PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Nasib Petani Sawit Diabaikan, Organisasi Pembela Petani Gelar Pertemuan Nasional Perkebunan

Masih banyak petani sawit mengalami konflik | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Organisasi masyarakat yang fokus kepada advokasi petani menyiapkan pertemuan nasional perkebunan untuk membahas perlindungan hak dan kesejahteraan nasib petani perkebunan khususnya kelapa sawit.

Pertemuan nasional ini akan diadakan di jakarta, pada 20-21 April. Peserta berasal dari petani anggota serikat petani kelapa sawit, serikat petani, dan aliansi petani.

Gunawan, Ketua Pertimbangan Sosial Indonesian Human Rights Comittee for Social Justice (IHCS), menjelaskan bahwa pertemuan ini dibuat atas sejumlah pertimbangan karena banyak petani sawit mengalami konflik karena masalah pertanahan, kemitraan, dan penetapan harga TBS Kelapa Sawit.

Gunawan menjelaskan bahwa dalam pertemuan nasional ini akan dibahas tiga isu utama; pertama, inisiatif perkebunan yang lestari dan berkeadilan sosial. Kedua, menjadikan petani pekebun mandiri/swadaya sebagai tulang punggung perkebunan. Ketiga, mendorong perubahan kebijakan dan pembaruan hukum yang mendukung perkebunan lestari dan berkeadilan serta yang mendukung petani pekebun mandiri.

“Di dalam UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani disebutkan bahwa perlindungan untuk petani pekebun diatur lewat peraturan perundangan. Problemnya peraturan perundangan tersebut belum ada,” kata Gunawan, pada Rabu (8/3).

Sebelum pelaksanaan pertemuan nasional perkebunan, kegiatan audiensi akan berjalan ke sejumlah kementerian seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria Tata Ruang, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit.

Masalah lain yang dibahas adalah permasalahan lahan perkebunan milik petani yang masuk kawasan hutan. Gunawan menyebutkan ada sejumlah solusi untuk menyelesaikan masalah ini yaitu mekanisme pelepasan kawasan hutan, mekanisme perhutanan sosial, dan mekanisme konsolidasi tanah.

Perang Industri Faktor Utama Isu Negatif Industri Sawit Indonesia | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi menilai perang Industri Minyak Nabati menjadi faktor utama adanya isu-isu negatif yang menyerang Industri Kelapa Sawit Indonesia.

Hal itu disampaikan Tofan dalam paparan kuliah umumnya di hadapan ratusan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Lambung Mangkurat, di Banjarmasin, Selasa (7/3) lalu.

Karena itu, menurutnya, komunikasi di Perkebunan Kelapa Sawit sangatlah penting dalam menghadapi tantangan eksternal Industri Kelapa Sawit.

“Banyak isu Industri Kelapa Sawit datang dari luar negeri agar Indonesia tidak lagi menjadi penghasil CPO terbesar di dunia. Sebab kelapa sawit hanya bisa tumbuh baik di Indonesia dan Malaysia,” kata Tofan.

Selain untuk melawan isu-isu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada civitas akademika Univeraitas Lambung Mangkurat. Mahasiswa harus memiliki banyak pengetahuan tentang Perkebunan Kelapa Sawit karena mahasiswa adalah masa depan bangsa Indonesia.

Tak hanya isu kebakaran, isu kesehatan juga dibahas tuntas dengan penelitian yang kredibel.

Tofan yang juga Ketua Kompartemen Komunikasi GAPKI memastikan bahwa anggota GAPKI yang terdiri dari 605 Perusahaan adalah perusahaan yang taat hukum. Hal itu menanggapi isu kebakaran lahan Perkebunan Kelapa Sawit.

Menanggapi pertanyaan dari mahasiswi bernama Devi mengenai keberlangsungan industri sawit pasca moratorium, Tofan menjawab pentingnya riset untuk pengembangan industri sawit agar tetap eksis dan produktivitas bertambah juga dengan pengolahan produk hilir.

Data menunjukkan bahwa sawit adalah sokoguru perekonomian Indonesia,dengan acara Kuliah umum ini diharapkan para lulusan FISIP ULM dapat menjadi Juru Bicara Perkebunan Kelapa Sawit pada masa yang akan datang, kata Tofan yang juga menjabat Head of Public Relation Astra Agro Lestari.

Menurut dia, desakan LSM asing dan black campaign industri sawit dengan menyampaikan berbagai tuduhan dan prasangka terkait industri sawit bagi kesehatan dan lingkungan termasuk kebakaran lahan semata karena saingan dagang minyak nabati.

“Ironis ada UU 32 tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup yang membolehkan masyarakat untuk membakar lahan disaat kita sedang berbenah mengatasi masalah kebakaran dan tegas tidak ada kegiatan perusahaan yang tergabung dalam GAPKI melanggar hukum karena ketatnya aturan misal dalam pelanggaran terhadap orang utan maka GAPKI mendorong untuk menindak oknum tersebut,” katanya.

Minyak sawit merajai pasar minyak nabati dunia dimana pada tahun 2015 sawit produktivitasnya 41% sedangkan kedelai 31% disusul oleh rapseed dan bunga matahari 18 dan 10 % dan Indonesia adalah producer kelapa sawit terbesar yakni 33,07 juta disusul malaysia 20,59% dan 8,74% negara lainnya.

Sementara itu, Ketua GAPKI Kalsel Totok Dewanto mengatakan, tanah yang ditanami sawit tidak mengalami penurunan kualitas. Tanaman sawit sendiri memiliki masa subur 25 tahun lalu kemudian akan dilakukan replanting di area yang sama. Kualitas tanah yg tidak berubah memungkinkan lahan ditanami tanaman lainnya pasca perkebunan sawit.

Menurut dia, banyak LSM asing yang menyerang sawit, menghadapi isu tersebut harus diperkuat dengan komunikasi secara perlahan namun konsisten untuk mengubah pola pikir dari LSM yang sudah terlanjur mengakar, sikap industri sawit melawan LSM adalaH tidak diam atau melakukan kampanye sebaliknya (positif) secara agresif mengenai industri itu.

Puluhan Petani Ikuti Pelatihan Peremajaan Kelapa Sawit | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Selama sepekan mulai dari Senin-Sabtu (6- 11/3) Maret 2017, sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan peremajaan kebun kelapa sawit bagi petani Kabupaten Bengkalis. Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung di Mahoni Room Hotel Surya, Duri pada Selasa (7/3) pagi.

Pelatihan selama sepekan itu kemarin dibuka secara resmi oleh Kadis Perkebunan diwakili Kabid Kelembagaan HM Nur. Turut hadir saat itu anggota DPRD Riau Bagus Santoso, Kabid Pertanian Perkebunan Susi, DPW Apkasindo Riau Kareen, penyuluh petanian di Mandau Asnan Lubis, serta tetua Sakai HM Yatim Bathin Iyo Bangso.

Baca: Sumbang devisa terbesar ke-2, industri sawit hadapi masalah ini

Pelatihan itu ditaja DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) Kementerian Keuangan RI.

Pengelola Program Sulthon Parinduri SP, MSi menyebut, pelatihan ini bertujuan untuk memberi pembekalan kepada para peserta tentang banyak hal. Diantaranya agar peserta mengetahui faktor-faktor penentu keberhasilan peremajaan kebun kelapa sawit. Mereka juga diharapkan mampu mempersiapkan peremajaan, dapat mengelola pembibitan dan peremajaan secara bekelanjutan, serta mampu untuk mengoptimalkan peremajaan kebun sawit.

Pelatihan ini, tambah Sulthon, dipandang perlu mengingat kondisi perkebunan kelapa sawit rakyat saat ini telah memasuki umur yang tidak produktif sehingga perlu dilakukan peremajaan. Namun di sisi lain banyak permasalahan yang dihadapi petani. Antara lain di segi pendanaan, legalitas lahan, kelembagaan petani, rendahnya tingkat pemahaman.

Ditambahkan Sulthon, narasumber dalam pelatihan ini berasal dari tenaga profesional LPP Kampus Medan, akademisi dan praktisi perkebunan yang telah berpengalaman menyampaikan materi. Sementara metode pelatihan berupa program klasikal, bursa pengalaman, serta kunjungan lapangan (field trip).

Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s