PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Soal Kontrak Karya, Bos Freeport Tagih Janji Sudirman Said

Janji Sudirman Said disampaikan pada 2015 lalu | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

President dan Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMoRan Inc, Richard C Adkerson, mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk fleksibel dan berkomitmen untuk mengubah KK ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Itu apabila Pemerintah dan Freeport menandatangani perjanjian investasi yang disepakati bersama yang memberikan Freeport hak-hak yang sama sebagaimana diatur dalam Kontrak Karya.

Baca: Buktikan Ancaman, Gelombang PHK Freeport Dimulai Pekan Depan

Freeport McMoRan Inc sebagai induk usaha PT Freeport Indonesia (PTFI) secara tegas mempertahankan status Kontrak Karya dalam menjalankan produksinya di Indonesia. Landasan utama yang dipakainya adalah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, yang memberikan jaminan konsistensi KK melalui surat pada tanggal 7 Oktober 2015.

“Kami telah mendiskusikan dengan Pemerintah untuk memperoleh jangka waktu enam bulan guna merundingkan perjanjian investasi ini. Ekspor akan diizinkan dan Kontrak Karya tetap berlaku sebelum ditandatanganinya perjanjian investasi tersebut,” kata Richard di Jakarta, Senin 20 Februari 2017.

Namun demikian, lanjut dia, peraturan-petaturan pemerintah yang ada saat ini, mewajibkan Kontrak Karya diakhiri untuk memperoleh izin ekspor.

“Hal ini tidak dapat kami terima,” ujarnya.

Karena, lanjut dia, dengan Freeport yang tidak dapat mengekspor tanpa mengakhiri KK, maka tentunya akan terjadi konsekuensi-konsekuensi yang tidak menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan. Termasuk penangguhan investasi modal, hingga hilangnya pekerjaan bagi para kontraktor dan pekerja.

“Tapi kita masih percaya konsistensi ini sesuai peraturan di Indonesia. Dan konsisten dengan surat dari pemerintah tanggal 7 Oktober 2015. Yang mana kita diberikan kepastian,” ujar dia.

Karena, lanjut dia, dengan Freeport yang tidak dapat mengekspor tanpa mengakhiri KK, maka tentunya akan terjadi konsekuensi-konsekuensi yang tidak menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan. Termasuk penangguhan investasi modal, hingga hilangnya pekerjaan bagi para kontraktor dan pekerja.

“Tapi kita masih percaya konsistensi ini sesuai peraturan di Indonesia. Dan konsisten dengan surat dari pemerintah tanggal 7 Oktober 2015. Yang mana kita diberikan kepastian,” ujar dia.

Setop Produksi, Ini Kata Bos Besar Soal Nasib Freeport | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

Kegiatan operasi Freeport di Tambang Grasberg sudah mulai terganggu, karena belum bisa mengekspor konsentrat (mineral yang sudah diolah tetapi belum sampai tahap pemurnian) tembaga. Kapasitas penyimpanan terbatas, stok konsentrat sudah terlalu banyak.

Mogok kerja ini terjadi sejak 19 Januari 2017 karena masalah Perjanjian Kerja Sama antara pemilik smelter dengan karyawan. Freeport memiliki 25% saham di PT Smelting Gresik, selaku pengelola smelter di Gresik. Sisanya dimiliki oleh Mitsubishi.

Kondisi ini diperparah dengan adanya pemogokan pekerja di smelter (fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral) milik PT Smelting Gresik, yang biasanya menyerap 40% produksi konsentrat dari Tambang Grasberg.

Dampaknya, Freeport akan melakukan efisiensi, memangkas biaya-biaya, termasuk di antaranya mengurangi pekerja.

“Jika tidak ada jalan keluar, terpaksa kami mengurangi biaya-biaya kami. Ini sesuatu yang tidak kami inginkan, tapi terpaksa kami mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan. Sangat penting untuk menjaga operasi kita,” tuturnya.

Terpaksa produksi konsentrat dihentikan sejak Jumat, 10 Februari 2017 lalu. Kegiatan operasi di Tambang Grasberg kini benar-benar berhenti.

“Kami tidak bisa ekspor sejak 12 Januari 2017, bersama dengan itu juga PT Smelting Gresik tidak beroperasi karena ada pemogokan karyawan. Jadi kita tidak bisa menghasilkan produk konsentrat untuk dipasarkan. Konsekuensinya, kami akan mengurangi atau menutup operasi kami, karena kami tidak mempunyai lagi tempat untuk menyimpan dan tidak bisa mengekspor konsentrat. Kami tidak bisa menghasilkan produk yang tidak bisa kami jual. Kami berharap segera mendapatkan jalan keluar,” kata President and CEO Freeport McMoRan Inc, Richard C Adkerson, dalam konferensi pers di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Sebagai informasi, menurut data per 31 Desember 2015, PT Freeport Indonesia menyerap tenaga kerja sebanyak 32.416, terdiri dari pekerja langsung PT Freeport Indonesia dan pekerja dari perusahaan-perusahaan kontraktor yang disewa Freeport. Dari 32.416 pekerja itu, 12.085 di antaranya adalah pekerja langsung alias karyawan PT Freeport Indonesia.

“Yang kami tidak inginkan adalah mengurangi pengeluaran kapital kita sebesar US$ 1,1 miliar per tahun, harus mengurangi biaya-biaya operasi US$ 2 miliar per tahun dengan entitas bisnis di Indonesia, baik di Papua maupun di seluruh Indonesia. Itu menjadi keseluruhan daripada rencana finansial perusahaan. Saya benar-benar berharap kita mendapatkan jalan keluar,” tutup Richard.

Rifanfinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s