PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Empat Alasan Anda untuk Ajukan KPR

Semakin cepat membeli rumah, semakin terhindar dari kerugian | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Beberapa alasannya karena belum tersedianya uang muka dan ketakutan tidak sanggup membayar cicilan KPR. Padahal, perlu beberapa orang dengan kondisi tertentu wajib mengajukan KPR bila tidak ingin mengalami kerugian.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah produk keuangan yang sangat membantu orang untuk memiliki rumah. Sayangnya, banyak orang ragu mengajukan KPR.

Siapa saja orang yang dimaksud? Baca artikel yang dikutip dari CekAja.com ini hingga tuntas.

1.Enggak mau kan numpang terus di rumah mertua?

Kalau saat ini Anda dan pasangan tinggal di rumah orang tua atau mertua, tentu jauh lebih nyaman bila keluar dari rumah tersebut dan tinggal di rumah sendiri.

Bagaimana bila dana yang Anda miliki belum cukup? Itulah fungsinya KPR. Selama uang yang Anda punya cukup untuk membayar uang muka, maka beranikan diri mengajukan KPR di bank kesayangan Anda.

2.Saat sudah jadi karyawan tetap

Bila sudah memiliki penghasilan tetap apalagi status sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat bekerja, jangan tunggu lama lagi untuk mengajukan KPR.

Sebab, salah satu syarat utama dari bank adalah memiliki pekerjaan dan penghasilan dengan masa kerja/usaha minimal satu tahun dan dua tahun untuk wiraswasta. Tapi pastikan penghasilan adalah Rp2,5 juta perbulan.

Status kepegawaian ini digunakan bank untuk menakar penghasilan. Maksudnya untuk menjamin mampu membayar cicilan karena masih akan bekerja dalam waktu lama. Berbeda dengan karyawan kontrak yang bisa dihentikan kontrak kerjanya kapan saja.

3. Saat suku bunga turun

Seiring penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,5 persen dari 6,75 persen dan penerapan 7 daysrepo rate 5,25 persen, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi single digit.

Pada Oktober ini, suku bunga KPR Bank BTN turun menjadi 9,5 persen. Bunga KPR yang diturunkan pada Oktober 2016 adalah bunga untuk kredit non-subsidi. Untuk saat ini, bunga non-promo atau non-subsidi BTN berada di kisaran 10,5 persen hingga 11 persen.

Sedangkan untuk bunga KPR subsidi sudah sebesar 5 persen yang berarti satu digit. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya bantuan pemerintah sebagai bagian dari Program Sejuta Rumah.

4. Harga rumah makin tak terjangkau

Kian lama harga rumah meroket hingga tak terjangkau. Apalagi banyak orang memanfaatkan permintaan rumah yang tinggi dengan melakukan spekulasi bisnis. Oleh karena itu, semakin cepat membeli rumah, semakin terhindar dari kerugian yang semakin lama semakin besar.

Untuk itu, segeralah siapkan uang senilai 20 persen dari harga rumah dengan menabung secara rutin. Hal tersebut diperuntukkan sebagai biaya DP rumah.

BTN bidik KPR syariah Rp 3,68 triliun | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Kepala Divisi Syariah BTN Marissa Gemiralda menyebut, tahun ini, pihaknya memasang target KPR syariah mencapai Rp 3,68 triliun dengan jumlah 22.000 unit.

“Tahun 2016 dengan target 19.000 unit senilai Rp 2,7 triliun terlampaui, realisasinya 24.000 unit dengan nilai Rp 3,5 triliun,” katanya, Senin (6/3).

Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (UUS BTN) mencatatkan realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) syariah baik subsidi maupun non subsidi mencapai Rp 3,5 triliun dengan jumlah 24.000 unit. Pencapaian tersebut melampaui tahun 2015 sebesar Rp 2,2 triliun dengan 16.000 unit.

Sebagai gambaran, BTN Syariah membukukan total pembiayaan perumahan sebesar Rp 9,5 triliun pada 2016. Realisasi tersebut tumbuh 40,4% dibandingkan tahun 2015.

Marissa menambahkan, salah satu penopang pertumbuhan KPR syariah antara lain lewat program sejuta rumah yang digagas oleh Presiden Joko Widodo per 29 April 2015 dan kondisi ekonomi makro yang mulai stabil.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BTN juga naik 35,35% yoy dari Rp 11,11 triliun akhir 2015 menjadi Rp 15,03 triliun pada akhir 2016.

Sementara, penyaluran pembiayaan UUS BTN mencapai Rp 14,22 triliun pada akhir 2016, tumbuh 26,74% dibanding tahun sebelumnya Rp 11,22 triliun. Kualitas pembiayaan juga terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing loan (NPF) berada di level 1,01%, turun dari tahun 2015 sebesar 1,66%.

Pembangunan Perumahan Beri Berkah untuk 140 Sektor Industri | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Pembangunan perumahan yang berkelanjutan memberikan efek berganda atau multiplier effect setidaknya terhadap 136 hingga 140 sektor industri.

Baca: Milan Gagal Terjual? Berlusconi: Tak Perlu Khawatir

Pemerintah pun setuju dengan pendapatan sektor perumahan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dibuktikan pemerintah dengan mengeluarkan paket Kebijakan Ekonomi ke-13 pada kuartal IV tahun lalu.

Karena pentingnya sektor perumahan tersebut bagi perekonomian bangsa, BTN terus mendorong suksesnya program pembangunan Sejuta Rumah yang digagas pemerintah salah satunya dengan KPR Mikro untuk pekerja informal.

Rifanfinancindo

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s