PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Market meragukan Rusia, harga minyak tertekan

WTI turun 19 sen atau 0,3% | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Baca: Harga Minyak Indonesia Naik Tipis Jadi US$52,5 per Barel

Pergerakan harga minyak dunia mengalami penurunan pada transaksi perdagangan pagi tadi (6/3) di Asia. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 11.09 waktu Singapura, harga kontrak minyak AS yang kerap dikenal West Texas Intermediate (WTI) turun 19 sen atau 0,3% menjadi US$ 53,14 per barel serelah ditutup naik 1,4% pada sesi sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Energi Rusia pada pekan lalu, tingkat produksi minyak Rusia pada Februari tak berubah dari posisi Januari yakni sebanyak 11,11 juta barel per hari. Padahal, pada akhir tahun lalu, Rusia berjanji untuk berpartisipasi dalam pemangkasan produksi minyak yang digagas OPEC dan dimotori Arab Saudi.

Penurunan harga minyak terjadi seiring kekhawatiran pelaku pasar minyak akan komitmen Rusia dalam partisipasinya di program pemangkasan produksi global.

Sedangkan harga minyak Brent turun 13 sen atau 0,2% menjadi US$ 55,77 per barel. Pada sesi sebelumnya, harga minyak ditutup dengan lonjakan 1,5%.

Harga Minyak Indonesia Februari 2017 Naik 0,62 Persen | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) untuk Februari 2017 mengalami kenaikan. Pada periode tersebut, harga ICP meningkat 0,62 persen menjadi US$ 52,50 persen.

Kenaikan harga minyak Indonesia juga dipengaruhi oleh naiknya harga minyak mentah utama di pasar internasional. Salah satu faktornya yakni adanya kesepakatan pada 2016 lalu tentang penurunan produksi negara-negara OPEC.

Selain harga ICP, harga minyak Indonesia jenis minas (SLC) juga mengalami kenaikan. Harga minyak ini naik sebesar US$ 0,25 per barel dari US$ 53,11 per barel pada Januari, menjadi US$ 53,36 per barel.

“Sesuai kesepakatan pada Desember 2016 untuk melakukan penurunan produksi antara negara–negara OPEC dan 11 negara–negara non-OPEC dalam enam bulan pada tahun 2017,” seperti ditulis Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangannya, Senin (6/3).

Berdasarkan publikasi IEA Februari 2017 lalu, disebutkan bahwa data awal pada Januari 2017 menyatakan tingkat produksi minyak Rusia turun 0,1 juta barel per hari (bph), menjadi 11,48 juta bph. Adapun target penurunan produksi dari 11 negara–negara Non-OPEC adalah 558 ribu bph yang didominasi oleh Rusia hingga 300 ribu bph.

Selain adanya penurunan produksi, kenaikan harga minyak juga akibat revisi kenaikan atas proyeksi permintaan minyak dunia pada kuartal pertama 2017. OPEC merevisi naik proyeksi permintaan minyak dunia pada kuartal pertama 2017 sebesar 0,25 juta bph, menjadi sebesar 94,84 juta bph.

Tim harga minyak Indonesia menyatakan beberapa jenis minyak mentah Internasional mengalami peningkatan. Harga minyak jenis Brent naik sebesar US$ 0,55 per barel dari US$ 55,45 per barel menjadi US$ 56,00 per barel pada bulan Februari lalu.

Sama halnya dengan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pada Februari lalu sebesar US$ 53,46 per barel, naik dari bulan Januari yang hanya sebesar US$ 52,61 per barel. Harga minyak berdasarkan keranjang negara pengekspor minyak (OPEC) juga ikut meningkat pada bulan lalu menjadi US$ 53,37 per barel, dari bulan sebelumnya yang hanya US$ 52,40 per barel.

Faktor lain yang membuat harga minyak naik adalah menurunnya stok gasoline (bensin) dan distillate (bahan bakar diesel) Amerika Serikat pada akhir bulan Februari 2017 dibandingkan Januari lalu. Stok gasoline Amerika turun 0,7 juta barrel menjadi 256,4 juta barel. Sementara stok distillate Amerika turun 5,6 juta barel menjadi 165,1 juta barel.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah salah satunya dipengaruhi tingkat permintaan minyak India yang meningkat 197 ribu bph menjadi 4.746 ribu bph pada Desember 2016 dibandingkan tahun lalu. Kemudian terjadi penurunan pada stok komersial Cina mengalami penurunan menjadi 362,8 juta barel pada Desember 2016 dibandingkan November 2016.

Pemberian sanksi dari Amerika Serikat kepada Iran setelah uji coba misil balistik di Teheran juga ikut mempengaruhi perubahan harga minyak. Department of Treasury Amerika Serikat mengumumkan sanksi kepada 25 individu dan perusahaan terkait program tersebut.

Harga Minyak Indonesia Naik Tipis pada Februari | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP minyak) kembali naik tipis pada Februari 2017. Kenaikan harga minyak sebesar US$ 0,62 per barel dari US$ 51,88 per barel pada Januari 2017, menjadi US$ 52,50 per barel.

Peningkatan tipis juga terjadi pada ICP jenis SLC, yang naik sebesar US$ 0,25 per barel, dari US$ 53,11 per barel menjadi US$ 53,36 per barel.

Demikian mengutip dari data tim harga minyak Indonesia, dalam situs resmi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Tim Harga Minyak menganalisa, Kenaikan ICP dipicu perkembangan harga rata-rata minyak mentah di pasar internasional, di antaranya adalah kenaikan harga minyak Brent (ICE) sebesar US$ 0,55 per barel dari US$ 55,45 per barel menjadi US$ 56,00 per barel.

Produksi negara anggota OPEC kecuali Libya dan Nigeria, turun sebesar 1,04 juta barel per hari menjadi 29,93 juta barel per hari pada Januari 2017. Sedangkan target penurunan yang disepakati sebesar 1,16 juta barel per hari.

Berdasarkan data awal pada Januari 2017, tingkat produksi Rusia turun 0,1 juta barel per hari menjadi 11,48 juta barel per hari. Sedangkan target penurunan produksi dari 11 negara non OPEC adalah 558 ribu barel per hari, yang didominasi oleh Rusia hingga 300 ribu barel per hari.

Minyak jenis WTI (Nymex) juga naik sebesar US$ 0,85 per barel, dari US$ 52,61 per barel menjadi US$ 53,46 per barel. Minyak OPEC naik sebesar US$ 0,97 per barel, dari US$ 52,40 per barel menjadi US$ 53,37 per barel.

Harga minyak mentah di pasar Internasional meningkat didorong kesepakatan negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC)‎ dan negara non OPEC, melakukan penurunan produksi dalam 6 bulan pada 2017‎.

PT Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s