PT Rifan Financindo · Rifan Financindo · Rifanfinancindo

Saran Pengamat ke Petugas Pajak Agar Tak Asal Berburu

rifan financindo

Agar wajib pajak tidak resah karena merasa dikejar-kejar | rifan financindo

Wajib pajak diperlakukan sesuai dengan perilakunya,” kata Pengamat Pajak dari Danny Darussalam Tax Center, Darussalam, Selasa (16/5/2017).

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) seharusnya mengawali pemeriksaan dan penindakan dengan pemetaan perilaku wajib pajak. Bisa digunakan melalui pengakuan wajib pajak ketika menjadi peserta tax amnesty.

Hal ini sangat membantu Ditjen Pajak, maupun wajib pajak sendiri juga tidak resah karena merasa dikejar-kejar. “Jadi alasan pemeriksaan jelas dan berdasarkan perilaku kepatuhan wajib pajak yg dikelompokkan menjadi 4 kelompok,” tandasnya.

Dalam analisa Darussalam, ada empat kelompok perilaku kepatuhan wajib pajak.

Keempat yaitu sengaja tidak patuh. Petugas pajak harus menyiapkan kebijakan agar mampu membuat wajib pajak patuh akan aturan. Skemanya tentu lebih keras dari yang sebelumnya.

“Sengaja tidak patuh, perlakuannya segala upaya untuk memaksa mereka untuk patuh termasuk dengan melakukan penyidikan tindak pidana pajak,” tandasnya.

Ketiga, yaitu hanya patuh ketika sudah terdeteksi oleh petugas.

“Hanya patuh jika terdeteksi, perlakuannya dengan diperiksa agar patuh,” imbuhnya

Kedua adalah kelompok ingin patuh, maka perlakuan petugas pajak mengarahkan agar wajib pajak patuh sepenuhnya.

Pertama, adalah wajib pajak patuh. Perlakuan dari petugas pajak seharusnya mendapatkan fasilitas kemudahan atau pelayanan dengan sebaik mungkin alias karpet merah.

“Perlakuannya dipermudah dan dilayani dengan sebaik mungkin (karpet merah),” jelasnya.

Pengusaha Bingung Ikut “Tax Amnesty” Masih Diperiksa, Ini Kata Ditjen Pajak | rifan financindo

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mempertanyakan rencana Ditjen Pajak memeriksa wajib pajak yang sudah ikut program tax amnesty.

Menanggapi hal itu, Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama meminta para wajib pajak yang sudah ikut tax amnesty tidak perlu khawatir dengan rencana itu.

Ia mengatakan, pemeriksaan pajak kepada wajib pajak yang sudah ikut tax amnesty hanya dilakukan kepada mereka yang terindikasi nakal atau tidak patuh. Prioritas pemeriksaan justru menyasar wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty.

“Untuk wajib pajak yang sudah ikut tax amnesty dan menjadi lebih patuh, tidak akan dilakukan pemeriksaan kecuali terdapat data harta yang tidak diungkapkan dalam surat pernyataan harta (SPH) tax amnesty,” ujarnya

Ia mencontohkan, Ditjen Pajak menemukan indikasi adanya pengunaan faktor pajak palsu. Setelah ditelusuri, ternyata wajib pajak tersebut merupakan wajib pajak yang sudah ikut tax amnesty. Parahnya, wajib pajak tersebut bukan kali ini memalsukan faktur pajak. Sebelum ada program tax amnesty, praktik nakal itu sudah dilakukan oleh wajib pajak bersangkutan.

“Jadi tidak perlu ada kekhawatiran akan dilakukan pemeriksaan kepada wajib pajak yang ikut tax amnesty, sepanjang mereka melaksanakan komitmen untuk menjadi patuh setelah ikut tax amnesty,” sambungnya.

“Wajib pajak seperti ini yang akan menjadi target pemeriksaan untuk tahun pajak 2016, kecuali mereka segera melakukan pembetulan SPT-nya,” kata Hestu.

Ditjen Pajak akan Sisir Wajib Pajak yang Ikut “Tax Amnesty”, Pengusaha Bingung | rifan financindo

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mempertanyakan rencana Ditjen Pajak memeriksa wajib pajak yang sudah ikut program tax amnesty.

“Pemeriksaan sebaiknya dilakukan kepada wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty,” ujar Ketua Kadin Rosan Roeslani,Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Padahal sebelumnya, Ditjen Pajak menuturkan, pemeriksaan pajak hanya akan memprioritaskan wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty.

Seharusnya tutur ia, perlakuan kepada wajib pajak yang sudah ikut dan wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty harus berbeda. Pemeriksaan pajak seharusnya memprioritaskan wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty.

“Menkeu sudah menyampaikan belum lama ini kepada kami kalau wajib pajak sudah ikut tax amnesty dan comply tidak akan di uber-uber orang pajak lagi,” kata Rosan

Kebingungan yang meliputi pengusaha lantaran pemerintah sudah memberikan janji tidak akan lagi mengejar wajib pajak bila ikut program tax amnesty.

rifan financindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s