap, Negara Akan Sita Tanah Terlantar

Seluruh tanah di Indonesia akan tersertifikat pada 2025 | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Program, sertifikasi lahan secara bertahap di Indonesia serta penertiban tanah-tanah yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) tapi diterlantarkan atau tidak produktif”Pak Menko punya kebijakan lain (selain pajak progresif tanah). Itu masalah reforma agraria,” tegas Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tengah mempersiapkan kebijakan reforma agraria, salah satunya di bidang Pertanahan.

“Sekarang buka jendela rumah saja sudah kebun orang, banyak masyarakat belum punya sertifikat tanah, contohnya di Jakarta. Ini yang mau kita reformasi, karena orang sudah tinggal 100 tahun, sertifikat dianggap tanah negara, itu tidak boleh, kita mau formalkan tanah masyarakat dengan sertifikat,” jelasnya.

Reformasi agraria ‎lainnya, kata Mantan Kepala Bappenas itu mengungkapkan, negara akan mengambilalih tanah-tanah yang menganggur atau tidak produktif. Artinya, tanah yang memiliki HGU dan HGB yang seharusnya digunakan secara produktif untuk usaha, namun dibiarkan begitu saja. Tanah itu akan disita tanpa sepeserpun uang ganti rugi.

Sofyan menuturkan, pemerintah akan menerbitkan 5 juta ‎sertifikasi tanah di 2017. Lalu targetnya naik menjadi 7 juta di 2018, dan meningkat lagi menjadi 9 juta sertifikat tanah pada tahun berikutnya. “Jadi seluruh tanah di Indonesia akan tersertifikat pada 2025,” ucap dia.

Mau Bikin “Shock” Spekulan, Pemerintah Bakal Kenakan Pajak Progresif pada Tanah Nganggur | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Pemerintah mengaku sangat serius menggodok rencana memajaki secara progresif tanah yang tidak digunakan secara produktif atau nganggur (idle). Meski baru sebatas rencana, tetapi isu tersebut sudah dilempar ke publik.

Pemerintah tidak ingin memberikan ruang lebar kepada para spekulan membeli tanah namun tidak digunakan untuk kepentingan produktif. Tanah itu justru didiamkan sembari menunggu harga melambung.

“Supaya orang tidak melakukan spekulasi,” ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Pemerintah sendiri masih menggodok rencana memajaki secara progresif tanah yang tidak digunakan secara produktif atau nganggur (idle). Termasuk mengkaji opsi apakah ketentuan itu akan masuk ke Pajak Penghasilan (PPh) atau Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Di mata pemerintah, investasi tanah Model itu justru mendistorsi investasi. Padahal banyak Model investasi lainnya yang justru lebih bermanfaat untuk meningkatkan produktivItas. Atau tutur Sofyan, bisa juga dana itu disimpan di bank sehingga menjadi bisa dimanfaatkan untuk pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan.

“(Jadi) Ini bukan gertakan. Serius ini. Sangat serius. Kalau sudah jadi nanti peraturannya, kami akan jelaskan,” kata Sofyan.

Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, pemerintah bisa memasukkan pajak progresif tanah nganggur ke PPh dan PBB sekaligus. “Ini bisa ke PPh dan PBB,” kata Yustinus kepada Kompas.com, Jakarta, Sabtu (28/1/2017).

Adapun bila menggunakan PBB, pemerintah bisa mengenakan pajak progresif setiap tahun. Hanya saja, pemerintah harus mengubah UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Bila menggunakan PPh, pajak progresif tanah akan dikenakan saat tanah itu dialihkan atau dijual. Skema besarannya bisa berdasarkan jumlah pengalihan kepemilikan lahan dan produktifitas penggunaan tanah tersebut.

Pajak Progresif Tanah Dikenakan pada Selisih Harga | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Pemerintah masih bekerja untuk merumuskan aturan pajak progresif yang akan dikenakan pada tanah tak produktif (idle) alias nganggur. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, ada beberapa kemungkinan skema perpajakannya.

“Misalnya, ada proyek Patimban. Orang beli tanah. Kan kita tahu harga tanah sekarang berapa, misalnya Rp 10.000 per meter. Nanti kalo dijual misalnya harga Rp 100.000, yang Rp 90.000 itulah diprogresifkan pajaknya supaya orang tidak berspekulasi tanah,” kata Sofyan.

Dia mengatakan, tujuan pajak progresif tersebut guna menghilangkan spekulasi di tanah yang tidak produktif. Oleh karena itu, pada prinsipnya tanah harus berikan manfaat dan tingkat produktivitas yang tinggi sehingga skemanya saat ini.

Dia menegaskan, bila tanah diperuntukan untuk land bank, maka harus ada proposalnya. Maka tidak bisa ada lagi orang yang beli tanah lalu menganggurkan dengan alasan land bank.

“Jangan orang beli tanah alasan land bank dan lain-lain hanya untuk di-idle-kan saja, mengharapkan harga naik. Tapi kalau misalnya itu bagian dari eksekusi program, kawasan industri harus luas, kawasan perumahan harus luas, kita mengerti,” ucapnya.

Adapun pihaknya mempertimbangkan skema penarikan pajak pada tanah kedua hingga seterusnya.

“Termasuk begitu. Masih kita rumuskan. Bagaima mekanismenya, bagaimana menghitungnya, bagaimana pengecualian untuk kawasan industri, bagaimana pengecualian untuk land bank perumahan,” katanya.

“Bila Anda punya uang, Rp 1 miliar misalnya, kalau taruh di bank, bisa digunakan untuk pinjaman bagi orang lain. Uang Anda bermanfaat. Tetapi kalau beli tanah, tanah itu tidak bermanfaat apa-apa. Nanti, harganya misalnya jadi Rp 2 miliar, Anda untung 100%, itu yang dipajaki,” jelasnya.

Meski belum dijelaskan nantinya pajak ini akan dikenakan dalam bentuk PBB atau yang lainnya, Sofyan mengatakan bahwa pemerintah serius untuk merumuskan aturan ini. Pasalnya, tanah yang dibeli oleh masyarakat selama ini untuk investasi tidak bermanfaat. Harga tanah pun menjadi tidak terkontrol.

Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s