PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Migrasi Online, Bank Perlu Perhatikan Manajemen Resiko dan Bentuk Unit Perlindungan Konsumen

pt. rifan financindo berjangka - medan kota medan, sumatera utara 20111

Nasabah Bank Mandiri DIY menjadi korban | pt. rifan financindo berjangka – medan kota medan, sumatera utara 20111

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Trisnawan menyatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari BI Pusat terkait kasus yang dialami nasabah Bank Mandiri di DIY.

Menurut Hilman, peran BI dalam kasus ini lebih pada bagaimana mengupayakan perlindungan terhadap kedua pihak, baik bank sebagai lembaga penyelenggara keuangan dan masyarakat sebagi nasabahnya.

Bila diketahui kesalahan tersebut terbukti memang berasal dari pihak bank, maka BI memastikan bank akan mengembalikan kerugian yang dialami nasabah selaku konsumen.

“Kami berupaya melindungi konsumen sesuai aturan yang berlaku. Untuk kasus ini ada di ranah sistem pembayaran yang termasuk bisnis bank. Jadi kami akan memastikan dahulu, kesalahan ada dipihak mana,” terang Hilman

Menanggapi kasus yang dialami nasabah Bank Mandiri di DIY, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Fauzi Nugroho menuturkan, adanya migrasi layanan ke online yang dilakukan penyelenggara keuangan seperti bank memang patut diapresiasi.

Hanya saja, perlu dibarengi dengan manajemen risiko yang baik.

Pihaknya dalam hal ini akan melakukan supervisi terkait pelaksanaan di lapangan agar nasabah mendapat perlindungan sesuai Peraturan OJK (POJK) yang berlaku.

Pada kesempatan sebelumnya, Fauzi juga menekankan, penggunaan Fintech juga harus didukung dengan perlindungan terhadap pelakunya, termasuk konsumen dan produsen.

Jangan sampai terjadi kebocoran data akibat ulah hacker dan pihak pihak yang tak bertanggungjawab sehingga merugikan pengguna Fintech.

“Kita butuh artificial intelegent agar penggunaan fintech ini sesuai yang diharapkan. Bila menginginkan pertumbuhan cepat memang risiko juga tinggi, jadi harus diimbangi dengan perlindungan. Selain itu juga harus kita perhatikan siklus produknya, harus buat yang beda,” terang Fauzi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Trisnawan menyatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari BI Pusat terkait kasus yang dialami nasabah Bank Mandiri di DIY.

Untuk kasus yang dialami nasabah Bank Mandiri di DIY, Fauzi membenarkan telah mendapatkan mendapatkan laporan dari pihak Bank Mandiri Yogyakarta.
Hanya saja, untuk jumlah nominal saldo nasabah yang sementara diduga menjadi korban kejahatan belum diketahui pastinya.

“Terkait Pelindungan konsumen, di bank itu sesuai POJK harus membentuk unit perlindungan konsumen, itu wajib diketahui bank dan nasabah,” kata Fauzi, Senin (8/5/2017).

Fauzi juga menghimbau pada masyarakat agar melakukan transaksi perbankan online di tempat yang benar benar aman, bukan ditempat terbuka yang setiap saat bisa jadi mendapat ancaman dari pelaku tindak kejahatan dunia maya.

“Untuk penggunaan pin atau pasword yang sifatnya rahasia, harus hati-hati. Kalau tak yakin transaksi dengan online mending jangan, harus tetap waspada,” terang Fauzi.

OJK Tegaskan Masih Sangat Aman! | pt. rifan financindo berjangka – medan kota medan, sumatera utara 20111

Menurut Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Irwan Lubis, hingga sampai saat ini, transaksi layanan perbankan online masih sangat aman. “Apa pun itu, ada e-banking, internet banking, mobile banking, SMS banking. Masyarakat harus percaya, transaksi perbankan secara online masih aman,” tegas Irwan di Jakarta, Senin (8/5).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir tentang gangguan teknis sistem perbankan dalam jaringan (daring) Mandiri Online milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan sistem perbankan dalam jaringan (daring) Mandiri Online yang sempat dihentikan akhir pekan lalu, sekarang sudah berjalan normal kembali. Selain itu, kekeliruan jumlah saldo nasabah telah dikoreksi. “Sudah dikembalikan seperti sediakala. Termasuk dana-dananya sudah dikembalikan. Mandiri Online juga sudah aktif lagi,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas.

Irwan menambahkan, gangguan teknis Mandiri Online disebabkan perubahan sistem dalam peningkatan pelayanan perbankan secara online. “Bank Mandiri sebenarnya kan lagi grade system, mungkin trial dan error. Tapi kan sekarang sudah di-handle,” jelasnya.

Untuk itu, OJK meminta setiap perbankan menjaga keandalan transaksi pelayanan secara online. “Itu harus menjadi perhatian dalam security system-nya. OJK tetap lakukan uji dan pengawasan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Mandiri menyatakan sistem perbankan daring ‘Mandiri Online’ yang sempat dihentikan akhir pekan lalu, sudah berjalan normal kembali, dan kekeliruan jumlah saldo nasabah telah dikoreksi. “Sudah dikembalikan seperti sedia kala. Termasuk dana-dananya sudah dikembalikan. ‘Mandiri Online’ juga sudah aktif lagi,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, Minggu 7 Mei 2017.

Rohan mengatakan, yang terjadi pada Jumat 5 Mei 2017 lalu adalah kendala teknis atau corrupt system pada Mandiri Online sehingga seolah-olah terjadi transaksi yang dilakukan nasabah dan mendebit atau menarik dana nasabah.

Akibat hal itu, terjadi perbedaan jumlah saldo tabungan milik nasabah yang tercatat di Mandiri Online. Rohan menuturkan bahwa Mandiri Online memang saat ini masih dalam soft launching sehingga memang perlu dilakukan beberapa penyesuaian. “Dalam monitoring, kami menemukan adanya sedikit penyesuaian yang perlu dilakukan terhadap sistem dan penyesuaian itu telah selesai,” ujar dia.

Menurut Rohan, karena kekeliruan sistem tersebut terdapat kesalahan data terhadap 97 nasabah. “Kekeliruan itu telah kami koreksi kembali dan tuntas,” ujar Rohan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, menyebutkan pihaknya sedang menindaklanjuti permasalahan kendala teknis Mandiri Online yang merupakan layanan perbankan dalam jaringan (daring) Bank Mandiri.

“Kami sudah meminta laporan secara lengkap kepada Bank Mandiri. Akan kami tindak lanjuti dan teliti bersama antara Mandiri dan BI,” kata Sugeng di gedung BI Institute, Jakarta, Senin (8/5).

Ia mengatakan pihaknya masih akan mencari permasalahan yang menjadi faktor penyebab terjadinya kendala teknis Mandiri Online. Mandiri Online merupakan layanan perbankan dalam jaringan dari Mandiri yang menggabungkan Mandiri Mobile Banking dan Internet Banking.

Layanan “Mandiri Online” Dipastikan Kembali Normal | pt. rifan financindo berjangka – medan kota medan, sumatera utara 20111

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta keterangan dari direksi teknologi informasi (IT) Bank Mandiri, sejak adanya laporan masyarakat terkait raibnya dana nasabah. Dari hasil pemantauan, OJK memastikan layanan Mandiri Online sudah kembali normal. “Bank sudah melaksanakan permintaan OJK terkait dengan keamanan sistem internet dan mobile bankingnya,” ujar Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo dalam pesan singkat kepada Koran Jakarta, Senin (8/5).

Mandiri Online merupakan layanan perbankan dalam jaringan dari Mandiri yang menggabungkan Mandiri Mobile Banking dan Internet Banking. Mintai Laporan Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, menyebutkan pihaknya sedang menindaklanjuti permasalahan kendala teknis Mandiri Online yang merupakan layanan perbankan dalam jaringan (daring) Bank Mandiri.

“Kami sudah meminta laporan secara lengkap kepada Bank Mandiri. Akan kami tindak lanjuti dan teliti bersama antara Mandiri dan BI,” kata Sugeng di gedung BI Institute, Jakarta, kemarin.

Jika ada yg memaksa dg dalih apapun, tolak permintaan tersebut dan segera laporkan kepada call center bank terkait,” tegas Anto. Seperti diketahui, Mandiri menyatakan telah mengembalikan seluruh dana 97 nasabah yang hilang saat transaksi melalui layanan Mandiri Onlien. Dana yang dikembalikan kurang dari satu miliar rupiah.

Rohan mengatakan, yang terjadi pada Jumat (5/5) lalu adalah kendala teknis atau corrupt system pada Mandiri Online sehingga seolaholah terjadi transaksi yang dilakukan nasabah dan mendebet atau menarik dana nasabah. Akibat hal itu, terjadi perbedaan jumlah saldo tabungan milik nasabah yang tercatat di Mandiri Online.

Hal itu disampaikan beberapa hari setelah bank berpelat merah itu menyatakan sistem perbankan daring Mandiri Online sempat dihentikan akhir pekan lalu. “Sudah dikembalikan seperti sediakala. Termasuk dana-dananya sudah dikembalikan. Mandiri Online juga sudah aktif lagi,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, Minggu (7/8).

pt. rifan financindo berjangka – medan kota medan, sumatera utara 20111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s