PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Perluas Area ke Kalibaru Barat, Pelindo Siap-siap

Target kami semuanya akan selesai pada tahun 2018 | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Pelindo III Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tengah ancang-ancan (bersiap) secara bertahap akan mengembangkan area seluas 104 hektare ke wilayah Kalbaru Barat sebagai perluasan dari area eksisting aktivitas nonpeti kemas yang sudah ada selama ini.

“Tentu pengembangan itu memalui beberapa tahap, seperti tahap pertama tahun ini adalah reklamasi seluas 22 hektare. Selanjutnya perlusan 82 hektare berikutnya pada 2018, itu semua untuk mendukung kegiatan curah baik kering atau cair yang di pelabuhan ini ternyata potensinya cukup besar. Selanjutnya adalah pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK),” ujar Agus Hermawan, Selasa (21/2).

Baca: Bangun Dermaga Baru, Pelindo III Reklamasi Lahan di Semarang

Menurut rencana, seperti dikatakan General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, Agus Hermawan, perluasan area terminal ini diutamakan untuk kegiatan curah kering dan cair, tentu saja perluasan ini mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan yang telah berlaku sejak 2013.

“Target kami semuanya akan selesai pada tahun 2018,” pungkas Agus Hermawan.

Perluasan itu tentu akan dibarengi dengan pendirian fasiltas berupa dermaga, pergudangan, storage tank (tanki penyimpanan) serta lapangan. Atas semua rencana itu, pihaknya telah mengurus perizinan ke Kementerian Perhubungan.

Pelindo III Terus Hilangkan Citra Negatif Pelabuhan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Di bawah kepemimpinan Agus Hermawan yang menggantikan pejabat sebelumnya Tri Suhardi, PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang terus bertekad menghilangkan imej (citra) negatif atas kondisi pelabuhan yang yang didentik dengan banjir, tidak aman, pungli, atau tidak siap dengan infrastruktur.

“Dan hasil maping tadi, memang saya rupanya tinggal meneruskan dan memoles yang sudah dikembangkan di pelabuhan ini. Jadi saya tinggal maintenance saja, dan meneruskan program yang sudah berjalan baik,” kata Agus Hermawan yang mengaku telah mengabdi di Pelindo III selama 18 tahun itu.

“Itu semua tidak ada lagi di Pelabuhan Tanjung Emas. Sekarang pelabuhan ini sudah kering, tak ada lagi banjir. Tak ada pungli, dan tentu saja aman. Buktinya Tanjung Emas menjadi persinggahan utama cruise (kapal pesiar) setelah Tanjung Benoa, dan akan ada pengembangan arena bisnis terkait bongkar muat, ” tegas Agus Hermawan, General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang.

Berbicara pada acara perkenalan bersama sejumlah awak media di Hotel Santika Premier, Selasa (21/2), Agus yang kelahiran 1973 ini, lebih jauh mengatakan, sejak menempati posisi teratas di jajaran Pelindo III Tanjung Emas mulai 1 Januari 2017 lalu, ia perlu pemahaman (maping) selama dua bulan atas kondisi Pelabuan Tanjung Emas.

Reklamasi Tanjung Emas dianggarkan Rp 150 miliar | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, Agus Hermawan mengatakan anggaran untuk reklamasi mencapai Rp 150 miliar. “Anggaran tersebut hanya untuk reklamasi, belum termasuk pembuatan dermaga sepanjang 300 meter,” jelasnya usai paparan program kerja di Hotel Santika, Selasa (21/2).

Proses reklamasi tersebut saat ini sedang dalam pengurusan perizinan di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Reklamasi rencananya diperuntukkan bagi pembangunan gudang, lapangan, dan storage. Pelaksanaan reklamasi tahap pertama ini ditargetkan bisa selesai pada 2017 yang kemudian akan dilanjutkan pada tahap kedua.

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang ditetapkan tahun 2012 terus dikebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Saat ini, yang sedang dikerjakan adalah reklamasi seluas 22 hektare.

Sementara untuk reklamasi tahap kedua seluas 82 hektare akan dilakukan setelah tahap pertama selesai. Agus mengatakan pengembangan ini dilakukan untuk menangkap peluang kegiatan bongkar muat bahan curah kering dan cair. Tahun 2016, transaksi curah kering mencapai 2.337.374 teus dan curah cair sebanyak 873.350 teus.

Potensi lain yang dimiliki Pelabuhan Tanjung Emas menurutnya yakni menjadi tujuan kapal pesiar. Pada 2015 sebanyak 19 kapal pesiar berlabuh dan 2016, ada 16 kapal. Padahal di Tanjung Perak Surabaya, hanya ada empat kapal berlabuh. “Ini karena Semarang letaknya strategis, dan termasuk dalam tol laut,” ujar Agus.

Agus mengatakan pengembangan pelabuhan tersebut juga bertujuan menyiapkan infrastruktur terkait pengembangan wilayah di sekitar Kota Semarang. Dia mencontohkan Salatiga yang menggeliat dengan pembangunan beberapa pabrik, Kendal yang membangun Kawasan Industri Kendal, serta pembangunan tol Trans Jawa.

Ditambahkan, laba Tanjung Emas pada 2016 mencapai Rp 98,5 miliar. “Realisasinya sebenarnya Rp 41 miliar, penambahan itu karena ada penghitungan aset,” jelas Agus. Jumlah ini ungkapnya meningkat daripada tahun 2015 yang berjumlah Rp 55 miliar. Sementara target 2017 sebesar Rp 42,2 miliar.

PT Rifan Financindo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s