PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Bongkar Kartel Cabai, KPPU Panggil Bandar-bandar Besar

Kementan meminta KPPU mengungkap praktik kartel cabai | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Mahalnya harga cabai rawit merah lantaran ada permainan di tingkat pengepul besar. Cabai yang seharusnya dipasok ke pasar induk, justru dijual ke industri makanan olahan.

Baca: Ramai-ramai “Menggunting” Mafia Cabai Rawit Merah

“Akan kita panggil bandar besarnya. Pemasok yang dipanggil ini berdasarkan informasi dari kepolisian. Karena harganya terlalu eksesif meski diakui produksinya turun sekitar 30%,” Kata Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, ditemui di kantor KPPU, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Menyikapi masalah ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)mengungkap praktik kartel ini.

Dia berujar, permainan harga sendiri berada pada segelintir pengepul besar yang selama ini memasok cabai ke pasar induk. Meski produksinya turun, harga cabai rawit sendiri seharusnya di kisaran Rp 80.000-90.000/kg.

“Sekarang harga tinggi masalahnya ada yang di tengah rantai distribusi yang pasok cabai ke pasar induk. Ini yang membuat harga sampai di pasar itu sampai Rp 160.000/kg. Pemain yang tidak banyak ini yang bisa kendalikan dan bagi-bagi pasokan,” pungkasnya.

Namun kenyataan di lapangan, harganya menembus Rp 160.000/kg.

Syarkawi mengatakan, Bareskrim Polri akan mengusut dari sisi pidana, sedang KPPU mengungkap ada tidaknya kartel.

“Jadi kita duga ada pembagian wilayah penguasa pasar. Si A jual sekian di wilayah ini, si B jual alokasinya segini. Kalau itu terpenuhi, itu bisa disebut kartel. Itu yang mau kita lihat,” ujar Syarkawi.

Pedagang pasar dukung KPPU selidiki harga cabai | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Abdullah bilang dugaan KPPU bahwa distributor gula bermain memang patut didukung. Sebab Ikappi juga menemukan hal yang sama di lapangan. Namun ia lebih menyoroti peran Perum Bulog dalam mendistribusikan gula ke pasar. Selama ini Bulog ternyata tidak langsung ke konsumen tapi melalui pihak ketiga.

Nah, justru dengan masuknya pihak ketiga membuat rantai distriubsi gula menjadi panjang. Dan itulah salah satu penyebab harga tetap tinggi.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan pihaknya mendukung upaya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri dugaan kartel di penjualan cabai. Namun ia mengingatkan agar pemerintah mengakui adanya penurunan produksi cabai sekitar 30%, bahkan menurut IKAPPI penurunan produksi malah mencapai 40%

Meskipun mendukung, tapi Ikappi meragukan faktor utama kenaikan harga cabai disebabkan permainan bandar di pasar induk. Pasalnya, sudah banyak pasar kecil yang tidak lagi bergantung pada pasar induk dalam mendapatkan pasokan cabai mereka. Sebab banyak pedagang yang sudah langsung mendapatkan pasokan cabai dari petani atau pengepul.

“Justru kenaikan harga cabai itu terjadi karena panjangnya rantai distribusi, jadi pemerintah gagal memotong rantai distriubsi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/3).

“Tapi kalau benar para bandar itu memainkan harga, maka kami dukung agar ditindak tegas,” imbuhnya.

Abdullah mendorong KPPU agar menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah memotong rantai distribusi pangan dengan langsung mendistribusikan cabai rawit merah ke pasar. Bila hal itu berhasil, maka harga cabai tidak semahal sekarang.

KPPU Pastikan Terus Kejar Dalang Penyebab Tingginya Harga Cabai | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim).

“Kami dengan Bareskrim terus koordinasi kita aktif melakukan tukar-menukar data dan informasi, dari itu mereka melakukan pemeriksaan, kami juga melakukan pemeriksaan. Tinggal nanti kita menangani sesuai kewenangan yang kita punya. Misalnya Bareskrim tentu dari aspek pidana, kita dari aspek persaingan usaha,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan akan terus melakukan pemeriksaan terkait penyebab tingginya harga cabai rawit merah. Harga cabai rawit saat ini masih di atas Rp 100 ribu per kilogram (kg).

KPPU akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan kewenangan tersebut. “Artinya untuk sementara baru yang ditetapkan, tinggal yang lain ditelusuri,” ujar Syarkawi.

Bareskrim sebelumnya menetapkan dua tersangka yang diduga melakukan praktik curang yang membuat harga cabai rawit merah tinggi.

Sutamaaji (50) salah seorang pedagang mengatakan, harga ini sedikit lebih rendah jika dibanding Februari lalu yang mencapai Rp 160 ribu per kg. Menurut dia, musim hujan yang cukup panjang menjadi penyebab tingginya harga cabai.

Dia bilang, di Pasar Induk Kramatjati, yang cabai rawit dipasok harganya telah mencapai Rp 130 ribu per kg.

“Dari sana sudah mahal, Rp 140 ribu per kg yang bagus, yang biasa Rp 130 ribu per kg,” kata dia

Jadi mereka ini menguasai pembelian cabai dari petani, kemudian mereka mengusai penjualannya entah perusahaan atau agen, sehingga di level ini benar-benar menentukan pasokan. Kami menyebutkan bandar,” pungkas dia.

Harga cabai rawit merah masih tetap tinggi. Di Pasar Kebayoran Lama, harga cabai rawit merah dijual dengan harga Rp 140 ribu per kilogram (kg)

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s