PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Riset Oxfam: Cuma 1 Perempuan dalam Daftar 50 Orang Terkaya

Rata-rata pendapatan perempuan 14,5 persen lebih sedikit dari laki-laki | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) menyebut, hanya ada satu perempuan dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia. Beranjak dari data tersebut, Direktur Advokasi dan Kampanye Oxfam lntemasional Steve Price Thomas menekankan, pemberdayaan perempuan merupakan salah satu kunci untuk mengatasi ketimpangan kekayaan di Indonesia.

Bahkan, pekerjaan yang diserahkan kepada perempuan secara sistematis lebih ringan dibanding laki-laki. Alhasil, ketimpangan upah antargender di Indonesia mencapai 14,5 persen. “Rata-rata pendapatan yang diperoleh perempuan 14,5 persen lebih sedikit dari laki-laki,” ujar Steve dalam seminar bertajuk ‘Menuju Indonesia yang Lebih Setara’ di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (23/2)

Menurut Steve, minimnya peran perempuan di ranah publik dengan mudah ditemukan di Indonesia. Di parlemen misalnya, perempuan hanya menempati satu dari lima kursi parlemen. Dalam pekerjaan lainnya, hanya lima hingga 10 persen perempuan yang menempati posisi manajemen level atas.

Upah murah dan pekerjaan yang tidak memberikan rasa aman, memperparah masalah ketimpangan. Sehingga pekerja merasa tidak berdaya untuk mengangkat diri mereka dari jurang kemiskinan. “Maka dari itu, yang utama juga, pemberdayaan, terutama perempuan dan masyarakat miskin agar bisa ikut berpartisipasi. Kami percaya ketidakberdayaan adalah dasar penyebab kemiskinan,” ujar Steve.

Lebih lanjut, ia menjelaskan rendahnya upah mempersulit perempuan—khususnya janda—dalam mengangkat taraf hidupnya. Para ibu pun kesulitan memberikan gizi yang baik bagi anak-anaknya. Padahal, persoalan gizi sangat penting sejak anak masih menjadi janin dalam kandungan ibunya, agar kemiskinan tidak diwariskan kepada generasi penerusnya.

Baca: 4 Konglomerat Lebih Kaya dari 100 Juta Penduduk Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk menekan kemiskinan dan ketimpangan, salah satunya memperbesar alokasi anggaran untuk pemerintah daerah (Pemda). Anggaran untuk Pemda dipatok setara dengan anggaran kementerian dan lembaga (K/L).

Untuk memastikan transfer daerah dan dana desa tepat sasaran, pemerintah fokus menyusun aturan untuk meningkatkan pengawasan. Sebab, pengawasan dan perbaikan sistem adalah kunci kesuksesan kebijakan pemerintah tersebut.

Bahkan, Sri mengaku dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017, nilai anggaran yang dialokasikan untuk Pemda lebih tinggi Rp 1 triliun di atas alokasi K/L. Anggaran tersebut diharapkan bisa membantu daerah dalam mengentaskan kemiskinan.

Dari 50 orang terkaya Indonesia, hanya 1 perempuan | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Berdasarkan laporan Oxfam dan INFID, ketidaksetaraan gender merupakan akar dari masalah ketimpangan yang terus mempengaruhi masyarakat, budaya, dan perekonomian untuk meniadakan hak-hak kaum perempuan. Padahal, IMF menemukan bahwa ketidaksetaraan gender dan ketimpangan pendapatan, berkorelasi erat, khususnya kaum perempuan yang kurang memiliki akses terhadap hak-hak mereka terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Oxfam Indonesia dan International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) melaporkan adanya ketidaksetaraan gender dalam golongan orang terkaya di Indonesia. Hal ini mengindikasikan, peran perempuan dalam produktivitas sangat minim sehingga menyebabkan ketimpangan pendapatan di dalam negeri.

Indonesia berada di peringkat 88 pada indeks ketimpangan gender dari World Economic Forum (WEF), jauh di belakang negara-negara tetangga ASEAN lainnya, seperti Filipina pada peringkat tujuh, Laos peringkat 43, dan Thailand peringkat 71.

“Dari 50 orang terkaya di Indonesia, jumlah perempuan hanya satu orang. Begitu juga dari posisi manajemen tertinggi di suatu perusahaan, kaum perempuan hanya menduduki 5%-10%,” kata Direktur Advokasi dan Kampanye Oxfam lntemasional Steve Price Thomas di Hotel Aryaduta, Kamis (23/2).

Artinya, perempuan berpeluang lebih kecil untuk memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan dan pengaruh atas kehidupan mereka sendiri dan masyarakat luas.

Oleh karena itu, Oxfam dan INFID merekomendasikan agar pemerintah melakukan analisis secara sistematis usulan kebijakan yang berdampak pada kaum perempuan dan anak perempuan. Pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah memperluas proses penganggaran berbasis gender dan mendukung organisasi perempuan agar ikut mengambil keputusan terkait belanja publik. penganggaran belanja publik.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah mengubah Undang-Undang Perkawinan dengan meningkatkan batas usia minimum menikah dari 16 tahun menjadi 18 tahun dan menghapus ketentuan yang menyatakan bahwa suami adalah kepala keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga

Di sisi lain, pekerjaan yang dilakukan perempuan secara sistematis kurang dihargai dan dianggap remeh. Hal tersebut menyebabkan perempuan lebih banyak menjalani pekerjaan dengan bayaran terendah dan lebih rentan terhadap kemiskinan.

Adapun ketimpangan upah antar gender di Indonesia mencapai 14,5%. Artinya, rata-rata pendapatan yang diperoleh kaum perempuan 14,5% lebih rendah dibanding kaum laki-laki.

Kekayaan 4 Orang Terkaya RI Setara Harta 100 Juta Orang Miskin | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Oxfam Indonesia bersama International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) meluncurkan laporan ketimpangan di Indonesia saat ini. Slogan ‘Menuju Indonesia yang Lebih Setara’ merupakan upaya untuk berkontribusi dalam wacana mengurangi tingkat ketimpangan di Indonesia.

“Oxfam dan INFID mengapresiasi komitmen dan upaya yang telah dilaksanakan pemerintah sejauh ini untuk mengatasi masalah ketimpangan. Kami berharap laporan ini akan mendukung pesan betapa penting dan mendesaknya mengurangi ketimpangan,” ujar Juru Bicara Oxfam Indonesia, Dini Widiastuti, di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Laporan tersebut bertujuan untuk mendorong pemerintah Indonesia mengurangi ketimpangan, yang merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam laporan, ada beberapa rekomendasi untuk pemerintah maupun sektor swasta untuk memastikan bahwa komitmen upaya yang memadai dalam mengurangi ketimpangan sudah dijalankan, dan tidak ada satu pun yang tertinggal.

Selain itu, laporan Oxfam dan INFID juga menjelaskan melebarnya jurang antara si kaya dan miskin merupakan ancaman serius bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia ke depan. Jika masalah ketimpangan ini tidak segera diatasi, maka upaya pemerintah akan menghadapi tantangan ketidakstabilan sosial.

“Laporan ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia untuk menerapkan dua ide besar untuk mengatas ketimpangan yang ekstrim. Pertama, memperbaharui kebijakan pajak sejalan dengan potensi ekonomi yang dimiliki, berdasarkan prinsip pembagian beban yang adil dan menguntungkan. Kedua, memulihkan dan mengutamakan sumber daya manusia dan pengembangan tenaga kerja,” tutur Direktur Eksekutif INFID, Sugeng Bahagijo.

Lebih jauh lagi, jumlah uang per tahun yang dihasilkan salah seorang terkaya di Indonesia cukup untuk membantu menghapus kemiskinan. Laporan tersebut juga menjelaskan peningkatan ketimpangan antara mereka yang hidup di perkotaan dengan di daerah.

20 tahun terakhir, jurang antara orang kaya dan miskin di Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dilaporkan bahwa Indonesia berada di 6 peringkat terbawah dunia dalam hal ketimpangan. Harta dari 4 orang terkaya Indonesia setara dengan gabungan dari Harta 100 juta orang miskin di Indonesia.

Dalam laporan tersebut, Oxfam dan INFID menunjukkan kenyataan mengejutkan tentang ketimpangan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil dan berimbang. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi yang baik itu tidak diimbangi dengan distribusi pendapatan yang merata.

Rifanfinancindo

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s