PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Harga Minyak Turun Tipis karena Persediaan di AS Bertambah

rifanfinancindo

Harga minyak Brent yang merupakan patokan harga global turun 17 sen menjadi US$ 51,65 per barel | rifanfinancindo

Sehari sebelumnya, harga minyak sempat naik hingga 10 persen setelah sebelumnya mencapai posisi terendah dalam lima bulan terakhir pada perdagangan sebelas hari lalu.

Kenaikan harga minyak tersebut setelah negara-negara OPEC menyatakan keinginan untuk terus melakukan pemotongan pasokan minyak hingga tahun depan atau menambah komitmen selama sembilan bulan lagi.

Pada komitmen pertama, OPEC dan beberapa negara non-OPEC sepakat untuk mengendalikan produksi selama enam bulan dari Januari 2017 hingga Juni 2017. Dengan kembali adanya komitmen baru ini maka pembatasan produksi minyak akan bertambah menjadi hingga Maret 2018 nanti.

“Ada dorongan yang membuat harga minyak mencapai US$ 50 per barel, tetapi banyaknya produksi di AS menjadi penahan kenaikan harga minyak,” jelas analis energi ADM Investor Services, New York, AS, Nauman Barakat.

Harga minyak turun tipis pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Anggota organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menyuarakan dukungan untuk memperpanjang pemotongan pasokan hingga Maret 2018. Sentimen tersebut mendorong kenaikan harga minyak.

Namun kemudian data dari American Petroleum Institute (API) menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah di AS mengalami kenaikan yang tak terduga. Akibatnya, harga minyak kembali tertekan.

Mengutip Reuters Rabu (17/5/2017), harga minyak Brent yang merupakan patokan harga global turun 17 sen menjadi US$ 51,65 per barel pada akhir perdagangan. Sedangkan harga minyak mentah AS turun 58 sen menjadi US$ 48,26 per barel.

Data American Petroleum Institute mengungkapkan bahwa angka persediaan minyak mentah di AS terus mengalami lonjakan. Saat ini, pelaku pasar sedang mengkonfirmasi data dari API tersebut dengan data yang akan dikeluarkan oleh U.S. Energy Information Administration.

API menyatakan bahwa persediaan minyak mentah di AS naik 882 ribu barel untuk pekan yang berakhir pada 12 Mei. Angka tersebut bertentangan dengan perkiraan para analis yang berada jatuh atau turun 2,4 juta barel.

Begini Penjelasan Kenapa Harga Minyak Dunia Terus Melejit | rifanfinancindo

Berdasarkan laporan Reuters, Selasa, 16 Mei 2017, kenaikan harga juga terjadi pada minyak mentah produksi Amerika Serikat yang mencapai 25 sen atau menjadi US$ 49,10 per barel. Kedua jenis minyak yang jadi patokan harga minyak dunia tersebut telah naik lebih dari US$ 5 per barel setelah bertengger di posisi paling rendah dalam lima bulan terakhir.

Harga minyak dunia jenis Brent kembali naik 30 sen menjadi US$ 52,12 per barel pada Selasa waktu London. Kenaikan ini terjadi setelah produsen minyak seperti Arab Saudi, Rusia, dan Kuwait sepakat untuk mengurangi pasokan demi menahan berlebihnya pasokan secara global. Rencananya, pengurangan pasokan akan dilakukan hingga Maret 2018.

Analis investasi Rivkin Securities, James Woods, mengatakan, kendati OPEC mengurangi pasokan, stok minyak dunia akan tetap banyak. “Seperti yang telah kita lihat selama enam bulan terakhir, persediaan dan produksi AS tetap meningkat, dan pada tahap ini agak sulit menghentikannya.” Produksi minyak AS memang terus menanjak hingga lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016 dengan volume 9,3 juta barel per hari.

Analisis serupa juga diungkapkan Badan Energi Internasional (IEA). Lembaga ini memprediksi, kendati sejumlah negara anggota OPEC mengurangi pasokan hingga 1,8 juta barel per hari, permintaan minyak global masih lebih rendah, yakni di level 1,3 juta barel per hari. Rendahnya permintaan ini disebabkan penurunan permintaan di negara-negara konsumen minyak terbanyak seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Turki.

Berdasarkan data IEA, permintaan minyak Amerika Serikat pada Februari lalu menunjukkan penurunan cukup besar dibanding pada empat tahun terakhir ke level 495 ribu bph. India juga diperkirakan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak menjadi hanya 200 ribu bph. IEA memprediksi negara yang konsumsi minyaknya masih tinggi adalah Cina yang bertahan di level 425 ribu bph.

Arab Saudi dan Rusia menyetujui perpanjangan pemotongan pasokan minyak mentah 1,8 juta barel per hari (bph) selama sembilan bulan, sampai akhir Maret 2018. Menteri perminyakan Kuwait, Essam al-Marzouq, juga mendukung rencana yang diinisiasi kedua negara tersebut. Negara-negara anggota Organisasi Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) lainnya juga diperkirakan akan mendukung langkah tersebut. Keputusan ini akan diumumkan pada pertemuan OPEC di Wina, Austria, 25 Mei mendatang.

Analis Goldman Sachs mengatakan, kesepakatan tersebut mungkin akan memperpanjang rebound harga minyak. “Meskipun kenaikan harga kali ini masih lebih rendah dibandingkan dengan dampak pemotongan stok OPEC yang dilakukan tahun lalu.”

Goldman Sachs mengatakan, pasokan tetap banyak karena ada anggota OPEC yang tidak diwajibkan mengurangi pasokan, seperti Libya dan Nigeria. Mereka memprediksi rally kenaikan harga minyak untuk kuartal ketiga 2017 bisa mencapai US$ 57 per barel.

Reli harga minyak disetop data cadangan minyak AS | rifanfinancindo

Harga minyak Brent di pasar berjangka turun 53 sen atau 1% dari penutupan hari sebelumnya menjadi US$ 51,13 per barel.

Harga minyak mentah dunia terpeleset 1% pada hari Rabu pagi (17/5). Reli harga minyak kembali tertahan oleh data tingginya pasokan minyak Amerika Serikat, yang tak bisa diimbangi langkah pemangkasan produksi yang dilakukan Arab Saudi dan Rusia.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 57 sen atau 1,1% ke posisi US$ 48,1 per barel.

Cadangan minyak AS, menurut data industri American Petroleum Institute tercatat mengalami kenaikan 882.000 barel sepajang pekan hingga 12 Mei lalu, menjadi 523,4 juta. Padahal, pasar berekspektasi ada penurunan cadangan minyak AS sebesar 2,4 juta barel.

Arab Saudi dan Rusia awal pekan ini sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksi 1,8 juta barel per hari, sampai Maret 2018. Produsen minyak lainnya yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) baru akan menentukan langkah tersebut pada pertemuan 25 Mei mendatang.

“Reli harga minyak yang dimulai sejak munculnya keinginan OPEC memperpanjang masa pemangkasan produksi, terhenti tadi malam karena pasar ingin melihat adanya keseimbangan pasokan,” tulis ANZ, Rabu.

rifanfinancindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s