PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

DJP Menanti Restu BI untuk Injeksi Kartin1 ke Kartu Kredit

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Perbankan pelat merah pun telah menyatakan minatnya | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah meluncurkan prototype Kartu Indonesia Satu (Kartin 1/) yang bisa diinjeksi pada berbagai identitas di kartu lainnya.

Namun demikian, secara teknis sudah diujicobakan pada tab cash BNI dan e-money Mandiri dan sudah berjalan

DJP ingin nantinya Kartin1 bisa terintegrasi dengan banyak kartu termasuk dalam sistem pembayaran seperti kartu kredit dan lain sebagainya. Namun, kata Direktur Transformasi Teknologi Informasi dan Komunikasi DJP Iwan Djuniardi, untuk menuju ke sana tidaklah mudah. DJP mesti menunggu izin dari Bank Indonesia (BI) selaku otoritas pengatur sistem pembayaran.

Iwan mengatakan, beberapa perbankan pelat merah pun telah menyatakan minatnya dan mengajukan ke Bank Indonesia. Namun, Iwan menjelaskan BI perlu melakukan kajian. BI kata Iwan perlu mengevaluasi terlebih dahulu terkait keamanannya jika terintegrasi dengan kartu perbankan.

“BNI sama Mandiri tapi kan nunggu BI. Lagi dikaji, soalnya enggak bisa jalan sendiri tanpa izin BI,” ujar dia.

“Kalau BI nanti mengijinkan kartu ini di inject di kartu perbankan lebih enak lagi, jadi nanti Kartin1 juga bisa melakukan pembayaran,” kata Iwan dalam pelatihan media di Belitung, Senin malam 17 April 2017.

Kapasitas Mentok, Kartu NPWP Kartin1 Sulit Terintegrasi e-KTP | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) menilai platform aplikasi kartu pintar (smartcard) Kartin1, sulit diintegrasikan dengan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Pasalnya, kapasitas e-KTP dalam menampung data sangat terbatas.

Sementara, DJP ingin kartu pintar yang terintegrasi dengan platform Kartin1 memiliki kapasitas cukup untuk menyimpan berbagai data identitas unik wajib pajak secara aman, mulai dari Nomor Pokok Wajib Pajak, identitas Nomor Induk Kependudukan, identitas passpor, dan berbagai identitas lainnya.

“Kapasitasnya e-KTP sudah full, 8 kilobyte (kb), tidak bisa ditambah,” tutur Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi DJP Iwan Djuniardi dalam acara Media Gathering Sinergi Demi Informasi di Tanjung Pandan, Belitung, Selasa (18/4).

Ke depan, lanjut Iwan, DJP juga akan mengembangkan platform Kartin1 pada aplikasi ponsel pintar, seperti Android.

Uji coba internal penggunaan Kartin1 sendiri rencananya baru akan dilakukan pada Juli mendatang.Pada uji coba tersebut, kata Iwan, sebanyak 3 ribu kartu akan didistribusikan khusus untuk pegawai pajak.

“Nanti untuk internal dulu, mungkin 3 ribu kartu,” ujarnya.

Karenanya, untuk kartu pintar, DJP memilih melewatkan e-KTP dan menggandeng penerbit kartu pintar lain. Salah satu instansi yang telah menyatakan kesediaannya untuk mengintegrasikan platform yang diluncurkan pada akhir Maret lalu adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Selain itu, DJP juga menanti persetujuan Bank Indonesia (BI) agar platform Kartin1 bisa diintegrasikan ke dalam kartu uang elektronik maupun kartu kredit perbankan. Dua bank yang sudah menyatakan minat untuk memasang platform Kartin1 di produk uang elektroniknya adalah PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

“BI katanya harus mengevaluasi dulu terkait security-nya. Karena masuk ke kartu perbankan, keamanan kartu ini sama perbankan bagaimana,” jelasnya.

Proses administrasi kartu e-KTP juga sulit. Padahal, DJP ingin masyarakat fleksibel dalam menggunakan platform Kartin1, tidak hanya terikat pada satu kartu tertentu.

“Kalau [e-KTP] dijadikan untuk transaksi terus hilang, susah mengurusnya,” ujarnya.

Laporan Harga Tambahan Tax Amnesty Terkecil Rp 2.000, Nilai Harta Terbesar Bikin Melongo | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, deklarasi Rp 2.000 itu terjadi di periode ketiga amnesti pajak atau selama Januari-Maret. Sementara dari sisi uang tebusan, yang terkecil adalah Rp 10.

Hestu memandang hal ini positif. Pasalnya, meskipun kecil, terlihat bahwa Wajib Pajak (WP) memang ingin untuk berpartisipasi dalam amnesti pajak. Hal ini yang kemudian menurutnya bisa menjadi modal yang baik ke depan untuk kepatuhan.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mencatat, nilai harta tambahan terkecil yang diungkap wajib pajak dalam program Tax Amnesty atau amnesti pajak adalah Rp 2.000.

“Di periode III ini banyak yang kecil tapi mereka punya niat ikut amnesti pajak. Setelah mereka (WP) mengikuti amnesti pajak, mereka memiliki komitmen untuk menjadi wajib pajak patuh ke depannya,” ujarnya dalam acara Media Gathering Sinergi Demi Informasi di Tanjung Pandan, Belitung, Minggu (16/4).

Pada periode II amnesti pajak misalnya, jumlah peserta yang ikut adalah 223.000. Sementara pada periode III mencapai 356.172. Tetapi, nilai deklarasi harta pada periode II mencapai Rp 628,58 triliun, Sementara pada periode III sebesr Rp 584,74 triliun.

Catatan saja, program amnesti pajak telah diikuti oleh 972.530 Wajib Pajak dengan total nilai harta yang diungkap mencapai Rp 4.881 triliun.

Adapun total penerimaan pajak yang diperoleh hampir Rp 135 triliun yang terdiri dari uang tebusan sebesar Rp 114,23 atau 69,2% dari target Rp165 trliun, pembayaran tunggakan Rp19,02 triliun, dan pembayaran bukti pemeriksaan Rp1,75 triliun.

Sementara itu, dia mencatat, deklarasi harta terbesar dalam amnesti pajak mencapai Rp 125,65 triliun. Nilai uang tebusan tertinggi yang dibayarkan mencapai Rp 2,69 triliun.

Menurut Hestu, adanya tebusan tertinggi ini terjadi pada periode satu amnesti pajak di mana saat itu banyak WP besar yang ikut mengingat tarifnya paling kecil dibanding periode selanjutnya, yaitu 2% saja.

Dengan demikian, menurut Hestu hal ini mencerminkan gambaran peserta pada masing-masing periode.

“Namun demikian, secara total, hampir separuh peserta amnesti pajak adalah UMKM baik badan maupun pribadi. “Dan ini mempengaruhi uang tebusan,” ujarnya.

Rifan Financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s