PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Akhir Maret, Presiden Jokowi Diajak Offroad ke Trans Papua

Offroad di sini kan kayak di Swiss | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Percepatan pembangunan di Papua adalah salah satu program stragetis Nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo. Bahkan, Presiden berencana akan meninjau langsung jalan trans Papua dalam waktu dekat. Hal yersebut diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat telah selesai membangun jalan Trans Papua sepanjang 3.850 dari Sorong di Papua Barat hingga Merauke di Papua. Kementerian PUPR sendiri menargetkan akan merampungkan sepanjang 4.330 km di tahun 2019.

Nanti kami akan ke sana (Trans Papua) akhir Maret ini dengan Bapak Presiden, offroad di sini. Kita akan coba itu. Ini kan kayak di Swiss,” ujarnya udalam Diskusi Media Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca: Jonan Bandingkan Dana Pembangunan Papua dengan Setoran Freeport

Dengan adanya pemerataan pembangunan di Papua, Basuki mengharapkan adanya penurunan tingkat kesenjangan antar wilayah. Sehingga dapat menurunkan harga komoditas di masing – masing wilayah.

Sementara daerah yang belum terjamah trans Papua mayoritas masih tertutup hutan, karena meruoakan jalan menuju pegunungan. Untuk mengatasi hal ini, Basuki telah menerjunkan tim khusus.

“Kita sudah terjunkan 3 tim untuk perbatasan Papua Barat dan Papua. Jalur perbatasan 1.098,2 km yang sudah tembus 884 km, kita akan tembuskan di 2018,” tutur Basuki.

Ini Tujuan Utama Pemerintah Bangun Jalan Trans Papua | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, ‎pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.300 Km, sudah terealisasi 3.850 Km. Sementara pembangunan jalur perbatasan dari sepanjang 1.098,2 Km, yang sudah tersambung sepanjang 884 Km.

“Sisanya sepanjang 450 Km ditargetkan tembus tahun ini. Kami sudah terjunkan 3 tim untuk ke Papua. Sedangkan sisa dari jalur perbatasan 214,2 Km bisa tembus di 2018. Ini targetnya,” kata dia saat Diskusi Media Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua, Cafe Kembang Kencur, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengerjakan pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.300 Kilometer (Km). Ada tiga tujuan pemerintah ‎menyambungkan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, pemerintah mempunyai beberapa dasar hukum dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur di Papua. ‎Yakni, Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, UU Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“‎Untuk mempercepat konektivitas di Papua, alokasi anggaran dari Kementerian PUPR sekitar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun sejak 2015-2017. Untuk Papua dialokasikan Rp 5 triliun dan Papua Barat Rp 2 triliun,” Basuki menuturkan.

Leb‎ih jauh dijelaskan Basuki, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) fokus pada pembangunan infrastruktur di Papua karena tiga tujuan utama. Pertama, untuk menciptakan keadilan. Kedua, mengurangi kesenjangan pendapatan dan kesenjangan antar wilayah, dan ketiga mengurangi tingginya harga di masing-masing wilayah.

‎”Inilah tantangan dalam pemerataan pembangunan. Di Papua, harga BBM sudah satu harga, tapi harga semen masih Rp 2,5 juta per sak di Jayawijaya dan Intan Jaya, Papua,” dia menerangkan.

Jalan, Bendungan Hingga Rumah Jadi Bukti Nyata Pembangunan Papua | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

“Konektivitas membangun Trans Papua demi keadilan, Papua BBM satu harga, mengurangi kemahalan harga di masing-masing wilayah. Itu khusus di Papua, untuk keadilan sesuai tantangan sekarang, pemerataan pembangunan, mengurangi kesenjangan pendapatan dan antar wilayah,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam Diskusi Media di Cafe Kembang Kencur, Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Papua menjadi salah satu rencana besar pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan. Hal tersebut tertera pada dasar hukum pembangunan infrastruktur di wilayah Papua dan Papua Barat, mulai dari Perpres Rencana Panjang Jangka Menengah 2015-2019, Permen PUPR tentang Rencana Strategis Kementerian PUPR 2015-2019 hingga Perpres tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dari 4.300 km jalan trans Papua, saat ini sekitar 3.850 km telah tembus jalan. Tahun ini ditargetkan ruas dari Sorong ke Manokwari juga akan tembus.

Basuki mengatakan, pembuktian pemerintah dalam mendukung pembangunan di Papua, tampak pada anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan di Papua dan Papua Barat sejak 2015 hingga 2017 berkisar Rp 7-8 triliun. Pihaknya juga melibatkan rekan pelaksana lokal untuk pembangunan di wilayah paling Timur Indoesia tersebut.

Sedangkan untuk pemukiman, pemerintah juga membangun rumah khusus, rumah susun dan rumah swadaya dengan anggaran masing-masingnya Rp 114,7 miliar untuk 476 unit rumah khusus, Rp 62,8 miliar untuk 4 tower rumah khusus, dan Rp 81,26 miliar untuk 3.500 unit rumah swadaya.

“Ini semua bukan untuk gagah-gagahan, tapi menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan. Di Entikong, perbatasan dengan Malaysia misalnya sudah banyak yang buka perdagangan di Entikong. Bikin pasar yang besar, karena produk kita lebih banyak dan lebih murah,” tukas Basuki.

Untuk ketahanan air, pemerintah juga membangun bendungan dan jaringan irigasi termasuk di wilayah perbatasan, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan. Dana yang digelontorkan mencapai Rp 16,4 miliar untuk irigasi.

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s