PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Jualan Tiga Bulan, Indofood Raih Untung Rp1,2 Triliun

profil pt rifan financindo

Kontribusi terbesar penjualan Indofood masih disumbang dari divisi mie instan | profil pt rifan financindo

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, perusahaan mengantongi kenaikan penjualan bersih konsolidasi sebesar 8 persen dari Rp16,52 triliun menjadi Rp17,83 triliun.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil kembali membukukan kinerja yang cukup baik dalam tiga bulan pertama tahun ini. Laba bersih perusahaan naik 11 persen menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,09 triliun.

“Kami senang bahwa Indofood dapat mempercepat pertumbuhan penjualan. Di tengah kondisi persaingan yang semakin ketat dan permintaan pasar yang melemah, Grup CBP berhasil melampaui pertumbuhan pasar kategori utama makanan dan minuman,” papar Anthoni dalam keterangan resmi, Jumat (28/4).

Sementara itu, anak usaha perusahaan, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil mencatatkan pertumbuhan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan induknya. Sepanjang kuartal I 2017 ini, Indofood CBP mampu menumbuhkan laba bersih hingga 15,6 persen menjadi Rp1,09 triliun dari Rp944,8 miliar.

Hal ini didorong oleh penjualan bersih perusahaan yang naik 6 persen menjadi Rp9,46 triliun dari Rp8,92 triliun. Kontribusi terbesar dari penjualan perusahaan masih didorong oleh divisi mie instan sekitar 63 persen.

“Kemudian diikuti oleh Dairy, Makanan Ringan, Penyedap Makanan, Nutrisi dan Makanan Khusus serta Minuman yang masing-masing memberikan kontribusi sekitar 20 persen, 8 persen, 3 persen, 2 persen, dan 4 persen,” sambung Anthoni.

Dengan demikian, laba usaha meningkat 13,9 persen menjadi Rp1,52 triliun dari Rp1,33 triliun, serta margin laba usaha yang naik dari 14,9 persen menjadi 16 persen. Selain itu, core profit naik 14,4 persen menjadi Rp1,11 triliun.

“Kami terus mempertahankan kinerja yang baik ditengah melemahnya tingkat permintaan akan produk fast moving consumer goods dan tingkat persaingan yang semakin ketat,” pungkas Anthoni.

Ia menjelaskan, produk konsumen bermerek (CBP) memberikan kontribusi paling tinggi terhadap kinerja perusahaan, yakni hingga 50 persen. Sementara, bogasari menyumbang pendapatan sebesar 21 persen, agribisnis 22 persen, dan distribusi 7 persen.

“Kenaikan harga produk kelapa sawit dan pulihnya tingkat produksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) telah mendorong kinerja grup agribisnis,” terang dia.

Raihan kinerja tersebut, membuat laba usaha naik 37,7 persen dari Rp1,88 triliun menjadi Rp2,59 triliun. Kemudian, margin laba usaha naik menjadi 14,5 persen. Sementara, margin laba bersih meningkat dari 6,6 persen menjadi 6,8 persen.

“Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional tumbuh 17,1 persen menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,01 triliun,” jelas Anthoni.

Indofood Kantongi Penjualan Rp 17,83 Triliun di Kuartal I | profil pt rifan financindo

Direktur Utama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim mengatakan, dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring atau tidak terulang dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional PT Indofood Sukses Makmur Tbk tumbuh 17,1 persen menjadi Rp 1,19 triliun.

“Indofood dapat mempercepat pertumbuhan penjualan dan core profit pada kuartal I 2017. Di tengah kondisi persaingan yang semakin ketat dan permintaan pasar melemah, grup CBP melampaui pertumbuhan pasar kategori utama makanan dan minuman. Kenaikan harga produk kelapa sawit dan pulihnya tingkat produksi crude palm oil (CPO) telah mendorong kinerja grup agribisnis,” jelas dia dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/4/2017).

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan kinerja positif hingga kuartal I 2017. Ini ditunjukkan dari kenaikan penjualan perseroan terutama dari produk konsumen bermerek.

Perseroan mencatatkan kenaikan penjualan 8 persen menjadi Rp 17,83 triliun hingga kuartal I 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,52 triliun.

Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek, bogasari, agribisnis, dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi sekitar 50 persen, 21 persen, 22 persen, dan 7 persen terhadap total penjualan.

Laba usaha pun tumbuh 37,7 persen menjadi Rp 2,59 triliun hingga kuartal I 2017. Marjin laba usaha naik menjadi 14,5 persen.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 11 persen menjadi Rp 1,2 triliun. Marjin laba bersih naik menjadi 6,8 persen.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan China Minzhong Holdings Limited (CMZ BVI) menandatangan perjanjian jual beli saham. Ini sehubungan penjualan 196.249.971 lembar saham yang mewakili 29,94 persen saham CMZ BVI.

Kesepakatan harga jual saham itu SGD 1,20 per saham. Total nilai penjualan saham yang akan didapat PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar SGD 235,49 juta atau sekitar Rp 2,24 triliun (asumsi kurs Rp 9.546 per dolar Singapura).

Pembayaran tersebut dilakukan secara tunai dengan angsuran antara lain pembayaran sebesar SGD 82,42 juta akan dilakukan selambatnya dua bulan setelah tanggal penandatanganan perjanjian penjualan saham yang jatuh pada atau sebelum 26 Juni 2017 untuk tahap pertama.

Kemudian tahap kedua, pembayaran sebesar SGD 35,32 juta akan dilakukan selambatnya enam bulan setelah tanggal pembayaran termin pertama. Tahap ketiga pembayaran sebesar SGD 47,10 juta akan dilakukan selambatnya 12 bulan setelah tanggal pembayaran termin pertama. Lalu tahap keempat pembayaran sebesar SGD 70,64 juta akan dilakukan selambatnya 18 bulan setelah tanggal pembayaran termin pertama.

“Penyelesaian penjualan saham CMZ akan dilaksanakan pada 26 April 2017, maka terhitung sejak tanggal itu Perseroan tidak lagi memiliki saham CMZ,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Elly Putranti dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis Jumat (28/4/2017).

Pertimbangan dilakukan transaksi ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diharapkan atas investasi perseroan di CMZ akan lebih lama dari yang diperkirakan.

Ini terutama karena kondisi makro ekonomi global yang kurang menunjang termasuk di Tiongkok. “Perseroan memandang penjualan saham CMZ merupakan kesempatan yang baik untuk semakin perkuat posisi keuangan sehingga bermanfaat bagi perseroan,” ujar dia.

Sementara itu, anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan penjualan bersih naik 6 persen menjadi Rp 9,46 triliun pada kuartal I 2017.

Divisi mi instan kembali menjadi kontributor terbesar dengan memberikan kontribusi sekitar 63 persen terhadap penjualan bersih konsolidasi. Diikuti dairy atau susu, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman yang masing-masing memberikan kontribusi sekitar 20 persen, 8 persen, 3 persen, 2 persen dan 4 persen.

Laba usaha naik 13,9 persen menjadi Rp 1,52 triliun pada kuartal I 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,33 triliun. Marjin laba usaha meningkat menjadi 16 persen dari 14,9 persen.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 15,6 persen menjadi Rp 1,09 triliun pada kuartal I 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 944,8 miliar.

Marjin laba bersih naik menjadi 11,5 persen dari 10,6 persen. Selain itu, core profit meningkat 14,4 persen menjadi Rp 1,11 triliun dari Rp 969,5 miliar.

Direktur Utama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim menuturkan, pihaknya terus mempertahankan kinerja baik di tengan kondisi yang penuh tantangan. Ini di tengah melemahnya tingkat permintaan akan produk-produk fast moving consumer goods.

“Selain itu di tengah tingkat persaingan semakin ketat, kami dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan mau pun laba pada kuartal I 2017,” ujar dia.

Lini Agribisnis Tumbuh Tinggi, Ubah Kontribusi Penjualan Indofood | profil pt rifan financindo

Sepanjang tiga bulan ini, Indofood mencatat laba Rp1,2 triliun atau tumbuh 11 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,09 triliun. Adapun penjualan perseroan tumbuh 8 persen menjadi Rp17,83 triliun.

Bahkan, dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, laba inti (core profit) perseroan tumbuh lebih tinggi atau sekitar 17,1 persen dari Rp1,01 triliun menjadi Rp1,19 triliun.

Perubahan kontribusi penjualan dari kelompok usahanya tak mengganggu kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada kuartal I-2017. Bahkan, laba bersih perusahaan Grup Salim ini bisa tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan penjualannya.

Kontribusi bisnis Agribisnis kini memberikan 22 persen ke penjualan Indofood dari sebelumnya hanya 16 persen. Secara nilai, kontribusi Agribisnis terhadap penjualan Indofood mencapai Rp3,92 triliun dari sebelumnya Rp2,64 triliun. Artinya, pertumbuhan penjualan Agribisnis mencapai 48,48 persen.

Dari catatan penjualan yang mencapai Rp17,83 triliun, produk konsumen bermerek (CBP) masih mendominasi dengan berkontribusi 50 persen atau berkisar Rp8,91 triliun. Namun, kontribusi CBP ini turun dari 52 persen atau Rp8,59 triliun pada tahun lalu.

Perubahan kontribusi kelompok usaha Indofood terjadi di semua lini. Hal ini terjadi karena lonjakan tinggi pada lini Agribisnis, yang dijalankan melalui anak usaha PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim menuturkan, pihaknya berhasil mempercepat pertumbuhan penjualan dan core profit pada kuartal pertama tahun ini di tengah kondisi persaingan yang semakin ketat dan permintaan pasar yang melemah.

“Grup CBP berhasil melampaui pertumbuhan pasar kategori utama makanan dan minuman. Sementara, kenaikan harga produk kelapa sawit dan pulihnya tingkat produksi CPO mendorong kinerja Grup Agribisnis,” tulis Anthoni dalam keterangan pers, Jumat, 28 April 2017.

Begitu juga untuk lini bisnis Bogasari yang pada tiga bulan pertama tahun ini menyumbang kontribusi penjualan 21 persen. Pada kuartal I tahun lalu, Bogasari menyumbang penjualan sebesar 24 persen.

Bisnis Distribusi pun serupa. Kini, kontribusi lini bisnis Distribusi hanya sebesar 7 persen dari sebelumnya 8 persen.

profil pt rifan financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s