PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Persib Bandung Tepis Isu Masuk Pasar Modal

Maung Bandung pernah berminat serius untuk IPO di 2012 | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Baca: Gerak cepat Pemerintah Jokowi rajut strategi akhiri polemik Freeport

Komisaris Persib, Zainuri Hasyim, mengaku tidak ada pembicaraan apa pun di internal terkait rencana IPO. Klub sepakbola tersebut saat ini hanya fokus pada pertandingan yang dilakoni Persib saat ini.

“Memang belum ada pembicaraan sampai ke situ. Dari direksi juga belum ada rencana IPO,” tuturnya

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menegaskan belum berniat menjajakan sahamnya di pasar modal Indonesia. Meskipun PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sinyal, ada 2 klub sepakbola yang berniat melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO).

Pihak BEI pun mengakui, klub sepakbola yang ingin menjadi emiten di pasar modal harus membenahi laporan keuangan terlebih dahulu. Sebab selama ini pembukuan laporan keuangan klub sepakbola masih memasukkan pemain sebagai beban operasi di neraca keuangan.

Padahal seharusnya pemain sepakbola masuk ke dalam aset pembukuan keuangan. Sebab klub sepakbola bisa mendapatkan keuntungan ketika nilai pemainnya meningkat saat dijual kembali di kemudian hari.

Menurut Zainuri, masih banyak yang perlu dibenahi jika sebuah perusahaan klub sepakbola seperti Persib mau merumput di pasar modal. Seperti pemenuhan persyaratan unsur transparansi dan keterbukaan, serta pembenahan standarisasi akuntansi pembukuan keuangan.

“Persyaratan IPO saja belum terpenuhi. Kita harus benahi dulu, seperti apa persyaratannya,” ujarnya.

“Memang dulu pernah ada pembicaraan, tapi setelah itu enggak ada informasi lagi dari teman-teman direksi. Kenapa harus terburu-buru, karena bawa nama baik, kami benahi dulu,” tukas Zainuri.

Klub sepakbola yang dijuluki ‘Maung Bandung’ itu sebenarnya pernah menunjukan minat serius untuk melakukan IPO di 2012. Persib menargetkan bisa mengantongi dana segar hasil IPO sebesar Rp 200 miliar dari 45% saham yang akan dilepas.

Namun niatan tersebut terganjal lantaran adanya kisruh di tubuh PSSI. Padahal Persib sudah menunjuk 3 penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Buana Capital.

Persib tak Ingin Terburu-buru Melantai di Bursa Saham | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Sebelumnya diberitakan, Persib dinilai memiliki potensi besar untuk bisa masuk ke pasar modal didukung oleh jumlah bobotoh yang sangat besar. Selain memiliki jumlah pendukung yang besar, klub sepak bola harus memiliki daya tarik agar masyarakat tertarik membeli sahamnya, yakni harus memiliki laba dan laporan keuangan harus Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Pernyataan tersebut muncul setelah Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, sejumlah klub sepak bola di Indonesia dikabarkan memiliki minat merambah pasar modal melalui IPO. Setidaknya sudah ada 2 klub sepak bola yang telah menyatakan minatnya untuk merumput di bursa saham. Meski masih merahasiakan nama klub sepak bola tersebut, Tito memberikan gambaran bahwa klub yang dimaksud sudah merumput di liga besar di tanah air dan berasal dari Pulau Jawa

Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat yang menaungi Persib, Zainuri Hasyim, mengatakan bahwa mereka belum ada berkeinginan untuk membawa Maung Bandung masuk ke pasar modal. Pasalnya, saat ini Persib tengah melakukan pembenahan internal agar pengelolaannya menjadi lebih baik.

“Kita masih melakukan pembenahan secara terus menerus, agar ada progres yang semakin baik. Jadi kita belum ada pembicaraan menuju ke arah sana,” ucap Zainuri di Bandung, Rabu 8 Maret 2017.

Menurut dia, jika memang hal itu akan kembali diusahakan, sebagai jajaran komisaris ia harus berbicara dahulu dengan direksi dan rekan-rekannya. Sebab, di internal Persib harus mendengar apa keinginan dari manajemen. “Kita harus mendapatkan dukungan dari semua jajaran direksi, komisaris, dan manajemen. Sekarang saya belum bicara ke direksi. Jika ingin ‘go public’ harus ada pertemuan kepala direksi dan komisaris,” tuturnya kepada wartawan

Dia mengungkapkan, sebenarnya dahulu sekitar tahun 2012, keinginan untuk membawa Persib melantai di bursa saham sudah ada. Tapi, saat itu belum bisa direalisasikan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. “Dulu ada mau IPO (initial public offering/penawaran umum perdana). Tapi belum berjalan karena itu kan memerlukan persyaratan jika mau “go public”. Tapi untuk sekarang belum dibicarakan lagi,” ucapnya.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa Persib tak ingin terburu-buru menyikapi acana itu. Maung Bandung harus melakukan pengkajian terlebih dahulu apakah menguntungkan bagi perusahaan atau tidak. “Tidak usah diburu-buru. Kita harus pikirkan secara matang apakah ini menguntungkan Persib atau tidak. Kami tidak boleh ambil keputusan berdasarkan orang ngomong apa soal Persib,” tuturnya.

Untuk ke pasar modal, tidak mesti IPO tetapi juga ada obligasi. Namun, tentunya harus ada hitungannya,” kata PH Kepala Kantor Perwakilan Bandung Bursa Efek Indonesia (BEI) Achmad Nugraha.

Persib Memiliki Keinginan Masuk Bursa Saham? | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

Beredar kabar Persib salah satu klub sepakbola di Indonesia memiliki keinginan dan minat untuk masuk bursa saham. Kabar itu beredar setelah Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, ada sejumlah klub dari Pulau Jawa memiliki minat merambah pasar modal melalui initial public offering (IPO).

Namun kabar tersebut segera dibantah oleh Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat Zainuri Hasyim, yang menyatakan bahwa saat ini Persib belum memiliki keinginan mauk bursa saham. Persib saat ini sedang melakukan pembenahan internal. Agar pengelolaannya semakin baik.

Walaupun Tito, tidak menyebut nama klub yang dimaksud, dengan memberi gambaran salah satu pulau tersebut. Banyak yang beranggapan salah satu klub yang dimaksud adalah Persib yang berada dalam naungan PT Persib Bandung Bermartabat.

“Jadi kita belum ada pembicaraan menuju ke arah sana. Kita masih melakukan pembenahan secara terus menerus, agar ada progres yang semakin baik,” kata Zainuri di Bandung kepada wartawan, Rabu (8/3/2017).

Zainuri menegaskan, jika memang hal itu akan kembali diusahakan, sebagai jajaran komisaris ia harus berbicara dahulu dengan direksi dan rekan-rekannya. Sebab, di internal Persib harus mendengar apa keinginan dari manajemen.

Menurut Zainuri, dirinya tidak menampik bahwa pada 2012 silam memang memiliki keinginan untuk membawa Persib melantai di bursa saham sudah ada. Tapi, saat itu belum bisa direalisasikan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

“Memang dulu ada keinginan, mau IPO. Tapi belum berjalan karena itu kan memerlukan persyaratan jika mau go public. Tapi untuk sekarang belum dibicarakan lagi,” katanya.

Rifanfinancindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s