PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Siapa Calon Kuat Pemegang Tahta Bos OJK?

Calon DK OJK sangat bervariasi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Sebanyak 35 orang telah dipilih Panitia Seleksi (Pansel) untuk memperebutkan kursi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para calon terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari regulator pasar keuangan, bankir, akademisi, hingga pengacara.

Beberapa nama besar juga masih ada dalam 35 calon DK OJK. Dua nama yang digadang-gadang pengisi kursi puncak DK OJK adalah Wimboh Santoso dari PT Bank Mandiri persero Tbk dan Mohamad Fauzi Maulana Ichsan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Atas hasil seleksi tersebut, Kepala Ekonom PT Bank BCA Tbk David Sumual menilai para calon DK OJK sangat bervariasi.

Kalangan politisi yang namanya sempat tercantum dalam daftar calon tersebut dicoret oleh Pansel yang diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Jadi saya pikir OJK memang harus bisa representasikan semua unsur itu. Kalau cuma sama pandangannya yang satunya dipecat saja. Kan OJK harus bisa mendaaptkan pandangan dari berbagai sisi,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (27/2/2017).

Baca: Keputusan Pansel OJK Dinilai Berbau Politis dan Tidak Transparan

“Kan ada 7 posisi, pasti ada pertimbangan untuk posisi tersebut. Sekarang kan integritas sudah bagus berarti selanjutnya adalah kompetensi teknis,” paparnya.

Termasuk bila melihat lebih jauh, ada calon yang berasal di luar aktivitas pasar keuangan, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenristek Dikti dan pengacara. David merasa ada posisi yang tepat untuk kelompok tersebut.

Semua punya peluang. Para calon harus ditelusuri track record seperti apa. Karena kita mendambakan sosok yang punya kompetensi dan integritas. Ini bisa dilihat dari proposal, hingga visi misi untuk kemajuan sektor finansial,” jawab David

Muliaman Terpental, Nama – Nama Tenar Terlempar Dari Seleksi Komisioner OJK | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Dari ke-35 calon yang lolos ke tahap ketiga, nama-nama tenar seperti Ketua DK OJK Muliaman Hadad dan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dinyatakan tidak lolos. Dua politikus yang juga meramaikan seleksi, Melchias Markus Mekeng dan Andreas Eddy Susetyo, juga gagal melaju ke tahap assesment dan pemeriksaan kesehatan.

eleksi calon anggota dewan komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali bergulir. Panitia seleksi yang dipimpin Menkeu Sri Mulyani Indrawati meloloskan 35 nama di antara 107 kandidat yang lolos tahap pertama.

Wajah-wajah baru mendominasi calon-calon yang lolos seleksi. Nama-nama yang tenar adalah Rektor Universitas Paramadina Firmanzah dan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara. Ada juga Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan dan anggota DK OJK Nurhaida.

Sejumlah pihak mengapresiasi hasil seleksi calon anggota DK OJK tahap kedua. Ekonom INDEF Abra P.G. Talattov menilai proses seleksi tahap II telah memenuhi aspek proporsionalitas. Hal itu tergambar dari sebaran latar belakang 35 kandidat DK OJK.

Sri Mulyani menuturkan, panitia seleksi telah mempertimbangkan penilaian dan masukan dari masyarakat terkait dengan rekam jejak dan makalah para kandidat. “Seleksi tahap III dilaksanakan 27 Februari 2017 dan 1 Maret 2017. Keputusan panitia seleksi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” terangnya.

Abra mengingatkan pansel OJK tetap berhati-hati menyeleksi calon DK OJK dari unsur praktisi. Hal tersebut penting agar DK OJK nanti tidak disusupi oknum yang membawa kepentingan korporasi. “Jadi, berpotensi menimbulkan moral hazard dan merugikan kepentingan industri keuangan serta perbankan secara luas,” terangnya.

Abra juga meminta publik tetap dilibatkan dalam proses berikutnya. Salah satunya, mempublikasikan makalah yang dibuat ke-35 kandidat. Dengan demikian, publik dapat mempelajari visi, misi, dan kemampuan para kandidat dalam memahami berbagai tantangan yang dihadapi OJK.

Sebanyak 15 kandidat memiliki latar belakang regulator. Perinciannya, 8 orang dari OJK, 6 orang dari Bank Indonesia, dan LPS 1 orang. Selain itu, ada 11 orang praktisi, enam PNS, dan 3 akademisi.

Dia juga menyoroti gugurnya lima calon petahana OJK dan hanya menyisakan 2 incumbent. Hal itu merupakan sinyal dari pansel bahwa penyegaran dalam tubuh DK OJK sudah dibutuhkan.

“Sudah saatnya seluruh tahapan seleksi DK OJK dilakukan secara transparan. Publik berharap nama-nama yang lolos ke meja Presiden Jokowi merupakan kandidat yang memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni,” terang Abra.

Tito Sulistio Pertanyakan Melchias Mekeng Tidak Lolos Seleksi OJK | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyebutkan banyak orang baik dan qualified tidak lolos dalam seleksi tahap II anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia mengaku tidak habis pikir dengan keputusan panitia seleksi (pansel) DK OJK tersebut.

“Saya tidak tahu kenapa anggota DK OJK tidak lolos padahal OJK hasil auditnya WTP. Sementara Ilya itu juga seorang profesor. Banyak orang baik dari KPK juga yang tidak lolos. Alhamdulillah pimpinan saya bu Ida (Nurhaida) lolos. Artinya dia memang bagus,” ujarnya, Minggu (26/2/2017).

Dia mengungkapkan sejumlah nama-nama besar yang tidak lolos seperti dirinya, antara lain mantan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, Ketua DK OJK Muliaman Hadad, Ketua Dewan Audit OJK Ilya Avianti, hingga Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng.

Sebelumnya, Pansel DK OJK yang diketuai Menkeu Sri Mulyani menerima pendaftaran 800 pelamar, termasuk para calon petahana Komisioner OJK. Panitia kemudian menggelar seleksi tahap I dan didapatkan 107 nama.

Selanjutnya, pansel akan mencari 14 nama yang akan disetorkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, presiden akan menyerahkan ke DPR untuk dipilih tujuh orang yang layak memimpin OJK periode 2017-2022.

Selanjutnya, pansel akan mencari 14 nama yang akan disetorkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, presiden akan menyerahkan ke DPR untuk dipilih tujuh orang yang layak memimpin OJK periode 2017-2022.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s